Sencha adalah teh hijau yang digulung, dibentuk, dan dikeringkan. Langkah-langkah ini menghasilkan bentuk teh seperti pilinan tabung yang tipis. Akhirnya, setelah pengeringan, pucuk daun teh dipanggang untuk membantu pengawetan dan memperkaya citarasa.[1]

Tahap pengukusan permulaan adalah tahap yang membedakan rasa antara teh hijau Cina dan Jepang, teh hijau Jepang lebih kuat citarasa daunnya, hampir mirip rerumputan (beberapa juga mirip rumput laut). Infusi dari sencha dan teh hijau lainnya adalah bahwa pengukusan (seperti sebagian besar teh hijau Jepang) juga menghasilkan warna yang lebih hijau dan berasa lebih getir daripada teh hijau Cina.

Sencha sangat merakyat di Jepang, diminum panas-panas di bulan-bulan yang dingin dan biasanya dibekukan di bulan-bulan panas.

Referensi

sunting
  1. ^ "Mauna Kea Tea Import - Proses Produksi Sencha". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-02. Diakses tanggal 2009-10-24.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teh hijau

berbagai jenis kue tradisional Jepang (wagashi), berbagai permen dan coklat. Sencha Teh hijau yang biasa diminum sehari-hari, dibuat dari daun yang dibiarkan

Matca

untuk matcha tidak diremas-remas seperti sewaktu membuat teh hijau jenis Sencha atau Gyokuro. Alat penggiling dari batu digunakan untuk menggiling daun

Upacara minum teh (Jepang)

menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō. Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum

Teh

Kamairicha Konacha Kukicha Longjing Matcha Maojian Mecha Mengding Ganlu Sencha Shincha Tamaryokucha Teh putih Peony Putih Jarum Perak Shoumei Teh kuning

Teh boba

Kamairicha Konacha Kukicha Longjing Matcha Maojian Mecha Mengding Ganlu Sencha Shincha Tamaryokucha Teh putih Peony Putih Jarum Perak Shoumei Teh kuning

Teh Thai

Kamairicha Konacha Kukicha Longjing Matcha Maojian Mecha Mengding Ganlu Sencha Shincha Tamaryokucha Teh putih Peony Putih Jarum Perak Shoumei Teh kuning

Keyakinan dalam Buddhisme

Zaman Kemunduran Dharma. (Kelanjutan dari 'selektif Buddhisme', Jepang:senchaku bukkyō, juga berdampak pada aliran Nichiren.) Ketiga, walaupun pada perkembangan

Kantong teh

Kamairicha Konacha Kukicha Longjing Matcha Maojian Mecha Mengding Ganlu Sencha Shincha Tamaryokucha Teh putih Peony Putih Jarum Perak Shoumei Teh kuning