Pusat penelitian Tenaga Nasional di Selangor, Malaysia.

Penelitian atau riset sering didefinisikan sebagai suatu proses penyelidikan yang dilakukan secara sistematis dan ilmiah, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasi, dan mengetahui fakta-fakta (realitas).[1][2] Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan informasi menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah.[3]

Etimologi

sunting

Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris 'research' yang diturunkan dari bahasa Prancis Pertengahan: recerche, yang memiliki arti harfiah 'mulai mencari'.[4]

Dalam ilmu kepustakaan penelitian berasal dari kata research yang terdiri dari re yang berarti kembali dan search yang berarti menemukan sesuatu penuh kehati-hatian.[5]

Pendekatan Penelitian

sunting

Pendekatan penelitian bermula dari paradigma penelitian yang digunakan baik tersurat maupun tersirat oleh peneliti dalam usulan dan laporan penelitiannya. Creswell (2018) mengelompokkan pendekatan penelitian dalam 3 (tiga) kelompok yakni pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif dan pendekatan campuran.[6]

Negara Populasi (juta) Riset
 Indonesia 245,45 113
 Malaysia 24,39 117
 Vietnam 84,40 201
 Singapura 4,49 253
 Pakistan 165,80 584
 Taiwan 23,04 3.911
Korea Selatan Korea Selatan 48,85 6.493
 Australia 20,26 6.961
Publikasi Riset di Bidang Fisika.
Sumber: SLAC Library, Stanford University,
AS. Mei 2006

Kriteria riset yang baik untuk bidang sains dan teknologi

sunting

Sebuah riset yang baik akan menghasilkan:

  1. Produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas purwarupa).
  2. Paten.
  3. Publikasi di jurnal ilmiah internasional.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  • Kompas, Senin, 8 Mei 2006. Teropong Opini: Iptek Indonesia. Berada di Titik Nadir, Siapa Bertanggung Jawab? Oleh: Terry Mart. Lektor Golongan IIIB pada Departemen Fisika FMIPA UI. Hal. 41.
  1. ^ Putri, Vanya Karunia Mulia (26 Maret 2021). "Penelitian: Definisi, Ciri, Sikap, Jenis dan Syaratnya". Kompas. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  2. ^ Bungin, Burhan (2020). Post-Qualitative Social Research Methods: Kuantitatif-Kualitatif Mixed Methods Positivism-Postpositivism-Phenomenology- Postmodern Filsafat, Paradigma, Teori, Metode dan Laporan. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP. hlm. 1. ISBN 978-623-218-592-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Wibawanto, Hari (2021). MSLK5109 – Analisis Penelitian di Era Digital (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. hlm. 1–32. ISBN 9786233120005. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Merriam-Webster. "Research". Merriam-Webster.com Dictionary. Diakses tanggal 13 Juli 2023.
  5. ^ Dianta, I Made Pasek (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif Dalam Justifikasi Teori. Jakarta: Prenada Media. hlm. 1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Hamdi, Muchlis; Jannah, Lina Miftahul (2020). Metode Penelitian (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. hlm. 39–40. ISBN 9786233125895. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar Menteri Riset dan Teknologi Indonesia

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) merupakan salah satu bekas jabatan pemerintahan di Indonesia. Sebelumnya posisi ini dikenal dengan Menteri Riset, Teknologi

Nadiem Makarim

Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2019-2021. Ia merupakan pendiri Gojek, sebuah perusahaan

Riset pasar

Riset pasar atau penelitian pasar (bahasa Inggris: market researchcode: en is deprecated ) adalah rancangan, pengumpulan, analisis dan pelaporan yang

Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia

Kementerian Riset dan Teknologi (disingkat Kemenristek) adalah bekas kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang riset, ilmu

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional, disingkat BRIN, adalah lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden

Daftar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia

Jenderal Pendidikan Tinggi dipisahkan, dan digabung dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Soemitro Djojohadikoesoemo

sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Riset dalam lima kabinet yang berbeda. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas

Sumatera Utara

mencatat jumlah Taman Kanak-Kanak di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia di provinsi ini sebanyak 3.167 sekolah