Ugoran Prasad
Lahir1978 (umur 47–48)
Tanjung Karang
Kebangsaan Indonesia
PekerjaanPenulis, dramaturg, musisi
Suami/istriIntan Paramaditha
PenghargaanCerpen Terbaik Kompas 2005-2006

Ugoran Prasad (lahir di Tanjungkarang, Lampung, 1978) adalah seorang fiksionis yang bekerja dengan berbagai medium, khususnya sastra, pertunjukan, dan musik.

Aktivitas

sunting

Ugoran Prasad memenangkan penghargaan cerpen terbaik Kompas (2005-2006) dengan cerpennya, "Ripin." Sebelumnya ia mendirikan BlockNot Forum (1999) dan menerbitkan novel Di Etalase (Grasindo, 2003). Pada tahun 2010, bersama Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha, ia menerbitkan kumpulan cerpen Kumpulan Budak Setan (Gramedia Pustaka Utama, 2010), sebuah pembacaan ulang atas karya-karya horor Abdullah Harahap.[1]

Sejak awal tahun 2000-an Ugoran telah menjadi resident artist di Teater Garasi. Ia terlibat dalam kerja penulisan naskah maupun dramaturgi beberapa karya, termasuk Waktu Batu, yang ditulisnya bersama Gunawan Maryanto dan Andri Nur Latif (2001-2004; sutradara: Yudi Ahmad Tajudin), dan Mnem[a]syne (sutradara: Yudi Ahmad Tajudin), kolaborasi Teater Garasi dan Teater Kunauka, Tokyo. Ia sempat menjadi Associate Editor di Lebur Theater Quarterly, Jurnal Teater dan Seni Pertunjukan. Pada tahun 2009 Ugoran, bersama beberapa orang lainnya termasuk Intan Paramaditha, Yudi Ahmad Tajudin, Ade Darmawan, dan Nuraini Juliastuti, menggagas Simposium Pertunjukan di Indonesia (SPIN) yang menelusuri ruang kolaborasi seniman, akademisi, dan aktivis untuk melakukan intervensi sosial. Simposium ini merupakan program Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) bekerja sama dengan Teater Garasi dan Universitas Sanata Darma.[2]

Ugoran juga dikenal sebagai penulis dan penampil lirik untuk kelompok musik Melancholic Bitch, Yogyakarta. Kelompok ini telah menghasilkan tiga album (Live at nDalem Joyokusuman, 2003, Anamnesis, 2005, Balada Joni dan Susi 2009, dan NKKBS Bagian Pertama 2017). Pada tahun 2010, bersama musisi indie dari Yogyakarta, Frau, Ugoran menyanyikan kembali lagu yang ia ciptakan untuk album Anamnesis, "Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa.”

Pendidikan

sunting

Ugoran Prasad menempuh pendidikan S1 di Jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada. Ia mendapat beasiswa Erasmus Mundus untuk program MA of International Performance Research (MAIPR) di University of Amsterdam dan Warwick University (2012). Ia juga pernah memperoleh fellowship dari Asian Cultural Council sebagai visiting scholar di Department of Performance Studies, Tisch School of The Arts, New York University (2008 dan 2010). Pada 2024, ia merampungkan kuliahnya di program doktoral Kajian Teater dan Pertunjukan di Graduate Center, City University of New York (GC-CUNY).

Penghargaan

sunting
  • Kontributor Cerpen Kompas Pilihan 2008 (Perempuan Sinting di Dapur)
  • Kontributor Cerpen Kompas Pilihan 2007 (Sepatu Tuhan)
  • Cerita Pendek Terbaik untuk Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006 ('Ripin') .
  • Karya fiksi peserta Utan Kayu Literary Biennale 2007, Komunitas Teater Utan Kayu, 2007.

Karya

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Membaca Ulang Horor Abdullah Harahap, Gatra, 10 Maret, 2010.
  2. ^ Ugoran Prasad, "Note from the 2009 Symposium on Performance in Indonesia," dalam Barbara Hatley, ed, Performing Contemporary Indonesia (Leiden: Brill, 2015).

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Indonesia

TED Case Studies. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2007. Diakses tanggal 11 Agustus 2007. "2020 Environmental Performance Index" (PDF)

Kebyar duduk

Globalization, Tourism and Identity in the Anthropology of Dance. Dance and performance studies. Vol. 4. New York: Berghahn Books. hlm. 194–210. ISBN 978-0-85745-575-8

Jumhur Hidayat

Tahun 2014: Rakyat Merdeka On Line (RMOL) untuk bidang Personal Best Performance pengembangan sistem on line pada transaksi dokumen TKI, di mana BNP2TKI

Fatimah az-Zahra

Al-Zahra in Indo-Persian, Shii devotional literature and performance". Comparative Studies of South Asia, Africa and the Middle East. 30 (3): 386–397

Pemeran

audiences were opposed to seeing women on stage, because of the belief stage performance reduced them to the status of showgirls and prostitutes. Even Shakespeare's

Andai 'Ku Bukan Idola

Februari 2026. "JKT48 di Instagram: "ANDAI 'KU BUKAN IDOLA - The 1st Performance! 🎤✨ So, what would you do if you weren't in your shoes today? Spill

Syiah

Suny press. ISBN 0-87395-272-3. Peter J. Chelkowski (ed.), Eternal Performance: Taziyah and Other Shiite Rituals (Salt lake City (UT), Seagull Books

J. Panglaykim

(1965) The Indonesian Economy Facing a New Era (1966) Indonesia Exports Performance and Prospects 1950-1970 (1967) State Trading Corporations in Developing