Pangku
Poster penayangan di bioskop
SutradaraReza Rahadian
Produser
Ditulis oleh
  • Reza Rahadian
  • Felix K. Nesi
Pemeran
Penata musikRicky Lionardi
SinematograferTeoh Gay Hian
EditorAkhmad Fesdi Anggoro
Perusahaan
produksi
Gambar Gerak
Tanggal rilis
  • 20 September 2025 (2025-09-20) (BIFF)
  • 6 November 2025 (2025-11-06) (Indonesia)
Durasi101 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Pangku adalah film drama Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Reza Rahadian dalam debut penyutradaraannya dari skenario yang ditulisnya bersama Felix K. Nesi. Film ini diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi Reza Rahadian dan Arya Ibrahim.[1] Film ini dibintangi oleh Claresta Taufan, Fedi Nuril, Christine Hakim, dan Shakeel Fauzi, dengan alur cerita yang berkisah mengenai Sartika, seorang ibu muda yang bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku.

Pangku ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Busan ke-30, pada bagian Visions – Asia tanggal 20 September 2025 dan berhasil meraih empat penghargaan. Film ini kemudian ditayangkan di bioskop Indonesia pada 6 November 2025. Film ini juga memenangkan 4 penghargaan di Festival Film Indonesia 2025, termasuk di antaranya Film Terbaik.

Plot

sunting

Sartika yang sedang hamil delapan bulan meninggalkan kota asalnya untuk mencari pekerjaan demi kehidupan yang lebih baik. Di KM 26, dia menumpang sebuah truk yang melintas di jalur Pantura. Di KM 60, truk terpaksa berhenti karena ban bocor. Salah satu pengemudi truk meyakini bahwa kejadian itu merupakan pertanda sial akibat kehadiran Sartika, sehingga ia meminta Sartika turun di lokasi tersebut. Sartika pun berjalan menelusuri kawasan hiburan malam Eretan Kulon sampai akhirnya berhenti di sebuah warung kecil milik seorang perempuan tua bernama Maya. Maya menawarkan minum kepadanya dan kemudian bertanya mengenai asal usul dan tujuan Sartika. Tergerak oleh rasa iba, Maya mengizinkan Sartika untuk tinggal di rumahnya sekaligus menawarkan pekerjaan sebagai pelayan di warung kopi pangku miliknya.

Tidak lama berselang, Sartika melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Bayu Kesuma. Sartika mencoba bekerja sebagai buruh tani, tapi akhirnya berhenti karena penghasilannya yang sangat minim. Sartika memutuskan bekerja di warung kopi Maya, dengan tugas meracik kopi sekaligus menemani pelanggan berbincang sambil duduk dipangku, serta memberikan layanan tambahan seperti pijat. Suatu hari, dua orang supir truk pengangkut ikan bernama Hadi dan Asep mampir di warung kopi pangku tersebut. Terpesona oleh kecantikan Sartika, Hadi memberikan sisa ikan kepada Maya sebagai tanda perhatian. Sejak kehadiran Sartika, warung kopi Maya berangsur-angsur semakin ramai dikunjungi pelanggan. Hadi dan Asep pun menjadi pelanggan tetap yang rutin mampir. Pada suatu kesempatan, Hadi membawa serta Gilang—seorang karyawan tempat pelelangan ikan yang kerap menjadi sasaran kekerasan—untuk bekerja sebagai juru parkir di warung Maya.

Bertahun-tahun berlalu, Bayu Kesuma telah tumbuh dan cukup usia untuk masuk sekolah. Sartika membawanya mendaftar ke SD terdekat, namun ditolak karena tidak dapat mencantumkan nama ayah kandung serta melengkapi dokumen kependudukan yang dipersyaratkan. Sementara itu, hubungan antara Hadi dan Sartika kian dekat, membuat mereka sering menghabiskan waktu bersama di akhir pekan, hingga akhirnya mereka berhubungan seks. Saat bersantai bersama di pantai, Hadi melamar Sartika dan mengajaknya untuk menikah serta tinggal bersamanya. Setelah pernikahan dilangsungkan dan dokumen kependudukan Bayu diurus secara resmi, Bayu akhirnya dapat bersekolah. Namun, kehidupan rumah tangga tidak berjalan sebagaimana yang Sartika harapkan. Hadi kerap pergi berhari-hari tanpa kabar, membuat Sartika yang kembali mengandung sering mengunjungi Maya untuk mencurahkan isi hatinya. Pada suatu hari, Sartika mendengar Bayu bercerita tentang keberadaan ayahnya di tempat "Anjing Gondrong." Penasaran dengan kebenaran di balik cerita itu, Sartika menemui Gilang yang menjadi sumber informasi tersebut. Gilang kemudian mengantarnya menemui bos tempat pelelangan ikan—dan di situlah Sartika mendapati kenyataan bahwa Hadi selama ini telah memiliki istri bernama Annisa.

Suatu hari, Annisa datang berkunjung ke rumah Sartika dan mengaku sangat kecewa mengetahui bahwa suaminya selama ini hanya menghabiskan uang kiriman darinya semasa ia bekerja di Arab Saudi. Tak kuasa menahan perasaannya, Sartika membawa Bayu sambil membawa gerobak mie yang belum jadi meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke rumah Maya.

Bertahun-tahun kemudian, Bayu yang kini telah dewasa bersiap berangkat berjualan mie, sambil mengantar adiknya, Sekar, ke sekolah. Sebelum pergi, ia meninggalkan sepucuk surat untuk Sartika—memintanya untuk tidak bekerja pada hari itu, serta mengucapkan terima kasih karena telah melahirkan dirinya dan Sekar, dan telah berjuang keras demi kehidupan mereka. Hari itu adalah hari ulang tahun Sartika.

Pemeran

sunting

Produksi

sunting

Ide film ini berawal ketika Reza Rahadian melakukan syuting di daerah Pantura pada sekitar tahun 2020 dan melihat banyaknya warung kopi pangku di daerah tersebut.[1]

Film Pangku menandai debut Reza sebagai sutradara film panjang, setelah sebelumnya banyak berperan sebagai aktor hingga berhasil meraih Piala Citra. Sebelumnya, Reza pernah menjadi sutradara film pendek berjudul Sebelah (2011) serta serial mini Sementara, Selamanya (2020). Reza juga pernah terlibat dalam pembuatan film Wanita Tetap Wanita (2013).[2]

Penghargaan

sunting

Film ini berhasil memenangkan program HAF Goes to Cannes Program, sebuah bagian dari rangkaian acara Hong Kong Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23) yang berlangsung pada 17-19 Maret 2025, bersamaan dengan Hong Kong International and Television Market (Filmart) 2025. Acara tersebut bertujuan untuk mempertemukan para pembuat film dengan calon mitra yang dapat membantu proses pasca produksi film.[2]

Film ini juga dipresentasikan di Festival Film Cannes 2025.

Penghargaan Tanggal Nominasi Penerima Hasil Sumber
Festival Film Internasional Busan 26 September 2025 KB Vision Audience Award Reza Rahadian Menang [3]
FIPRESCI Award Menang
Bishkek International Film Festival-Central Asia Union Award Menang
Face of the Future Award Menang
Festival Film Indonesia 20 November 2025 Film Terbaik Arya Ibrahim dan Gita Fara Menang [4][5]
Pemeran Perempuan Terbaik Claresta Taufan Nominasi
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Christine Hakim Menang
Penulis Skenario Asli Terbaik Reza Rahadian dan Felix K Nesi Menang
Penata Musik Terbaik Ricky Lionardi Nominasi
Pengarah Artistik Terbaik Eros Eflin Menang

Referensi

sunting
  1. ^ a b Nurul Nursyecha (12 Februari 2025) "Film “Pangku” Reza Rahadian, Berhasil Lolos Seleksi HAF23" Radio Republik Indonesia
  2. ^ a b SKA (10 April 2025) "Reza Rahadian Presentasi di Cannes" Kompas. hal 16
  3. ^ Ramachandran, Naman (25 September 2025). "Reza Rahadian's 'On Your Lap' Dominates Busan Vision Awards". Variety. Diakses tanggal 28 September 2025.
  4. ^ "Daftar Lengkap Nominasi FFI 2025, Pemenang Diumumkan Malam Ini". kompas.com. 20 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
  5. ^ "Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra FFI 2025". CNN Indonesia. 20 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Fi

(dari sumbu x). Salah satu sudut dihedral pada kerangka protein dalam Ramachandran plot Internal atau efektif sudut gesekan. Fungsi kerja dari permukaan,

The Shadow's Edge

Directors of Cold Eyes". Korean Cinema Today. Diakses tanggal 2025-08-26. Ramachandran, Naman (2025-09-21). "Jackie Chan's Busan Title 'Shadow's Edge' Has Sequel

Daisy Edgar-Jones

aslinya tanggal 15 February 2021. Diakses tanggal 15 February 2021. Ramachandran, Naman (17 February 2021). "'Normal People,' 'I May Destroy You,' 'Small

Abadi Nan Jaya

Dies' team". Screen International. Diakses tanggal 27 Oktober 2025. Ramachandran, Naman (2025-10-31). "Indonesian Zombie Horror 'The Elixir' Tops Netflix's

Left-Handed Girl

bahasa Inggris). November 4, 2025. Diakses tanggal November 4, 2025. Ramachandran, Naman (28 August 2025). "Taiwan Selects 'Left-Handed Girl' as Oscar

Mahabharata

Ramachandran (1976), p.57-58 Keay, John (2000). India: A History. New York City: Grove Press. hlm. 42. ISBN 978-0-8021-3797-5. Gupta and Ramachandran

Struktur protein

hidrogen maksimum. Kombinasi yang tepat telah divisualisasikan pada plot Ramachandran dan plot tersebut adpat digunakan untuk mempelajari dan memprediksi daerah

Resurrection

Dai (Resurrection)". Festival de Cannes. Diakses tanggal 10 Mei 2025. Ramachandran, Naman (20 Mei 2025). "'Resurrection' Brings Bi Gan Back to Cannes With