KRD seri KiHa 40 untuk layanan Erimo Express, Hokkaido, Jepang

Kereta rel diesel (KRD) merupakan jenis kereta api berpenggerak sendiri yang ditenagai mesin diesel. Dalam operasi normal, KRD tidak memerlukan lokomotif, karena mesin sudah dipasang pada satu atau lebih kereta. Kereta rel unit tunggal (railcar) bertenaga diesel juga digolongkan sebagai KRD. KRD dapat digolongkan berdasarkan jenis transmisinya: diesel–mekanik KRDM, diesel–hidraulik KRDH, atau diesel–elektrik KRDE.

Rancang bangun

sunting

Mesin diesel pada KRD dipasang pada ruangan khusus maupun di bawah lantai. Kabin masinis dapat berada di kedua ujung, salah satu ujung, atau menggunakan unit terpisah.

Jenis berdasarkan transmisi

sunting

KRD biasanya diklasifikasikan berdasarkan metode penyaluran tenaga penggerak ke rodanya.[butuh rujukan]

Diesel–mekanik

sunting

Pada kereta rel diesel–mekanik (KRDM), energi putar mesin disalurkan melalui gearbox dan poros penggerak langsung ke roda kereta, sama seperti mobil. Pemindahan transmisi gigi dapat dilakukan secara manual oleh masinis, seperti pada sebagian besar KRD British Rail generasi pertama, tetapi pada sebagian besar penggunaannya, transmisi gigi dilakukan secara otomatis.

Diesel–hidraulik

sunting
Mesin diesel terpasang di bawah rangka dengan transmisi hidraulik pada KRD JR Shikoku seri 2700

Pada kereta rel diesel–hidraulik (KRDH), konverter torsi hidraulik, yang bertindak sebagai kopling fluida, berfungsi sebagai tempat transmisi tenaga penggerak mesin diesel untuk memutar roda. KRDH ada yang dilengkapi perpaduan transmisi hidraulik dan mekanik (hidromekanik), dan umumnya transmisi akan berubah menjadi mekanik saat KRDH melaju tinggi. Tujuannya adalah untuk mengurangi RPM dan kebisingan mesin.

Diesel–elektrik

sunting

Pada kereta rel diesel–elektrik (KRDE), mesin diesel menggerakkan generator atau alternator sehingga menghasilkan energi listrik. Arus listrik kemudian disalurkan ke motor traksi listrik pada roda atau bogie dengan cara yang sama seperti lokomotif diesel–elektrik konvensional.[1] KRDE desain lama terkadang hanya menggunakan motor traksi dan tidak menggunakan mesin diesel dan generator listrik. Sedangkan KRDE modern memiliki mesin diesel, generator dan motor traksi pada satu unit kereta masing-masing.[2]

Pada KRDE tertentu, seperti Bombardier Voyager, setiap unit kereta sepenuhnya berpenggerak mandiri karena tiap kereta memiliki mesin, generator, dan motor listriknya sendiri.[1] Pada desain lain, seperti KRDE British Rail Class 207 atau Stadler GTW dan Stadler FLIRT,[3] Beberapa kereta dalam rangkaian tidak memiliki penggerak atau hanya memiliki motor listrik, sementara arus listriknya sendiri diperoleh kereta lain yang diperlengkapi generator dan mesin.

Dengan transmisi diesel–elektrik, beberapa KRD dapat berasal dari KRL tanpa pantograf atau sepatu kontak (misalnya pada British Rail Southern Region), yang sumber tenaganya "digantikan" oleh satu atau lebih generator diesel di dalamnya. KRD jenis ini dapat ditingkatkan menjadi "kereta rel elektro–diesel" atau "kereta rel hibrida" dengan menambahkan satu atau dua pantograf atau sepatu kontak (dengan konverter yang tepat,[butuh klarifikasi] jika diperlukan) dan modifikasi terkait pada sistem kelistrikan.[butuh rujukan]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Cutting noise and smoothing the ride". Railway Gazette International. 1 August 2000. Diarsipkan dari asli tanggal 4 June 2012. Diakses tanggal 20 January 2011. In the Voyager application, every car has a Cummins underfloor engine and alternator supplying power to a pair of body-mounted traction motors. Each drives one inner axle through a cardan shaft and axle-mounted final drive gearbox.
  2. ^ Haroen, Yanuarsyah (2017). Sistem Transportasi Elektrik. Bandung: ITB Press. hlm. 12. ISBN 978-602-7861-65-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Stadler Flirt DMU/DEMU contoh: Elron Elektriraudtee Kelas 2200, 2300, dan 2400, TEXRail Stadler FLIRT.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Minitab

dapat digunakan untuk membuat dugaan. . Time series plots, exponential smoothing, trend analysis. Statistical Process Control Analisis sistem pengukuran

Peramalan (bisnis)

sebelumnya α {\displaystyle \alpha } = kosntanta smoothing atau weighting yaitu 0 < α < 1 Niali konstanta smoothing yaitu α merupakan nilai kesalahan ramalan

Claude Shannon

tentang kajian pengendalian kebakaran, sebuah esai khusus berjudul "Data Smoothing and Prediction in Fire-Control Systems", yang ditulis bersama oleh Shannon

Statistika

General Decomposition Trend Stationarity Seasonal adjustment Exponential smoothing Cointegration Structural break Granger causality Specific tests Dickey–Fuller

Loctite

pelumas industri [14] Machining compound yang melengkapi proses cutting, smoothing, dan finishing Produk potting dan enkapsulasi untuk memperkuat rakitan

Efek pengacau

General Decomposition Trend Stationarity Seasonal adjustment Exponential smoothing Cointegration Structural break Granger causality Specific tests Dickey–Fuller

Inception (arsitektur pemelajaran mendalam)

auxiliary classifiers diperlukan. Mereka juga mengusulkan teknik label-smoothing regularization dalam klasifikasi. Untuk gambar berlabel c {\displaystyle

Kodeterminasi

participation in new spheres as a good in itself, reducing "alienation", and smoothing management-labour relations to prevent strong conflicts. A collection