Selenium trioksida[1]
Rumus
Rumus
Model
Model
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/O3Se/c1-4(2)3 checkY
    Key: VFLXBUJKRRJAKY-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/O3Se/c1-4(2)3
    Key: VFLXBUJKRRJAKY-UHFFFAOYAC
  • O=[Se](=O)=O
Sifat
SeO3
Massa molar 126.96 g/mol
Penampilan Kristal higroskopik putih
Densitas 3.44 g/cm3
Titik lebur 11.835 °C (21.335 °F; 12.108 K)
Titik didih menyublim
sangat mudah larut
Struktur
tetragonal
Bahaya
tidak terdaftar
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
7 mg/kg (tikus, lewat mulut)
7.08 mg/kg (tikus, lewat mulut)
5.06 mg/kg (marmut, lewat mulut)
2.25 mg/kg (kelinci, lewat mulut)
13 mg/kg (kuda, lewat mulut)[2]
13 mg/kg (babi, lewat mulut)
9.9 mg/kg (sapi, lewat mulut)
3.3 mg/kg (kambing, lewat mulut)
3.3 mg/kg (domba, lewat mulut)[2]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Selenium trioksida adalah senyawa anorganik dengan rumus SeO3. Senyawa ini merupakan senyawa higroskopik yang padat dan berwarna putih. Senyawa ini juga tergolong sebagai oksidator dan asam Lewis. Bahan ini adalah mendahulu senyawa Se(VI).[3]

Preparasi

sunting

Selenium trioksida sulit disiapkan karena dioksidanya sangat tidak stabil:

2 SeO3 → 2 SeO2 + O2

Senyawa ini telah dibuat dengan sejumlah cara walaupun dioksidanya tidak terbakar dalam keadaan normal.[3] Salah satu metodenya memerlukan proses dehidrasi asam selenat anhidrat dengan fosfor pentoksida pada suhu 150–160 °C. Cara lain adalah dari reaksi sulfur trioksida cair dengan kalium selenat

SO3 + K2SeO4 → K2SO4 + SeO3

Reaksi

sunting

SeO3 memiliki karakteristik yang lebih menyerupai sulfur trioksida SO3 daripada telurium trioksida, TeO3.[3]

Pada suhu 120 °C SeO3, bereaksi dengan selenium dioksida dan membentuk senyawa Se(VI)-Se(IV):[4]

SeO3 + SeO2 → Se2O5

Selenium trioksida juga dapat bereaksi dengan selenium tetrafluorida dan membentuk selenoil fluorida (analog sulfuril fluorida):

SeO3 + SeF4 → SeO2F2

Jika direaksikan dengan litium oksida dan natrium oksida, unsur ini dapat membentuk garam SeVIO54− dan SeVIO66−:[5]

Referensi

sunting
  1. ^ Lide, David R. (1998). Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 87). Boca Raton, FL: CRC Press. hlm. 4–81. ISBN 0-8493-0594-2.
  2. ^ a b "Selenium compounds (as Se)". Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  3. ^ a b c Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier ISBN 0123526515
  4. ^ Z. Žák "Crystal structure of diselenium pentoxide Se2O5" Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie 1980, volume 460, pp. 81–85. doi:10.1002/zaac.19804600108
  5. ^ Handbook of Chalcogen Chemistry: New Perspectives in Sulfur, Selenium and Tellurium, Franceso A. Devillanova, Royal Society of Chemistry, 2007, ISBN 9780854043668

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Schmidt, Prof. Dr. Max; Bornmann, Dr. P.; Wilhelm, Dr. Irmgard (2 Oktober 1963). "The Chemistry of Selenium Trioxide". Angewandte Chemie International Edition in English. 2 (11): 691–692. doi:10.1002/anie.196306913.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Selenium

Senyawa selenium umumnya eksis pada keadaan oksidasi −2, +2, +4, dan +6. Selenium membentuk dua oksida: selenium dioksida (SeO2) dan selenium trioksida (SeO3)

Selenium dioksida

Selenium dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SeO2. Senyawa padat yang tidak berwarna ini merupakan salah satu senyawa selenium yang paling sering

Belerang trioksida

Belerang trioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SO3. Dalam bentuk gas, spesi ini merupakan polutan yang signifikan, menjadi agen utama dalam hujan

Asam selenat

mengoksidasi selenium dioksida dengan hidrogen peroksida: SeO2 + H2O2 → H2SeO4 Tidak seperti proses produksi asam sulfat dengan memasukkan belerang trioksida ke

Kalium selenat

kalium dari asam selenat. Kalium selenat diproduksi melalui reaksi selenium trioksida dan kalium hidroksida. SeO3 + 2 KOH → K2SeO4 + H2O Atau, kalium selenat

Metaloid

trioksida telah digunakan dalam produksi gas alam, untuk meningkatkan penghilangan karbon dioksida, seperti halnya asam selenit dan telurit. Selenium

Arsen

teroksidasi di udara untuk membentuk arsen trioksida dan air, dan reaksi analog terjadi dengan belerang dan selenium, bukan oksigen. Arsen membentuk kristal

Bromin

terurai secara hebat menjadi unsur-unsurnya pada suhu 0 °C. Dibromin trioksida, sin-BrOBrO2, juga telah dikenal; ia adalah anhidrida dari asam hipobromit