Pembuluh tapis

Pembuluh tapis atau floem (phloem, dari bahasa Yunani φλόος / Lat. phloos, berarti "pepagan".) adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) yang berfungsi dalam transportasi hasil fotosintesis, terutama gula sukrosa, dan berbagai metabolit lainnya dari daun menuju bagian-bagian tumbuhan lainnya, seperti batang, akar, bunga, buah, biji, dan umbi. Proses transpor ini disebut sebagai translokasi. Daun merupakan sumber fotosintat (source), sedangkan organ lain menjadi penampungnya (sink). Arah pergerakan zat dalam pembuluh tapis berlawanan dengan pembuluh kayu.[butuh rujukan]

Berbeda dengan pembuluh kayu, sel-sel pembuluh tapis bersifat "aktif" dalam mengatur pergerakan hara di dalamnya. Dinding sel-selnya tipis dan memiliki struktur lubang-lubang. Sel-sel buluh tapis dihasilkan oleh kambium pembuluh dan setelah "masak" tidak kehilangan protoplasma. Dalam sistem buluh tapis, biasanya sel-sel buluh tapis didampingi oleh sel-sel pengiring yang lebih kecil.[1]

Translokasi gula diatur oleh kebutuhan dari organ-organ pada jarak yang jauh dan bergantung pada tahap perkembangan tumbuhan. Proses yang umum dikenal sebagai aliran tekanan. Konsentrasi gula yang tinggi di daun akan bergerak ke sel-sel dengan gradien konsentrasi yang lebih rendah. Pergerakan ini dikendalikan oleh proses biokimia pada organ-organ lainnya. Sebagai contoh, perkembangan buah dan biji memerlukan energi tinggi. Proses perkembangan ini akan menarik banyak gula dan substansi-substansi yang diperlukan dari daun dan organ lainnya. Kompetisi antarorgan untuk mendapatkan pasokan energi dapat terjadi. Dalam pertanian, pemangkasan atau pengurangan banyaknya buah kerap dilakukan untuk menekan kompetisi dan menghasilkan produk dengan ukuran yang dikehendaki pasar.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Nugroho, L. Hartanto (2021-01-27). Struktur dan Produk Jaringan Sekretori Tumbuhan. UGM PRESS. ISBN 978-602-386-563-5.
  2. ^ Ariningsih, Ening; Ashari; Saliem, Handewi Purwati; Maulana, Mohamad; Septanti, Kartika Sari (2021-12-29). "KINERJA AGRIBISNIS MANGGA GEDONG GINCU DAN POTENSINYA SEBAGAI PRODUK EKSPOR PERTANIAN UNGGULAN". Forum Penelitian Agro Ekonomi (dalam bahasa Inggris). 39 (1): 49–71.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tumbuhan berpembuluh

tersebut, yang didefinisikan dengan frasa Latin "facies diploida xylem et phloem instructa" (fase diploid yang dilengkapi dengan xilem dan floem). Salah

Herbivor

Linda L. (2008-03-03). "Avoiding Effective Defenses: Strategies Employed by Phloem-Feeding Insects". Plant Physiology (dalam bahasa Inggris). 146 (3): 859–866

Virus

degenerasi pembuluh tapis pada jeruk, penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD). Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh

CVPD

(Citrus). Namanya merupakan singkatan dari istilah bahasa Inggris, citrus vein phloem degeneration ("kerusakan pembuluh tapis pada jeruk"). Nama internasionalnya

Kambium

pembuluh kayu (xilem) dan ke luar kambium membentuk pembuluh tapis (floem, phloem). Parker, Sybil, P (1984). Mc-Graw Hill Dictionary of Biology. Mc-Graw Hill

Tali putri

Birschwilks, M., Haupt, S., Hofius, D., dan Neumann, S. (2006). "Transfer of phloem-mobile substances from the host plants to the holoparasite Cuscuta sp".

Asimilasi nitrogen

Touraine, Bruno; Bertrand Muller; Claude Grignon (1992-07-01). "Effect of Phloem-Translocated Malate on NO3− Uptake by Roots of Intact Soybean Plants". Plant

Pupuk

pembuluh kayu (xilem) dan ke luar kambium membentuk pembuluh tapis (floem, phloem). Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan untuk pertumbuhan tinggi