| Oecophylla Rentang waktu: Eocene - Recent
| |
|---|---|
| Weaver ant (Oecophylla smaragdina) major worker (Vietnam). | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Hymenoptera |
| Famili: | Formicidae |
| Subfamili: | Formicinae |
| Tribus: | Oecophyllini |
| Genus: | Oecophylla Smith, 1860 |
| Spesies | |
|
†Oecophylla atavina | |
| Diversitas | |
| 2 spesies | |
| Oecophylla range map. Oecophylla longinoda (biru), Oecophylla smaragdina (merah).[1] | |
Kerengga, kranggang, kerangga atau rangrang (Oecophylla) adalah semut merah besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam". Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya.
Di dunia dikenal dua jenis rangrang yang masih menyintas. Sisanya ditemukan dalam bentuk fosil. Jenis pertama adalah rangrang asia (O. smaragdina) yang tersebar luas dari Pakistan sampai Australia bagian utara dan rangrang afrika (O. longinoda) yang menghuni kawasan tropis di Afrika.
Serangga ini bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen "galak". Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Karena perilaku ini, banyak pemilik pohon buah di Asia Tenggara memanfaatkannya untuk menjaga buah yang mulai ranum. Selain sebagai penjaga, rangrang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pakan burung berkicau peliharaan. Larvanya dikenal sebagai kroto dan disukai oleh burung pemakan serangga. Kroto merupakan komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani.
Rangrang memiliki perilaku memelihara beberapa jenis kutu sisik untuk diperah cairannya.
Fase perkembangan
suntingRangrang memiliki fase bertelur yang terprogram. Tahap pertumbuhan dimulai dari telur, larva, pupa hingga menjadi semut dewasa. Secara keseluruhan, dari telur menuju semut dewasa berlangsung sekitar 30 hari. Adapun detail proses dari telur sampai dewasa:
- Telur ke Larva = 7 Hari
- Larva ke Pupa = 14 Hari
- Pupa ke Semut Dewasa = 9 Hari
Dalam fase bertelur, telur semut rangrang juga memiliki siklus perubahan telur menuju dewasa. Berikut detailnya dari siklus telur menuju dewasa:
Ratu akan menghasilkan telur yang akan berubah menjadi larva dan pupa. Selain ratu semut rangrang merah itu juga betina sehingga mereka juga akan bertelur. Masa perubahan ini memerlukan waktu 21 hari. Selanjutnya Pupa akan berubah menjadi semut yaitu Semut Pekerja, Semut Pejantan dan Semut Ratu. Proses Pupa menuju semut ini memerlukan waktu 5-9 Hari.
Kasta
suntingSeperti halnya serangga koloni lain, semut juga terbagi dalam berbagai kasta. Khususnya semut rangrang, kasta semut lebih sederhana. Terbagi menjadi ratu, pekerja/prajurit, perawat, dan pejantan.
Tidak seperti semut api atau serangga lain, pekerja dan prajurit semut rangrang notabene sama, baik secara tugas maupun penampakan fisik. Pada semut api atau rayap, prajurit mempunyai organ senjata yang dominan menonjol, seperti kepala sampai gigi semut.
Semut rangrang lebih fleksibel, pekerja maupun perawat mampu berfungsi sebagai prajurit kala situasi membutuhkan. Pejantan juga muncul hanya ketika calon ratu sudah menginjak dewasa membutuhkan pembuahan. Dan mati setelah perkawinan.
Efektivitas kehidupan semut rangrang penghasil kroto inilah yang membuat bagus untuk pertimbangan budidaya.
Ratu
suntingRatu semut merupakan pusat dari semua koloni semut. Dalam setiap koloni semut rangrang sudah dipastikan memiliki ratu semut. Berikut ciri-ciri ratu semut rangrang:
- Ratu semut berukuran 20–25 mm.
- Memiliki warna hijau (calon ratu) atau cokelat kekuningan (ratu).
- Ratu semut memiliki perut yang besar
- Ketika belum kawin, ratu semut memiliki sayap.
- Ratu semut dapat ditemui di lokasi yang aman dari gangguan.
- Selalu berada pada daun yang masih segar.
Semut jantan
suntingSemut jantan adalah salah satu semut yang memiliki daya hidup yang sangat singkat yaitu hanya mencapai satu minggu. Semut jantan ini hanya bertugas membuahi ratu semut saja. Setelah itu semut jantan akan mati. Semut rangrang jantan ini memiliki warna kehitam-hitaman.
Semut pekerja
suntingBanyak yang berpendapat bahwa semut rangrang pekerja ini memiliki tipe yang umum. Semut pekerja ini mirip seperti semut-semut biasanya yang sering kita jumpai. Berikut ciri umum semut pekerja:
- Semut pekerja memiliki warna oranye kemerahan.
- Memiliki ukuran tubuh antara 5–6 mm.
- Semut pekerja merupakan semut betina dan bisa bertelur.
- Selalu tinggal di dalam sarang.
- Semut pekerja merawat semut yang masih muda.
Semut prajurit
suntingSemut prajurit memiliki tugas yang sangat vital.[butuh rujukan] Dalam suatu koloni, semut prajuritlah yang memiliki jumlah yang banyak. Adapun ciri semut prajurit sebagai berikut:
- Semut prajurit memiliki warna yang hampir sama dengan semut pekerja.
- Semut prajurit memiliki ukuran tubuh lebih besar dari semut pekerja yaitu 8–10 mm.
- Terdapat rahang dan gigi yang kuat pada semut prajurit.
- Semut prajurit juga memiliki kaki yang kuat.
- Semut prajurit bertugas membangun dan menjaga sarang.
- Sebagai penjaga lokasi dalam satu koloni semut.
Semut Perawat
suntingBetina infertil dengan ukuran 5mm–7mm, bertugas untuk merawat dan memindahkan telur dan larva mikro. Populasi kurang lebih 10% dari total koloni.
Referensi
sunting- ^ Dlussky, Gennady M. (2008). "New middle Eocene formicid species from Germany and the evolution of weaver ants" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 53 (4): 615–626. doi:10.4202/app.2008.0406. [pranala nonaktif permanen]