Proses Ames adalah suatu proses di mana logam uranium murni diperoleh. Hal ini dapat dicapai dengan mencampurkan uranium halida (umumnya uranium tetrafluorida) dengan bubuk logam magnesium atau bubuk logam aluminium.[1]Logam uranium secara rutin diproduksi melalui proses Ames. Dalam proses ini,

Proses Ames digunakan pada tanggal 3 Agustus 1942, oleh sekelompok ahli kimia yang dipimpin oleh Frank Spedding dan Harley Wilhelm di Laboratorium Ames sebagai bagian dari Proyek Manhattan.

Reduksi metalotermik fluorida tanah jarang anhidrat menjadi logam tanah jarang juga disebut sebagai proses Ames.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Ames Laboratory and Uranium Production in World War II". American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-08.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Proyek Manhattan

Negeri Iowa di Ames, Iowa, di bawah Frank Spedding untuk menyelidiki alternatifnya. Ini dikenal sebagai Proyek Ames, dan proses Ames-nya tersedia pada

Opioid

Animal and Wildlife Immobilization and Anesthesia. Vol. 51 (Edisi 2nd). Ames, USA: John Wiley & Sons. hlm. 723, 727. doi:10.1002/9781118792919. ISBN 9781118792919

Sulfasetamida

tanggal 2016-03-09. HSU, W.H. (2008). Handbook Of Veterinary Pharmacology. Ames, Iowa: John Wiley & Sons. Bausch and Lomb. (2015). Sulfacetamide Sodium 10%

Serium

dikembangkan dalam lingkup proyek anak Ames (sekarang Laboratorium Ames). Produksi serium yang sangat murni di Ames dimulai pada pertengahan 1944 dan berlanjut

Cekungan Sudbury

11. Oxford University Press. ISBN 978-0-1950-4284-9. Petrus, Joseph A.; Ames, Doreen E.; Kamber, Balz S. (February 2015). "On the track of the elusive

Natrium dodesil sulfat

dikonsumsi. Review di dalam literatur ilmiah menyebutkan "SLS negatif dalam tes ames (tes mutasi bakterial), tes mutasi gen dan test pertukaran kromatid pada

Oksitetrasiklin

 679–715. doi:10.1007/978-3-642-45410-3_14. ISBN 978-3-642-45410-3. Zhang W, Ames BD, Tsai SC, Tang Y (April 2006). "Engineered biosynthesis of a novel amidated

Miss Universe Indonesia

kontes kecantikan tersebut diduga melakukan tindak pelecehan seksual saat proses pengecekan tubuh atau body checking selama karantina. Akhirnya, Pihak organisasi