Albinisme
Nama lainAchromia, achromasia, achromatosis
Seorang anak laki-laki yang mengindap albinisme
Pelafalan
SpesialisasiDermatology
GejalaPale skin, eyes, and hair[3]
Awitan umumPresent at birth[3]
PenyebabGenetic mutation[3]
Metode diagnostikBased on an examination, genetic testing[3]
Diagnosis bandingPiebaldism, vitiligo, phenylketonuria, homocystinuria, kwashiorkor[3]
PengobatanSun protection, screening for skin cancer, frequent eye exams[3]
PrognosisLife expectancy may be similar to general population[3]
Frekuensi1 in 20,000[3]

Albinisme adalah kondisi bawaan sejak lahir yang ditandai oleh tidak adanya atau berkurangnya pigmen pada kulit, rambut, dan mata, baik sebagian maupun seluruhnya.[3] Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan penglihatan, seperti ketajaman penglihatan yang menurun, sensitivitas terhadap cahaya, gangguan penglihatan binokular, kelainan refraksi, dan nistagmus.[3] Selain itu, pengidap albinisme juga lebih rentan mengalami kulit terbakar akibat sinar matahari dan kanker kulit.[3]

Albinisme disebabkan oleh mutasi genetik yang mengakibatkan tubuh tidak mampu memproduksi atau mendistribusikan melanin secara normal.[3] Setidaknya terdapat tujuh jenis mutasi autosomal resesif yang dapat menyebabkan albinisme. Kondisi ini juga dapat muncul sebagai bagian dari beberapa sindrom lain, seperti sindrom Hermansky–Pudlak dan sindrom Chédiak–Higashi.[3][4] Diagnosis umumnya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan dapat didukung oleh pengujian genetik.[3]

Penanganan albinisme berfokus pada perlindungan jangka panjang terhadap paparan sinar matahari, misalnya dengan mengenakan pakaian pelindung, menggunakan tabir surya, memakai kacamata gelap, dan menghindari sinar ultraviolet.[3] Skrining kanker kulit dianjurkan setidaknya satu kali setiap tahun, dengan catatan bahwa melanoma pada pengidap albinisme dapat tampak berwarna merah muda, bukan gelap.[3] Pemeriksaan mata secara berkala juga dianjurkan.[3] Albinisme diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 20.000 orang.[3] Di banyak wilayah dunia, kondisi ini masih disertai stigma sosial.[3] Istilah albinisme berasal dari kata Latin albus, yang berarti “putih.”[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "albino". Random House Dictionary. 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 10 November 2017 – via Dictionary.Reference.com. Diarsipkan 4 March 2016 di Wayback Machine.
  2. ^ "American Pronunciation of albino". Macmillan Dictionary. 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2017. Diakses tanggal 10 November 2017. Diarsipkan 11 November 2017 di Wayback Machine.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t Federico, JR; Krishnamurthy, K (January 2020). "Albinism". StatPearls. PMID 30085560.
  4. ^ Kaplan, J.; De Domenico, I.; Ward, D. M. (2008). "Chediak-Higashi syndrome". Current Opinion in Hematology. 15 (1): 22–29. doi:10.1097/MOH.0b013e3282f2bcce. PMID 18043242.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar istilah teknologi informasi

(Phishing) Pengerapatan (Tracking) Penguat suara (Speaker) Pengujian unit (Unit testing) Penyuara jemala (Headphone) Penyuara telinga (Earphone) Peramban web (Browser)

Efek pengacau

Prediction interval Tolerance interval Resampling Bootstrap Jackknife Testing hypotheses 1- & 2-tails Power Uniformly most powerful test Permutation

Coke II

Lexicon for Sensory Evaluation. West Conshohocken, PA: American Society for Testing and Materials. Hine, Thomas (1997). The Total Package: The Secret History

Distribusi t Student

Prediction interval Tolerance interval Resampling Bootstrap Jackknife Testing hypotheses 1- & 2-tails Power Uniformly most powerful test Permutation

Matahari

Nutshell. Bantam. hlm. 12. ISBN 978-0-553-80202-3. "Studying the stars, testing relativity: Sir Arthur Eddington". Space Science. European Space Agency

ESL (perusahaan)

2025. Sarah E. Needleman (23 Juli 2015). "Now Coming to E-Sports: Random Drug Testing". Wall Street Journal. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2016

Eksperimen semu

kausal. Eksperimen kuasi juga efektif karena menggunakan teknik "pre-post testing". Hal ini memerlukan pelaksanaan tes sebelum pengumpulan data untuk mengidentifikasi

Uji t Student

Prediction interval Tolerance interval Resampling Bootstrap Jackknife Testing hypotheses 1- & 2-tails Power Uniformly most powerful test Permutation