Beberapa dari ragam jenis warna syelak

Syelak yaitu adalah sebuah resin yang biasanya hanya dikeluarkan oleh serangga lak betina yang ditemukan di pohon-pohon di perhutanan wilayah negara India dan Thailand. Syelak diproses dan dijual sebagai serpihan kering yang selanjutnya dilarutkan cairan khusus untuk akhirnya menghasilkan lak cair, yang digunakan sebagai pewarna kuas, glasir makanan, dan juga pelapis kayu.[1]

Fungsi

sunting

Syelak berfungsi sebagai primer alami yang tangguh, sealant pengamplasan, penghalau tanin, penghalau bau, zat pewarna, dan pernis kayu. Syelak pernah digunakan dalam aplikasi listrik karena memiliki kualitas yang bagus untuk isolasi yang baik dan mampu menyegel kelembapan.

Sejak menggantikan minyak dan lilin pada abad ke-19, syelak adalah salah satu pernis kayu yang dominan di Dunia Barat sampai sebagian besar digantikan oleh pernis nitroselulosa pada tahun 1920-an dan 1930-an.[2]

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hewan

Diarsipkan dari asli tanggal 13 July 2016. Diakses tanggal 6 July 2016. "How Shellac Is Manufactured". The Mail. Adelaide. 18 December 1937. Diarsipkan dari

Bidara

yang terbungkus kotoran kutu lak itu dipanen untuk menghasilkan sirlak (shellac). Tanaman ini terutama tumbuh baik di wilayah yang memiliki musim kering

Tiga Dara

oleh perusahaan rekaman asal Jakarta, Dendang. Rekaman ini berbahan dasar shellac dan berisi dua lagu tema yaitu "Tiga Dara" dan "Lagu Gembira". Seluruh

Plastik

plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet

Perekam suara

berbeda membuat 78 dan LP. (Inggris) The manufacturing and production of shellac records. Educational video, 1942. (Inggris) The manufacturing and production

Kesambi

satu pohon inang terpenting bagi kutu lak (Kerria lacca). Lak dan syelak (shellac), resin lengket yang digunakan sebagai bahan pewarna, pengilat makanan

Lilin lebah

penerapannya oleh manusia selain getah perca, tanduk, cangkang kura-kura, dan shellac. Lilin lebah telah ditemukan di makam firaun, kapal viking, dan reruntuhan

Hewan dalam kehidupan manusia

versi aslinya tanggal 13 July 2016. Diakses tanggal 6 July 2016. "How Shellac Is Manufactured". The Mail (Adelaide, SA : 1912 – 1954). 18 Dec 1937. Diakses