Sais
Peta bekas-bekas kota Sais lukisan Jean-François Champollion selama ekspedisi pada tahun 1828.
Peta bekas-bekas kota Sais lukisan Jean-François Champollion selama ekspedisi pada tahun 1828.
Negara Egypt
Zona waktuUTC+2 (EST)
 • Musim panas (DST)+3

Sais (bahasa Yunani: Σάϊς) atau Sa el-Hagar adalah kota Mesir Kuno di delta Sungai Nil Barat di cabang Canopic Nil.[1] Herodotus menulis bahwa Sais adalah tempat kuburan Osiris. Dalam dialog Plato Timaeus, Sais adalah kota di mana Solon mendapat kisah Atlantis, agresi militernya terhadap Yunani dan Mesir, kekalahan dan kehancurannya oleh bencana alam.

Sekolah kedokteran

sunting

Kuil di Sais memiliki sebuah sekolah kedokteran, sebagaimana banyak kuil Mesir kuno lainnya. Sekolah kedokteran di Sais ini mempunyai banyak murid dan guru perempuan, terutama dalam bidang ginekologi dan obstetri. Sebuah inskripsi yang ditemukan dari zaman kuno berbunyi, "Aku datang dari sekolah kedokteran di Heliopolis, dan telah belajar di sekolah perempuan di Sais, di mana ibu-ibu kudus mengajarkan kepadaku bagaimana mengobati penyakit". Musa dan istrinya, Zipora, dikisahkan pernah belajar di Heliopolis, di mana pengalaman Zipora untuk menyunat, yang dicatat dalam Kitab Keluaran pasal 4:25,[2] mengindikasikan ketrampilan kedokteran.[3]

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Mish, Frederick C., Editor in Chief. “Saïs.” Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary. 9th ed. Springfield, MA: Merriam-Webster Inc., 1985. ISBN 0-87779-508-8, ISBN 0-87779-509-6 (indexed), and ISBN 0-87779-510-X (deluxe).
  2. ^ Keluaran 4:25
  3. ^ Silverthorne, Elizabeth and Geneva Fulgham (1997). Women Pioneers in Texas Medicine. Texas A&M University Press. hlm. xvii. ISBN 978-0-89096-789-8.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mesir Kuno

menyerahkan kekuasaan Mesir kepada vassal-vassal yang dikenal sebagai raja-raja Sais dari dinasti ke-26. Pada tahun 653 SM, raja Sais Psamtik I berhasil

Neith

Dalam mitologi Mesir, Neith (juga dikenal Nit, Net, dan Neit) adalah dewi pada masa awal dalam panteon Mesir. Dia merupakan pelindung dewa Sais, di mana pemujaan

Dinasti kedua puluh empat Mesir

mencoba menguasai Mesir Hulu. Upayanya ini menarik perhatian raja Nubia, Piye, yang mencatat kemenangannya dan penaklukan Tefnakhte dari Sais serta para raja

Dinasti kedua puluh enam Mesir

kekuasaan dinasti ke-26 juga dikenal sebagai Periode Saite (berasal dari Sais, ibu kota firaun-firaun dinasti ini). Dinasti ini dapat ditelusuri keturunannya

Nome (Mesir)

adalah divisi administratif subnasional Mesir kuno. Pemakaian istilah nome dari bahasa Yunani daripada istilah Mesirnya sepat mulai muncul sejak periode Ptolemaik

Tanis

delta sungai Nil timur laut, Mesir Kuno. Kota ini merupakan ibu kota Mesir utara pada masa dinasti keduapuluh satu Mesir. Pada masa dinasti keduapuluh

Pertempuran Kadesh

Pertempuran Qadesh) adalah pertempuran yang terjadi antara pasukan Kekaisaran Mesir yang dipimpin oleh Firaun Ramesses II melawan Kekaisaran Het yang dipimpin

Dinasti Mesir Kuno

Dalam sejarah Mesir kuno, dinasti adalah deretan penguasa yang memiliki asal-usul yang sama. Secara tradisional, terdapat tiga puluh dua dinasti firaun;