Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Sinki (Nepali: सिन्की) merupakan salah satu makanan fermentasi tradisional dari Nepal yang memiliki kemiripan dengan gundruk, namun berbeda dalam bahan dasarnya. Jika gundruk dibuat dari daun-daunan hijau yang difermentasi, sinki dibuat khusus dari akar lobak (Raphanus sativus), yang memberikan rasa asam tajam dan aroma khas yang kuat. Hidangan ini telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat Nepal selama berabad-abad dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk kearifan lokal dalam mengawetkan hasil panen.[1][2]
Pembuatan
suntingProses pembuatan sinki dilakukan dengan metode fermentasi alami yang unik. Akar lobak yang sudah tua terlebih dahulu diiris tipis, kemudian ditekan ke dalam lubang di tanah yang telah dilapisi dengan bambu dan jerami agar tetap bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Setelah itu, lubang ditutup rapat menggunakan lapisan tanaman, batu, kayu, dan akhirnya lumpur untuk menjaga suhu dan kelembapan yang stabil. Fermentasi berlangsung selama kurang lebih satu bulan, selama itu mikroorganisme alami bekerja memecah gula dalam lobak menjadi asam organik yang memberikan rasa asam khas pada sinki.[3]
Setelah proses fermentasi selesai, lobak yang telah diawetkan dikeluarkan, dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, dan kemudian disimpan di tempat kering untuk digunakan kapan saja. Dalam kondisi penyimpanan yang baik, sinki dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa kehilangan cita rasa dan nilai gizinya. Produk ini umumnya digunakan sebagai bahan tambahan dalam sup, kari, atau acar, dan sering disajikan selama musim dingin ketika sayuran segar sulit diperoleh. Dengan kandungan serat dan probiotik alaminya, sinki tidak hanya menjadi pelengkap rasa dalam masakan, tetapi juga dikenal bermanfaat bagi kesehatan pencernaan masyarakat pegunungan Nepal.[4]
Penyajian
suntingHidangan umum yang menggunakan sinki adalah sup sederhana yang dibuat dengan merendam lobak fermentasi dalam air selama sekitar 10 menit, sementara sayuran cincang seperti bawang bombay, tomat, dan cabai ditumis dalam minyak dengan irisan lobak yang disaring, dengan sedikit garam dan bubuk kunyit. Sup ini, yang biasanya disajikan dengan nasi putih, dibuat dengan menambahkan air dan memasak sayuran selama 10 menit lagi hingga semua bahan empuk.
Sinki juga dikonsumsi sebagai acar. Untuk membuat acar, sinki tidak dikeringkan. Sebaliknya, sinki langsung dicampur dengan rempah-rempah dan dikemas dalam botol.
Referensi
sunting- ^ Times, Nepali (2018-07-06). "A Kiwi takes to gundruk". nepalitimes.com. Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ "A fervour for fermentation". Deccan Herald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ "Gundruk and Sinki: The Art of Fermenting Vegetables in Nepal". The Wonder Nepal (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
- ^ Team, Superlive Tech. "Mendaki Gunung di Nepal, Jangan Lupa Untuk Mencicipi 8 Pilihan Kuliner Khasnya Yang Nikmat!". superlive.id. Diakses tanggal 2025-11-07.