Samhan adalah sebuah negeri kuno dalam periode sejarah Korea yang terdiri atas Konfederasi Mahan, Jinhan dan Byeonhan di wilayah bagian tengah dan selatan semenanjung Korea. Ke-3 buah negeri ini pada akhirnya digabungkan ke dalam 2 negeri dari Tiga Kerajaan Korea, yakni Silla dan Baekje. Oleh para sejarawan periode ini dimasukkan ke dalam subdivisi periode Tiga Kerajaan, tetapi sering kali juga dimasukkan ke dalam periode Proto Tiga Kerajaan.
Referensi
sunting
Kim, J.-B. (1974). Characteristics of Mahan in ancient Korean society. Korea Journal 14(6), 4-10. [1]
Lee, K.-b. (1984). A new history of Korea. Tr. by E.W. Wagner & E.J. Schulz, based on 1979 rev. ed. Seoul: Ilchogak. ISBN 89-337-0204-0
Yi, H.-h. (2001). International trade system in East Asia from the first to the fourth century. Korea Journal 41(4), 239-268. [2]
turnamen ini. Wasit Adam Kersey Lothar D'hondt Du Jianxin Harish Kundu Saud Al-Samhan Veronika Bernatskaia Yahya Al-Balushi Abdullah Al-Shehri Clarence Leow Wiwat
hanya didukung oleh beberapa antarmuka Halaman bahasa acak Rumpun bahasa Samhan (Hangul: 한어code: ko is deprecated ; Hanja: 韓語code: ko is deprecated ) atau
mulai mengalami disintegrasi. Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan. Goguryeo, Baekje, and
juga adalah pecahan dari Gojoseon. Samhan (三韓) adalah tiga negara konfederasi yaitu Mahan, Jinhan dan Byeonhan. Samhan terletak di bagian selatan Semenanjung
dari Tiga Kerajaan Korea. Silla bermula dari kerajaan kecil di Konfederasi Samhan. Pada tahun 660 Masehi Silla bersekutu dengan Dinasti Tang berhasil menaklukkan
"Kekaisaran Han Raya" dipilih untuk menunjukkan kebangkitan Konfederasi Samhan dari Proto-Tiga Kerajaan Korea. Arti penting dari deklarasi kekaisaran yaitu
Geon menyatakan bahwa dia telah menyatukan Tiga Han (Samhan), merujuk pada Tiga Kerajaan Korea. Samhan menjadi nama umum untuk Korea selama periode Joseon
bagian selatan, yang berkembang dari Konfederasi Byeonhan dari periode Samhan. Periode tradisional yang digunakan para sejarawan untuk rentang waktu sejarah