Atas: Ekspresi gen tengah terhenti. Tidak ada laktosa untuk berikatan dengan repressor,sehingga repressor berikatan dengan operon, yang menghalangi ekspresi gen untuk sintesis enzim laktase. Bawah: Ekspresi gen tengah berjalan. Laktosa berikatan dengan repressor, repressor terlepas dari situs pengikatan, RNA polimerase dapat menempel pada situs pengenalan, sehingga ekspresi gen dapat berjalan. Seiring berjalannya waktu, laktase akan mencerna laktosa, ketika konsentrasi laktosa sangat rendah, protein repressor akan kembali menempel pada situs pengikatan.

Dalam genetika, gen pengatur adalah sebuah gen yang berfungsi untuk meregulasi ekspresi gen yang lain.[1] Gen pengatur dapat menyandikan protein, atau gen tersebut dapat bekerja dalam tahap RNA, seperti dalam produksi microRNA. Di dalam prokariota, gen pengatur dapat meregulasi gen struktur melalui induksi maupun represi.[2] Jalur induksi berarti ekspresi sebuah gen struktur dapat diinduksi melalui keberadaan senyawa kimia dalam lingkungan, sementara jalur represi adalah ketika ekspresi gen struktur terhambat oleh keberadaan senyawa kimia dalam kadar tertentu.[2]

Salah satu contoh fenomena induksi gen adalah pada operon lac.[2] Pada operon lac, ekspresi gen regulator menyandikan protein repressor yang berfungsi untuk menahan ekspresi suatu gen.[2] Namun dalam keberadaan induser seperti laktosa, protein repressor akan terlepas dari situs pengikatannya, sehingga ekspresi gen struktur dapat berjalan.[2]

Kemudian, ekspresi gen trp, sebagai gen yang berperan dalam sintesis asam amino triptofan, adalah salah satu contoh fenomena jalur represi.[2] Disini gen regulator juga berperan dalam menyandikan protein repressor, tetapi perbedaannya terdapat pada mekanisme kerja protein tersebut, yaitu dalam keberadaan senyawa produk (asam amino triptofan), protein akan menempel pada situs pelekatan dan menghambat ekspresi gen struktur.[2] Jika asam amino tersebut mencapai kadar yang rendah, struktur protein repressor akan berubah, sehingga protein terlepas dari situs pelekatan, membuat ekspresi gen struktur kembali berjalan.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve
  2. ^ a b c d e f g h (Inggris)Mayer G. 2010. GENETIC REGULATORY MECHANISMS Diarsipkan 2012-12-13 di Wayback Machine.. University of South Carolina. Diakses 14 Juni 2014.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Model ABC perkembangan bunga

hanya ditemukan di tumbuhan. AP2 juga telah terbukti kompleks dengan co-repressor TOPLESS (TPL) dalam mengembangkan kuncup bunga untuk menekan gen kelas

Vernalisasi

"The FRIGIDA Complex Activates Transcription ofFLC, a Strong Flowering Repressor in Arabidopsis, by Recruiting Chromatin Modification Factors". The Plant

Transisi epitelial-mesenkimal

Sarkisian CJ, Portocarrero CP, Sterner CJ, dkk (2005). "The transcriptional repressor Snail promotes mammary tumor recurrence". Cancer Cell. 8 (3): 197–209

Leukemia mieloid akut

(Runt-related transcription factor 1) - RUNX1T1 (RUNX1 partner transcriptional co-repressor 1) yang merupakan protein AML, CBFB (Core-binding factor subunit beta)

Genetika

Alberts et al. (2002), II.3. Control of Gene Expression – The Tryptophan Repressor is a Simple Switch That Turns Genes On and Off in Bacteria Jaenisch R

Staphylococcus aureus resisten-metisilin

yang mengurangi represi. Regulasi mecA juga dikendalikan oleh dua co-repressor, blaI dan blaR1, yang masing-masing homolog dengan mecI dan mecR1, dan

NF-κB

Eisenbach L (June 1993). "KBF1 (p50 NF-kappa B homodimer) acts as a repressor of H-2Kb gene expression in metastatic tumor cells". The Journal of Experimental

Situs pengikat DNA

Maniatis T, Ptashne M, Barrell BG, Donelson J (1974). "Sequence of a repressor-binding site in the DNA of bacteriophage lambda". Nature. 250 (465): 394–397