📑 Table of Contents
Koin Kaisar Probus, ca 280, menggambarkan Sol Invictus mengendarai quadriga, dengan tulisan SOLI INVICTO, "bagi Matahari yang Tak Terkalahkan": Kaisar (kiri) mengenakan mahkota surya, dikenakan juga oleh dewa di sisi depan koin (kanan).
Sol Invictus
Dewa Matahari
Mosaik Sol dalam Mausoleum M. di Vatican Necropolis[1]
Nama lainElagabalus
GenderLaki-laki
PlanetMatahari
SimbolSinar Matahari, matahari, Mahkota Surya
Pemujaan
Pusat pemujaanKuil Matahari
PerayaanFestival Dies Natalis Solis Invicti
Padanan
PalmyranShams

Sol Invictus ("Matahari yang Tak Terkalahkan") adalah dewa matahari resmi pada masa Kekaisaran Romawi akhir. Pada tahun 274, Kaisar Romawi Aurelianus menjadikannya kultus resmi di antara kultus tradisional Romawi yang lain. Para akademisi berbeda pendapat mengenai apakah dewa baru ini merupakan pembentukan ulang Sol dari kultus kuno Latini,[2] kebangkitan kembali kultus Elagabalus,[3] atau memang benar-benar baru.[4] Dewa ini digemari oleh kaisar-kaisar setelah Aurelianus dan ditampilkan dalam koin-koin mereka sampai masa Konstantinus I.[5] Inskripsi terakhir mengenai Sol Invictus bertarikh 387 M,[6] dan terdapat cukup banyak pemujanya pada abad ke-5 sehingga Agustinus merasa perlu menyampaikan khotbah untuk menentang mereka.[7]

Tradisi yang menyebutkan bahwa tanggal 25 Desember yang berdekatan dengan titik balik matahari dipilih sebagai perayaan Natal karena merupakan tanggal festival Romawi Dies Natalis Solis Invicti (Ulang Tahun Matahari yang Tak Terkalahkan), menurut karya tulis dari abad ke-12,[8] saat ini ditentang oleh sejumlah akademisi dari Gereja Inggris.[9] Penjelasan berbeda mengenai kesamaan tanggal itu dianggap sebagai "hipotesis layak yang mendalam secara akademis" oleh beberapa kalangan.[10] Kedua teori tersebut memiliki pendukung, beberapa kalangan mengklaim bahwa festival Dies Natalis Solis Invicti merupakan sinkretisasi di kemudian hari dengan perayaan Natal[11][12][13] dan kalangan lainnya berpendapat bahwa perayaan Kristen itu telah ada sebelum festival Dies Natalis Solis Invicti.[14][15]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Necropolis (Scavi) Tomb M". saintpetersbasilica.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-24. Diakses tanggal 2015-08-25.
  2. ^ S.E.Hijmans, "The sun that did not rise in the east", Babesch 71 (1996) hlm.115-150
  3. ^ Gaston Halsberghe, "The cult of Sol Invictus", Leiden: Brill, 1972
  4. ^ As Hijmans states (hlm.115): "Scholars have consistently postulated a clear distinction between the Republican Sol Indiges and the Imperial Sol Invictus." dan hlm.116 "We should keep in mind, however, that most scholars agree that this cult[Sol Indiges] was never important, and that it had disappeared altogether by the beginning of the second century AD"
  5. ^ Halsberghe, "The cult of Sol Invictus", hlm.155: "Up to the conversion of Constantine the Great, the cult of Deus Sol Invictus received the full support of the emperors. The many coins showing the sun god that these emperors struck provide official evidence of this." and p.169 "the custom of representing Deus Sol Invictus on coins came to an end in AD 323."
  6. ^ Halsberghe, "The cult of Sol Invictus", hlm.170 n.3: "CIL VI, 1778, dates from AD 387."
  7. ^ Halsberghe, hlm.170, n.4: "Augustine, Sermones, XII; juga dalam Ennaratio in Psalmum XXV; Ennaratio II, 3."
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama MacMullen1997
  9. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CofE
  10. ^ Susan K. Roll, Toward the Origin of Christmas (Peeters Publications 1995 ISBN 978-90-3900531-6), p. 88
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama anderson2008
  12. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Flesh
  13. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama catholic_encyclopedia1908
  14. ^ Steven Hijmans, "Sol Invictus, the Winter Solstice, and the Origins of Christmas" in Mouseion, Number 47/3 (2003), pp. 384–385
  15. ^ Karen B. Westerfield Tucker, "Christmas" in Adrian Hastings, Alistair Mason, Hugh Pyper (editors), The Oxford Companion to Christian Thought (Oxford University Press 2000 ISBN 978-0-19860024-4), p. 124

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Augustus Sol Invictus

Augustus Sol Invictus (nama lahir Austin Mitchell Gillespie; lahir 31 Juli 1983) adalah seorang kandidat politik sayap kanan jauh, jaksa, blogger dan nasionalis

Sol (mitologi Romawi)

The Cult of Sol Invictus. Leiden: Brill. EPRO 223. Hijmans, Steven (1996). "The Sun which did not rise in the East: The cult of Sol Invictus in the light

Mahkota

Rhodes, dipakai oleh kaisar Romawi sebagai bagian dari kelompok pemujaan Sol Invictus sebelum konversi Kekaisaran Romawi untuk Kekristenan. Hal itu disebut

Daftar dewa-dewi Romawi

khususnya keamanan Kekaisaran Romawi. Silvanus, dewa hutan dan rimba. Sol Invictus, dewa matahari. Somnus, dewa tidur; disamakan dengan dewa Yunani Hipnos

Faith No More

dan 2010, dan merilis album studio ketujuh, Sol Invictus, pada Mei 2015. Setelah siklus tur Sol Invictus, Faith No More hiatus sekali lagi. Pada November

Malak Bel

untuk Sol Invictus di Roma; kebanyakan ahli menganggap Sol Invictus milik Aurelian berasal dari Syria, merupakan kelanjutan dari kultus Sol Invictus Elagabalus

Gereja Yesus Sejati

tanggal 25 Desember pada mulanya adalah Hari Kelahiran Dewa Matahari/Sol Invictus, karena pada masa lampau penduduk kota Roma merayakan pesta besar yang

Matahari

tahun Matahari ditetapkan sebagai hari libur yang dirayakan sebagai Sol Invictus (secara harfiah bermakna 'Matahari Tak Tertaklukkan') tepat setelah perayaan