Sebuah sekstan

Sekstan adalah alat navigasi pemantulan ganda yang mengukur jarak sudut di antara dua objek yang terlihat. Kegunaan utama sekstan yaitu untuk mengukur sudut antara objek astronomi dan ufuk untuk navigasi langit.

Perkiraan sudut ini, ketinggiannya, dikenal dengan istilah pembidikan atau penembakan objek, atau pengambilan bidikan.

Prinsip instrumen ini pertama kali diterapkan sekitar tahun 1731 oleh John Hadley (1682–1744) dan Thomas Godfrey (1704–1749), namun ditemukan juga kemudian dalam tulisan-tulisan Isaac Newton (1643–1727) yang tidak dipublikasikan.[1]

Tahun 1922, ia dimodifikasi untuk navigasi aeronautika oleh penavigasi Portugis dan perwira angkatan laut Gago Coutinho .

Rancangan

sunting

Rangka sekstan berbentuk juring yang kira-kira lingkaran (60°),[2] maka dinamakan ( sextāns, sextantis adalah kata Latin untuk "seperenam"). Baik instrumen yang lebih kecil maupun yang lebih besar digunakan (atau pernah digunakan): oktan, kuintan (atau pentatan ) dan kuadran (yang memantulkan dua kali) mencakup sektor-sektor dengan luas sekitar lingkaran (45°), lingkaran (72°) dan¼ lingkaran (90°), masing-masing. Semua instrumen ini dapat disebut "sekstan".

Sekstan laut
Menggunakan sekstan untuk mengukur ketinggian Matahari di atas cakrawala
Sextant juga dapat digunakan oleh navigator untuk mengukur sudut horizontal antara objek.

Lihat juga

sunting

 

Catatan

sunting
  1. ^ Brodetsky, S. (2024). Sir Isaac Newton: A Brief Account of His Life and Work. Routledge Revivals Series (Edisi 1st). Oxford: Taylor & Francis Group. hlm. 135. ISBN 978-1-032-94129-5.
  2. ^ A.), McPhee, John (John; NSW., Museums and Galleries (2008). Great Collections : treasures from Art Gallery of NSW, Australian Museum, Botanic Gardens Trust, Historic Houses Trust of NSW, Museum of Contemporary Art, Powerhouse Museum, State Library of NSW, State Records NSW. Museums & Galleries NSW. hlm. 56. ISBN 9780646496030. OCLC 302147838. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Referensi

sunting

 

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

6 (angka)

seksdaktili memiliki enam jari pada tiap tangan Instrumen pengukur yang disebut sekstan mendapat namanya karena bentuknya berupa seperenam lingkaran utuh Sebuah

Kompas

selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu

Zaman Kejayaan Islam

penting. Ilmu navigasi amat sangat berkembang, menghasilkan penggunaan sekstan dasar (dikenal sebagai kamal). Ketika digabungkan dengan peta terinci pada

Kekhalifahan Abbasiyah

melalui laut sangat penting. Ilmu navigasi sangat berkembang, memanfaatkan sekstan yang sederhana (dikenal sebagai kamal). Ketika dikombinasikan dengan peta

Sudut (geometri)

Jerman simbol ∟ telah digunakan untuk menunjukkan sebuah kuadran. Sekstan (n = 6) sekstan (sudut segitiga sama sisi) yang memiliki 16 putaran. Ini adalah

Skala vernier

menguranggi ketidakpastian dalam pengukuran. Vernier biasa digunakan pada sekstan yang digunakan dalam navigasi, alat ilmiah yang digunakan untuk melakukan

Museum Bahari

telah terkumpul beberapa alat navigasi antara lain kompas, teropong dan sekstan. Terdapat juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti

Navigasi benda langit

Sekstan, alat yang dalam pengukuran posisi dan pergerakan benda langit