📑 Table of Contents

Quango atau QUANGO (singkatan dari quasi-autonomous non-governmental organisation) adalah lembaga semi-otonom yang telah memperoleh wewenang dari pemerintah, tetapi masih dikendalikan dan/atau didanai oleh badan pemerintah. Dalam kata lain, lembaga tersebut menjalankan beberapa fungsi pemerintahan dengan dukungan dari pemerintah,[1] sementara lembaga swadaya masyarakat biasa mendapatkan anggaran dari sumbangan atau hibah dari pihak lain yang mendukungnya.

Seperti yang bisa dilihat dari namanya, quango merupakan percampuran antara lembaga swadaya masyarakat dengan badan pemerintahan biasa. Konsep ini paling sering digunakan di Britania Raya, tetapi kadang-kadang juga dapat ditemui di Australia, Kanada, Irlandia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Sejarah

sunting

Istilah quango diciptakan pada tahun 1967 oleh Alan Pifer dari Carnegie Foundation.

Referensi

sunting
  1. ^ Wettenhall, R 1981 'The quango phenomenon', Current Affairs Bulletin 57(10):14–22.]

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Badan usaha milik negara

negara Daftar badan usaha milik negara di Indonesia Korporatisme Dirigisme Quango "State-Owned Enterprises Catalysts for public value creation?" (PDF). PwC

Blur

"Fade Away" – 4:19 "Top Man" – 4:00 "The Universal" – 3:58 "Mr. Robinson's Quango" – 4:02 "He Thought of Cars" – 4:15 "It Could Be You" – 3:14 "Ernold Same"

Korporatisme

Distributisme Fasisme Gemeinschaft dan Gesellschaft Gilda Neofeodalisme Quango Solidarisme Sindikalisme Jalan Ketiga (sentrisme) Wiarda, Howard J. Corporatism

Dinas Sipil (Britania Raya)

Angkatan Bersenjata Inggris, polisi, pejabat otoritas pemerintah lokal atau quango Dewan Parlemen, karyawan Layanan Kesehatan Nasional, atau staf Rumah Tangga

Keterlibatan Amerika Serikat dalam pergantian rezim

000.000 ditransfer dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui Quango ke partai-partai oposisi untuk memulai pergantian rezim di Yugoslavia. Setelah

National Endowment for Democracy

group of Washington insiders, who believed that the United States needed a "quango" (quasi-autonomous non-governmental organization) to promote democracy and

Departemen pemerintah Britania Raya

non-departemen (NDPB), biasa disebut lembaga non-pemerintah kuasi-otonom (Quango/quasi-autonomous non-governmental organisation). Departemen non-kementerian