Percik api dari bunga petasan.

Percikan api (bahasa Inggris: sparks) adalah suatu partikel kecil yang begitu panas dan jelas berpijar. Percikan tersebut dapat ditimbulkan dari penggunaan batu api dan cakram rem. Karena begitu kecil, percik api cepat padam, tetapi di saat yang sama dapat menimbulkan bahaya bila terpantik benda yang mudah terbakar. Kadang-kadang pendinginan itu tercegah oksidasi di permukaannya, misalnya pada mercon.[1]

Bahkan arus listrik pendek yang mengalir dalam saluran gas terionisasi dapat menimbulkan percikan api. Saluran tersebut terbentuk dari reaksi berantai elektron yang terakselerasi pada medan listrik di mana molekul gas dapat terionisasi. Sebagai akibat ionisasi, 2 elektron tetap bebas yang pada gilirannya terakselerasi oleh medan listrik dan atom baru kembali mengalami ionisasi mengalami reaksi berantai.

Bila pertukaran muatan terjadi dalam perbedaan tegangan yang kecil, reaksi berantai akan terhenti dan terjadi keterhantaran. Busur listrik adalah saluran gas terionisasi di mana arus listrik terarahkan. Melalui benturan elektron, elektron-elektron baru terus dibebaskan, sehingga busur listrik tetap hidup, sepanjang tegangan listrik di kedua belah sisi tetap tinggi.

Rujukan

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kecelakaan bus Musi Rawas Utara 2026

menuju Medan melaju arah Lubuk Linggau menuju Pekanbaru. Kemudian, muncul percikan api dari bagian bus ketika sedang melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya

KRI Klewang

Saat kapal ini bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi, tiba-tiba munculah percikan api dan membakar kapal ini serta menenggelamkannya beberapa jam kemudian

Bensin

oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari

Tenggelamnya KMP Tampomas II

ventilasi menyebabkan percikan api. Para kru melihat dan mencoba memadamkannya menggunakan tabung pemadam portabel, tetapi gagal. Api semakin menjalar ke

Kebakaran Kampung Adat Waruwora 2025

ditetapkan secara definitif, namun aparat penegak hukum menduga adanya percikan api di bagian atap rumah sebagai pemicu awal. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi

Pengeboman SMP Negeri 3 Sungai Raya

bahan bakar dengan sumbu kain, dan saat dilempar sempat menimbulkan percikan api serta kepulan asap, disertai ledakan sejumlah petasan yang juga diaktifkan

C-4

dengan diikuti tekanan yang tinggi yang menghasilkan ledakan dahsyat atau percikan api. Tampaknya, untuk merakit bahan peledak pun tidak terlalu sulit, karena

Firman Dwi Cahyono

penduduk. Manuver Firman yang 'banting setir' itu berimbas pada munculnya percikan api dari gesekan roda dan aspal pembatas, terlebih tengki pesawat masih terisi