Sebuah pesawat DHC-8 milik Horizon Air, yang serupa dengan pesawat yang mengalami kecelakaan | |
| Ringkasan kecelakaan | |
|---|---|
| Tanggal | 15 April 1988 |
| Ringkasan | Kebakaran mesin saat penerbangan, keluar dari landasan pacu, dan tabrakan dengan garbarata saat mendarat |
| Lokasi | |
![]() | |
| Pesawat | |
| Jenis pesawat | de Havilland Canada DHC-8-102 |
| Operator | Horizon Air |
| IATA | QX2658 |
| ICAO | QXE2658 |
| Kode panggil | HORIZON 658[a] |
| Registrasi | N819PH |
| Asal | Bandar Udara Internasional Seattle–Tacoma, Washington, Amerika Serikat |
| Tujuan | Bandar Udara Internasional Spokane, Washington, Amerika Serikat |
| Orang dalam pesawat | 40 |
| Penumpang | 37 |
| Awak | 3 |
| Tewas | 0 |
| Cedera | 31 |
| Selamat | 40 |
Pada 15 April 1988, Horizon Air Penerbangan 2658, sebuah penerbangan penumpang regional dari Seattle menuju Spokane, Washington, mengalami kecelakaan setelah keluar dari landasan saat mendarat di Bandar Udara Internasional Seattle–Tacoma dan menabrak beberapa garbarata. Pesawat yang terlibat adalah de Havilland Canada Dash 8 yang mengangkut 37 penumpang dan 3 awak. Saat sedang menanjak setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Seattle–Tacoma, mesin kanan pesawat mengalami kegagalan. Ketika awak menurunkan roda pendaratan, kebakaran muncul di rumah pelindung mesin (nacelle) sebelah kanan. Saat pendaratan, pesawat kehilangan kemampuan pengereman dan kendali arah. Pesawat kemudian membelok ke kiri keluar dari landasan dan menabrak sejumlah kereta bagasi serta garbarata sebelum akhirnya terbakar. Meskipun pesawat hancur akibat benturan dan kebakaran, seluruh 40 orang di dalamnya selamat.
Latar belakang
suntingPesawat
suntingPesawat yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah de Havilland Canada DHC-8-102 yang diproduksi oleh de Havilland Canada pada Desember 1985. Pesawat tersebut melakukan penerbangan perdananya pada 1986 sebelum dikirimkan kepada Horizon Air pada Februari 1987 dengan registrasi N819PH. Sebelum kecelakaan terjadi, pesawat telah mencatat total 3.106 jam terbang rangka pesawat serta melakukan 4.097 kali lepas landas dan pendaratan.[1][2]
Awak
suntingKapten penerbangan tersebut adalah Carl Eric Carlson yang berusia 38 tahun. Ia direkrut oleh Air Oregon pada Juni 1979. Ketika Air Oregon diintegrasikan ke dalam Horizon Air, Carlson kemudian direkrut oleh Horizon Air pada September 1981. Selain menerbangkan DHC-8, ia juga memiliki kualifikasi untuk menerbangkan Fairchild SA-227. Pada saat kecelakaan terjadi, ia telah memiliki total 9.328 jam terbang, dengan 981 jam di antaranya menggunakan DHC-8.
Kopilot penerbangan tersebut adalah Mark Raymond Hilstad yang berusia 35 tahun. Ia direkrut oleh Horizon Air pada Maret 1987. Saat kecelakaan terjadi, ia telah memiliki total 3.849 jam terbang, dengan 642 jam di antaranya menggunakan DHC-8.[1]
Kecelakaan
sunting
Pada 15 April 1988, pesawat tersebut sedang melayani penerbangan domestik terjadwal dari Seattle, Washington, menuju Spokane. Saat kejadian, pesawat terisi penuh dengan 3 awak dan 37 penumpang. Pemeriksaan sebelum penerbangan dilakukan oleh Kopilot Hilstad dan tidak menemukan adanya kelainan. Pada pukul 18.10, Penerbangan 2658 mulai melakukan proses mundur dari gerbang keberangkatan (pushback) dan tiga menit kemudian mendapat izin untuk bergerak menuju landasan pacu 16L. Pesawat memperoleh izin lepas landas pada pukul 18.25 dan Kapten Carlson segera memulai proses lepas landas. Seluruh proses berlangsung normal dan pesawat mengudara pada kecepatan 101 kn (187 km/h; 116 mph).[1]
Setelah lepas landas, Penerbangan 2658 naik hingga sekitar 1.000 ft (300 m) dan mulai berbelok ke kiri. Pada saat itu, salah seorang penumpang melihat adanya kebocoran cairan dari mesin kanan. Setelah belokan selesai dan pesawat berada dalam posisi datar, jumlah cairan yang keluar mulai berkurang. Pada waktu yang hampir bersamaan, awak pesawat menyadari adanya kehilangan tenaga pada mesin kanan. Kapten Carlson meningkatkan tuas daya mesin hingga posisi maksimum, tetapi mesin kanan tidak memberikan respons. Awak kemudian memutuskan kembali ke bandar udara dan Kopilot Hilstad menyatakan keadaan darurat kepada pengatur lalu lintas udara (ATC). Carlson melakukan pola lintasan sejajar landasan sebelum berbelok untuk mendarat (downwind), dan pada pukul 18.30, sekitar 5.300 ft (1.600 m) dari landasan, awak menurunkan roda pendaratan.[1]
Saat berbelok menuju jalur pendekatan akhir, Kopilot Hilstad melihat kilatan cahaya dari mesin kanan. Ia menyadari bahwa sebagian panel di sayap kanan telah terlepas dan terbakar. Penumpang yang sebelumnya melihat kebocoran bahan bakar juga melihat kobaran api serta potongan penutup mesin jatuh dari pesawat. Setelah Hilstad memberi tahu Kapten Carlson mengenai kebakaran tersebut, awak menurunkan sirip sayap hingga sudut 15 derajat dan mengaktifkan sistem pemadam kebakaran pada mesin kanan. Namun, Hilstad masih dapat melihat api dari sisi kanan pesawat.[1]
Pada ketinggian sekitar 100 ft (30 m) di atas tanah, awak menyadari bahwa kendali pesawat merespons lebih lambat dari biasanya. Penerbangan 2658 akhirnya mendarat di landasan pacu 16L pada pukul 18.31.53 dan segera mulai bergerak menyimpang ke kiri dari garis tengah landasan. Kapten Carlson mencoba menggunakan kemudi roda depan, pengereman diferensial, serta kemudi ekor, tetapi ia mendapati bahwa pesawat sama sekali tidak dapat dikendalikan arahnya. Ia kemudian mengaktifkan rem parkir darurat untuk mencoba memperlambat pesawat. Kopilot Hilstad memberi tahu ATC bahwa mereka kehilangan kendali sebelum pesawat melintas di dekat menara pengawas. Sayap kiri pesawat pertama kali menghantam garbarata B7 dan menyebabkan kerusakan besar. Sayap kiri kemudian menabrak garbarata B9 hingga terlepas dari badan pesawat. Pesawat juga menabrak dan menghancurkan sejumlah kereta bagasi serta berbagai peralatan darat ketika meluncur di area antara garbarata B7 dan B9 sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam garbarata B11 pada pukul 18.32.31.[1]
Operasi pemadaman dan penyelamatan dimulai hanya 15 detik setelah pesawat berhenti. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, tetapi 27 orang mengalami luka ringan dan 4 orang mengalami luka serius. Keempat penumpang yang mengalami luka serius semuanya duduk di sisi kanan pesawat. Sebanyak 18 orang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Awak penerbangan menjadi orang terakhir yang meninggalkan pesawat karena mereka harus menunggu petugas pemadam kebakaran membuka pintu kokpit yang macet dari luar.[1][3]
Pesawat mengalami kerusakan berat akibat kebakaran mesin saat mengudara dan kemudian hancur ketika menghantam berbagai rintangan di darat. Pesawat dinyatakan tidak dapat diperbaiki dan menjadi kehilangan total pertama dalam seri DHC-8. Selain pesawat, sejumlah peralatan lain juga mengalami kerusakan atau hancur, termasuk papan penanda landasan, kereta bagasi, truk pikap, unit daya bantu darat, serta tiga garbarata. Nilai kerugian dari peralatan yang rusak diperkirakan mencapai 280.000 Dolar AS.[1]
Investigasi
suntingDewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan ini. Tim investigasi tiba di lokasi pada sore hari berikutnya. Penyelidikan tersebut juga melibatkan perwakilan dari Federal Aviation Administration, Horizon Air, dan de Havilland Canada.[1]
Perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR) berhasil ditemukan dalam kondisi utuh di antara puing-puing pesawat. Namun, sebagian data setelah pendaratan tidak terekam pada FDR, yang diduga disebabkan oleh hilangnya sebagian daya listrik akibat kebakaran. Sayap kanan mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Sebuah panel akses mesin kanan ditemukan sekitar 10.300 ft (3.100 m) dari bandar udara, tepatnya di halaman sebuah sekolah. Tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran pada panel tersebut. NTSB menyimpulkan bahwa panel akses itu terlepas akibat dampak ledakan bahan bakar.[1]
Kamera CCTV di bandar udara merekam proses pendaratan, pergerakan di landasan, hingga kecelakaan Penerbangan 2658. Rekaman tersebut kemudian dianalisis menggunakan peningkatan elektronik (electronic enhancement). Dari hasil analisis, NTSB menemukan bahwa panel penghambat angkat yang membantu pengereman setelah mendarat (ground spoiler) tidak aktif setelah pesawat mendarat.[1]
NTSB juga menyelidiki hilangnya kendali arah saat pendaratan. Dalam kondisi normal, pompa hidraulik cadangan akan memasok tekanan hidraulik ke berbagai perangkat kendali, termasuk ground spoiler, rem parkir, dan kemudi roda depan, bahkan ketika mesin kanan dimatikan. Namun, akibat kebakaran, sistem hidraulik cadangan tidak dapat berfungsi. Kegagalan yang sama juga terjadi pada sistem hidraulik yang berkaitan dengan mesin kiri. Akibatnya, spoiler, rem darurat, rem parkir, kemudi roda depan, dan kemudi arah bagian atas menjadi tidak berfungsi. NTSB menyimpulkan bahwa kebakaran menyebabkan seluruh sistem hidraulik gagal beroperasi, yang membuat awak tidak mampu memperlambat maupun mengendalikan pesawat setelah mendarat.[1]
Pada Maret 1989, NTSB merilis laporan akhir dan menyimpulkan:[1]
"Penyebab paling mungkin dari kecelakaan ini adalah pemasangan penutup penyaring bahan bakar bertekanan tinggi yang tidak tepat sehingga menyebabkan kebocoran bahan bakar dalam jumlah besar dan kebakaran di nacelle mesin kanan. Pemasangan yang tidak benar kemungkinan terjadi di pihak produsen mesin. Namun, kegagalan personel perawatan maskapai dalam mendeteksi dan memperbaiki kesalahan pemasangan tersebut turut berkontribusi terhadap kecelakaan. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah terlepasnya panel akses tengah mesin kanan akibat ledakan bahan bakar, yang membuat sistem pemadam kebakaran tidak efektif dan memungkinkan jalur hidraulik terbakar, sehingga menyebabkan hilangnya kendali pesawat secara total di darat."
Catatan kaki
sunting- ^ Menurut transkrip CVR dalam laporan NTSB, kode panggilan yang digunakan selama penerbangan adalah "Horizon six fifty eight"
Referensi
sunting- ^ a b c d e f g h i j k l m Horizon Air, Inc., de Havilland DHC-8, Seattle-Tacoma International Airport, Seattle, Washington, April 15, 1988 (PDF) (Report) (dalam bahasa Inggris). Dewan Keselamatan Transportasi Nasional. 6 Maret 1989. NTSB/AAR-89/02. Diakses tanggal 5 April 2025.
- ^ Ranter, Harro. "Runway excursion Accident de Havilland Canada DHC-8-102, N819PH, Friday 15 April 1988" [Kecelakaan keluar landasan pacu pesawat de Havilland Canada DHC-8-102, N819PH, Jumat, 15 April 1988] (dalam bahasa Inggris). Aviation Safety Network. Diakses tanggal 5 April 2025.
- ^ "18 Injured in Seattle Plane Crash" [18 terluka dalam kecelakaan pesawat di Seattle]. The New York Times (dalam bahasa Inggris). 16 April 1988. Diakses tanggal 12 Mei 2026.
