Kapasitas mental bikameral adalah sebuah hipotesis yang diperkenalkan oleh psikolog Amerika Julian Jaynes, yang berpendapat bahwa para leluhur manusia, bahkan hingga masa Yunani Kuno, tidak menganggap emosi dan hasrat sebagai sesuatu yang bersumber dari pikiran mereka sendiri, melainkan sebagai akibat dari tindakan para dewa yang berada di luar diri mereka. Teori ini berasumsi bahwa pikiran manusia pada awalnya berfungsi dalam keadaan di mana kegiatan kognitif terbagi antara satu bagian otak yang tampak sebagai “pembicara” dan bagian lainnya yang “mendengar” dan menaati—sebuah pikiran bikameral—dan bahwa keruntuhan pembagian ini kemudian memunculkan kesadaran pada manusia. Istilah ini diciptakan oleh Jaynes, yang mengemukakan gagasannya dalam buku tahun 1976 berjudul The Origin of Consciousness in the Breakdown of the Bicameral Mind,[1] di mana ia berargumen bahwa mentalitas bikameral merupakan kondisi yang lazim dan universal bagi pikiran manusia hingga sekitar 3.000 tahun yang lalu, menjelang akhir Zaman Perunggu di kawasan Mediterania.

The Origin of Consciousness in the Breakdown of the Bicameral Mind

sunting

Jaynes menggunakan istilah “bikameral” (dua kamar) untuk menggambarkan suatu keadaan mental di mana pengalaman dan ingatan yang tersimpan di belahan kanan otak ditransmisikan ke belahan kiri melalui halusinasi auditorik. Metafora ini didasarkan pada gagasan tentang lateralisasi fungsi otak, meskipun kedua belahan otak manusia normal sebenarnya senantiasa berkomunikasi melalui corpus callosum.[2] Metafora ini tidak dimaksudkan untuk menyiratkan bahwa kedua belahan otak dalam keadaan bikameral “terputus” satu sama lain, melainkan bahwa pikiran bikameral dialami sebagai suatu skema mental non-sadar yang berbeda, di mana kehendak dalam menghadapi rangsangan baru dimediasi melalui mekanisme pengendalian linguistik dan dialami dalam bentuk halusinasi verbal auditorik.

Definisi

sunting

Mentalitas bikameral bersifat non-sadar karena ketidakmampuannya untuk bernalar dan mengartikulasikan isi mental melalui refleksi diri tingkat meta. Individu dalam keadaan ini bereaksi tanpa kesadaran eksplisit dan tanpa kemampuan reflektif untuk menjelaskan mengapa ia bertindak demikian. Pikiran bikameral, dengan demikian, tidak memiliki metakesadaran, ingatan autobiografis, serta kapasitas untuk menjalankan “fungsi ego” eksekutif seperti pengembaraan pikiran yang disengaja maupun introspeksi sadar terhadap isi mental. Ketika mentalitas bikameral sebagai metode pengendalian sosial tidak lagi adaptif dalam masyarakat peradaban yang semakin kompleks, model mental ini digantikan oleh mode berpikir sadar, yang menurut Jaynes berakar pada perolehan bahasa metaforis.[3] Kemampuan tersebut, menurutnya, dipelajari melalui praktik naratif.[4]

Menurut Jaynes, manusia purba dalam keadaan pikiran bikameral mengalami dunia dengan cara yang, dalam beberapa hal, mirip dengan pengalaman seorang penderita skizofrenia.[5] Alih-alih membuat penilaian sadar ketika menghadapi situasi baru atau tak terduga, individu akan mengalami halusinasi berupa suara atau “dewa” yang memberikan nasihat atau perintah, dan ia akan menaatinya tanpa keraguan sedikit pun: seseorang sama sekali tidak menyadari proses berpikirnya sendiri (per se). Hipotesis Jaynes ini diajukan sebagai kemungkinan penjelasan bagi "halusinasi perintah" yang kerap memandu perilaku individu dengan gejala tingkat pertama skizofrenia, serta bagi para pendengar suara lainnya.[6]

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ Blackmore (2014).
  2. ^ Harnad (1977).
  3. ^ McVeigh, Brian J. (4 April 2016). A Psychohistory of Metaphors: Envisioning Time, Space, and Self through the Centuries. Lanham, Maryland: Lexington Books. hlm. viii. ISBN 9781498520294. Diakses tanggal 1 April 2025. [...] Jaynes berpendapat bahwa metafora bukan sekadar hiasan linguistik, melainkan sarana yang memfasilitasi proses berpikir yang sebelumnya mustahil dilakukan. Seluruh istilah kita untuk abstraksi mental berakar pada metafora, dan metafora berperan penting dalam kemampuan kita untuk melakukan introspeksi — kehidupan batin atau 'ruang-pikiran' internal kita dibangun melalui metafora tentang ruang fisik.
  4. ^ Compare: Wahman, Jessica (1 July 2015). "Narrative". Narrative Naturalism: An Alternative Framework for Philosophy of Mind. Lanham, Maryland: Rowman & Littlefield. hlm. 11. ISBN 9780739187982. Diakses tanggal 1 April 2025. Metafora [...] memainkan peran substansial dalam karakter naratif pengetahuan dengan menghasilkan asosiasi imajinatif yang membawa hal-hal yang belum dikenal ke dalam lingkup pemahaman yang telah ada. [...] Jaynes dikenal karena teori kontroversialnya tentang manusia purba yang non-sadar, sebagaimana disajikan dalam The Origin of Consciousness in the Breakdown of the Bicameral Mind, tetapi buku provokatif ini juga memuat refleksi berharga tentang sifat kesadaran biasa di waktu jaga serta peranan komprehensif yang dimainkan oleh metafora dalam pertumbuhan tidak hanya bahasa, melainkan juga kesadaran dan pemahaman paling mendasar tentang dunia.
  5. ^ Oziewicz (2016), hlm. 18–20.
  6. ^ Erkwoh, R. (2002). "Command Hallucinations: Who Obeys and Who Resists When?". Psychopathology. 35 (5): 272–279. doi:10.1159/000067065. PMID 12457018. S2CID 6768239.

Sitasi

sunting

Sumber primer

sunting

Sumber sekunder

sunting

Pranala luar

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar percobaan terkenal

potensial dua sisi otak manusia dengan mempergunakan sejumlah pasien split-brain. 1964: Marshall W. Nirenberg dan Philip Leder melakukan uji coba mengikat

Whitney Cummings

memproduseri sitkom Whitney. Ia juga menyutradarai film komedi The Female Brain (2017). Cummings lahir pada 4 September 1982, di Washington, D.C., putri

Herbert George Wells

of Utopia: An Electronic Journal, no 1, Spring 2006. "When H. G. Wells Split the Atom: A 1914 Preview of 1945", by Freda Kirchwey, in The Nation, posted

YG Entertainment

Diakses tanggal 2024-07-18. Denis, Kyle (2023-12-29). "BLACKPINK Members Split With YG Entertainment for Solo Endeavors". Billboard (dalam bahasa American

Metalik Klinik

Tengkorak - Konflik Death Vomit - Gelap Purgatory - Sakratul Maut Banana Split - Supermen Sic Mynded - Generasi Seks Hell Gods - Kabut Keabadian Trauma

Takuya Kimura

Jepang). Johnny's net. Diakses tanggal 17 Februari 2010. "It's true: SMAP to split up at year's end" (dalam bahasa Inggris). The Japan Time. 14 Agustus 2016

Elon Musk

tanggal 2010-10-01. Diakses tanggal 2011-09-24. "Elon Musk Divorce: Announces Split From Talulah Riley On Twitter". Huffington Post. 19 January 2012. Diarsipkan

Brandon Flynn

Cosmopolitan. Diakses tanggal March 1, 2018. "Sam Smith and Brandon Flynn split after nine months". Page Six (dalam bahasa American English). 2018-06-27