Hidrolisis terhadap protein

Proteolisis adalah pemecahan protein menjadi polipeptida atau asam amino yang lebih kecil. Jika tidak dikatalis, hidrolisis ikatan peptida berlangsung sangat lambat dan bisa memakan ratusan tahun. Proteolisis biasanya dikatalis oleh enzim seluler yang disebut protease, tetapi bisa juga terjadi melalui pencernaan intra-molekuler. pH yang rendah atau suhu yang tinggi juga dapat mengakibatkan proteolisis tanpa memerlukan enzim.

Proteolisis pada organisme memiliki beberapa kegunaan; contohnya, enzim pencernaan memecah protein pada makanan untuk menyediakan asam amino yang dibutuhkan oleh organisme, sementara pemrosesan rantai polipeptida secara proteolitis setelah disintesis mungkin diperlukan untuk memproduksi protein aktif. Proteolisis juga berperan penting dalam pengaturan beberapa proses fisiologis dan seluler, serta pencegahan akumulasi protein abnormal atau yang tak diinginkan pada sel. Maka dari itu, proteolisis yang tidak benar dapat mengakibatkan penyakit dan ini adalah mekanisme yang dipicu oleh beberapa jenis racun.

Bacaan lanjut

sunting
  • Thomas E Creighton (1993). Proteins: Structures and Molecular Properties (Edisi 2nd). W H Freeman and Company. ISBN 0-7167-2317-4.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tripsin

berbagai proses bioteknologi. Proses ini secara umum disebut sebagai proteolisis tripsinogen atau tripsinisasi, dan protein yang telah dicerna/diolah

Kolagen

kolagen di satukan menjadi kolagen fibrillar. Proses secara singkat yaitu: proteolisis terbatas pada N- dan C-terminal. monomor kolagen beraggregasi menjadi

Asam lambung

pencernaan dengan memecah ikatan asam amino, dan proses tersebut disebut proteolisis. Sebagai tambahan, banyak organisme yang proses pertumbuhannya dipicu

Latrofilin 2

non-manusia, pembelahan proteolitik endogen dalam GPS yang kaya sistein (situs proteolisis GPCR) menghasilkan dua subunit yaitu fragmen N-terminal dan fragmen C-terminal

Kuru (penyakit)

kimiawi dan fisik lainnya. Sebaliknya, bentuk normalnya rentan terhadap proteolisis total dan dapat larut dalam detergen non-denaturasi. Diduga bahwa PrPSc

Kimotripsin

pencernaan dari sari pankreas yang bekerja di duodenum, di mana ia melakukan proteolisis, yaitu pemecahan protein dan polipeptida. Kimotripsin lebih memilih untuk

Garam

Studi pengujian rasa sensorik manusia telah menunjukkan bahwa bentuk terproteolisis dari kanal natrium epitel (ENaC) berfungsi sebagai reseptor rasa garam

Enterococcus faecalis

lemak. Beberapa bakteri pada kelompok ini melakukan fermentasi asam dan proteolisis secara bersamaan. Sebagai bakteri proteolitik, Enterococcus faecalis