📑 Table of Contents
Subduksi, salah satu fase pada siklus wilson
Berbagai tempat di bumi yang memiliki salah satu dari fase pada siklus wilson

Siklus Wilson (Wilson Cycle) mengacu pada hipotesis siklus terbentuknya lempeng samudra, hingga kembali menujamnya lempeng tersebut ke lapisan astenosfer. Siklus Wilson sendiri dinamakan berdasarkan nama pengaju teori ini, yakni Tuzo Wilson.[1] Siklus ini terbagi menjadi delapan fase. 4 fase pertama disebut fase bukaan (Opening phase) sedang 4 fase selanjutnya disebut fase tutupan (Closing phase).[2] Jumlah fase di setiap versi berbeda tetapi memiliki inti proses yang sama.

Fase Bukaan

sunting
  • Fase A: Sebuah lempeng benua tunggal
  • Fase B: Munculnya titik panas (hotspot) dan spreading (pemekaran lantai samudera) di tengah-tengah yang membelah lempeng tersebut menjadi dua, Laut merah dan dataran afar adalah salah satu contoh tempat terjadinya fase B.
  • Fase C: Pembuatan Lempeng Samudera baru di antara kedua lempeng benua yang telah terbentuk sebelumnya.
  • Fase D: Terjadinya divergen di salah satu lempeng benua yang tadi terpisah dengan kerak samudera, kerak samudra melebar, tetapi continental margin tetap (passive margin). Samudera atlantik merupakan contoh tempat terjadinya fase C dan D.

Fase Tutupan

sunting
  • Fase E: Divergen terhenti, dan kedua lempeng benua yang tadinya menjauh berbalik mendekat, terbentuk Busur vulkanik karena pergerakan lempeng benua yang menelan lempeng samudera ke bawah seperti yang terjadi di samudera pasifik.
  • Fase F: Terjadinya kolisi antara lempeng benua dengan busur vulkanik.di mana busur vulkanik (hinterland) naik ke atas lempeng benua (foreland). Seiring berjalannya waktu, hinterland tererosi dan meninggalkan dataran peneplain (datar) pada lempeng benua yang dinaikinya.
  • Fase G: Pembentukan pegunungan coldilleran, di mana merupakan pegunungan yang terbentuk akibat terjadinya penujaman kedua, yakni ketika dataran peneplain dan lempeng benua pasangannya semakin mendekat.
  • Fase H: Pembentukan pegunungan kolisi benua - benua,yakni ketika kedua lempeng benua telah bertabrakan satu sama lain seperti yang terjadi di Pegunungan himalaya.

Referensi

sunting
  1. ^ AAILSA ALLABY and MICHAEL ALLABY. "Wilson cycle." A Dictionary of Earth Sciences. 1999. Retrieved December 01, 2015 from Encyclopedia.com: http://www.encyclopedia.com/doc/1O13-Wilsoncycle.html
  2. ^ Lynn S. Fichter. 1999. Wilson Cycle. USA: James Madison University http://csmres.jmu.edu/geollab/Fichter/Wilson/StageH.html Diarsipkan 2015-11-14 di Wayback Machine. diakses pada 1 desember 2015


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Plot Bode

feedback amplifiers dengan mencari gain dan phase margins dari sebuah amplifier. Notasi gain dan phase margin didasarkan pada gain untuk umpan balik negatif

Liga Champions UEFA 2011–2012

2011. Kemenangan HJK 10-0 atas Bangor City di leg kedua memecahkan rekor margin kemenangan terbesar dalam format Liga Champions saat ini. Catatan ^ Urutan

Kazakhstan pada Olimpiade Musim Panas 2024

peringkat: 4–0 atau 0–4) – Keunggulan besar – yang kalah tanpa poin teknis dan margin kemenangan minimal 8 poin (Yunani-Romawi) atau 10 (gaya bebas). SP (poin

Warren Buffett

bisnis, memanfaatkan fluktuasi pasar demi keuntungan Anda, dan mencari margin keamanan. Itulah yang diajarkan Ben Graham kepada kami. Seratus tahun dari

Bahrain pada Olimpiade Musim Panas 2024

peringkat: 4–0 atau 0–4) – Keunggulan besar – yang kalah tanpa poin teknis dan margin kemenangan minimal 8 poin (Yunani-Romawi) atau 10 (gaya bebas). SP (poin

Polandia pada Olimpiade Musim Panas 2024

peringkat: 4–0 atau 0–4) – Keunggulan besar – yang kalah tanpa poin teknis dan margin kemenangan minimal 8 poin (Yunani-Romawi) atau 10 (gaya bebas). SP (poin

Jepang pada Olimpiade Musim Panas 2024

peringkat: 4–0 atau 0–4) – Keunggulan besar – yang kalah tanpa poin teknis dan margin kemenangan minimal 8 poin (Yunani-Romawi) atau 10 (gaya bebas). SP (poin

Azerbaijan pada Olimpiade Musim Panas 2024

peringkat: 4–0 atau 0–4) – Keunggulan besar – yang kalah tanpa poin teknis dan margin kemenangan minimal 8 poin (Yunani-Romawi) atau 10 (gaya bebas). SP (poin