Yang disebut "Euforia Bunga", pecahan dari prasasti kuburan sekunder: dua wanita mengenakan peplos dan kekryfalos (jaring rambut), memegang bunga popi atau delima, dan mungkin sekantong kecil biji-bijian. Pualam Paros, k. 470–460 SM. Dari Farsalos, Thessalia.

Peplos (bahasa Yunani Kuno: πέπλος) adalah pakaian sepanjang badan yang ditetapkan sebagai pakaian khas wanita Yunani Kuno pada k. 500 SM. Pakaian ini adalah kain persegi panjang yang tepi atasnya dilipat sekitar setengahnya, sehingga bagian atas persegi panjang itu kini tersampir di bawah pinggang, dan bagian bawah persegi panjang itu berada di mata kaki. Salah satu sisi peplos bisa dibiarkan terbuka, atau dijepit atau dijahit menjadi satu.[1] Benda ini kemudian juga dipakai oleh bangsa Romawi berbahasa Latin, yang disebut palla.[2]

Berbeda dengan khiton ionia, yaitu sepotong kain yang dilipat dan dijahit di sepanjang sisi yang lebih panjang untuk membentuk tabung. Pakaian ini diwakili pada lukisan sisi tembikar Yunani kuno dan di metope kuil langgam Doria.

Wanita Sparta terus memakai peplos jauh di kemudian hari dibandingkan budaya Yunani lainnya. Pakaian tersebut juga lebih pendek dan dengan celah di sisinya menyebabkan orang Yunani lainnya menyebutnya fainomērídes (φαινομηρίδες), berarti "pancuran paha".

Rujukan

sunting
  1. ^ "Ancient Greek Dress". Heilbronn Timeline of Art History, Metropolitan Museum of Art, 2000–2013. Retrieved 7 October 2013.
  2. ^ Radicke, Jan (2022). 3 palla – (1) precious cloak and (2) 'peplos'. Berlin: De Gruyter. doi:10.1515/9783110711554-019. ISBN 978-3-11-071155-4.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kore (patung)

kenakan pun ikut berubah. Seiring berjalannya waktu, kore beralih dari peplos yang berat ke pakaian yang lebih ringan seperti khiton. Postur mereka kaku

Busana di Yunani kuno

Pakaian di Yunani kuno biasanya terdiri dari chiton, peplos, himation, dan chlamys. Pria dan wanita Yunani Kuno biasanya mengenakan sepasang pakaian yang

Khiton

sebagai lawan dari peplos setelah beberapa wanita menikam seorang utusan sampai mati dengan pin perunggu yang menjadi ciri khas peplos. Kata khiton (χιτών)

Busana tradisional

topi Sibenik Yunani - Fustanella, kostum Amalia ; Pakaian Yunani Kuno : Peplos, Chiton . Topi nelayan Yunani di banyak desa pesisir di tepi Laut Aegea

Himation

(k. 750–30 SM). Pakaian ini biasanya dikenakan di atas khiton dan/atau peplos, tetapi terbuat dari tirai yang lebih berat dan berperan sebagai jubah atau

Afrodit

Bokong yang Indah"; jenis patung ini memperlihatkan Afrodit mengangkat peplos miliknya untuk menampilkan bokongnya kepada pelihat sambil menoleh ke arah

Euforia Bunga

Robertson menyatakan bahwa kedua wanita terlihat mengenakan pakaian terusan peplos yang umum ditemui pada periode klasik. Menurut penjelasan tertulis yang

Pesta Olahraga Heraia

belas wanita, yang selain melakukan permainan bertanggung jawab menenun peplos untuk dewi Hera dan dan mengatur tarian paduan suara untuk menghormati Hippodameia