Pendidikan progresif berlandas pada progresivisme yang beranggapan bahwa pendidikan harus didasarkan pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang paling baik belajar apabila berada dalam situasi kehidupan nyata dengan orang lain. Aliran pendidikan ini percaya bahwa anak belajar memakai cara yang sama dengan ilmuwan, mengikuti proses yang mirip dengan model belajar dari John Dewey, yaitu:

  1. Menyadari adanya masalah.
  2. Merumuskan masalah.
  3. Mengajukan hipotesis pemecahannya.
  4. Mengevaluasi konsekuensi hipotesis berdasarkan pengalaman masa lalunya.
  5. Menguji solusi yang paling mungkin.

Dengan pandangan demikian, guru perlu menyajikan bukan hanya bacaan dan hafalan saja, tapi juga pengalaman dunia nyata dan aktivitas yang berpusat pada kehidupan peserta didik. Slogan populer dari aliran ini adalah "Learning by doing" (Belajar sambil melakukan).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pragmatisme

Dewey (1859-1952) digunakan dalam pendidikan progresif yang mengutamakan adanya proses, pengalaman dan kegunaan pendidikan secara praktis dalam kehidupan

John Dewey

Dewey memberikan pengaruh bagi pengembangan filsafat pendidikan khususnya pada pendidikan progresif yang dilandasi oleh pragmatisme dan progresivisme. Ia

Pendidikan holistik

Pendidikan holistik adalah filosofi pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian seseorang: secara intelektual, emosional, sosial

Sekolah Taman Siswa

Konsep ini dikembangkan oleh Dewantara setelah ia mempelajari sistem pendidikan progresif yang diperkenalkan oleh Maria Montessori di Italia dan Rabindranath

Pendidikan seksual

pergerakan pendidikan progresif memicu pengadaan pendidikan seks sebagai "higienitas sosial" dalam kurikulum sekolah Amerika Utara dan pengadaan pendidikan seks

Pendidikan

dan pendidikan tinggi. Klasifikasi lain berfokus pada metode pengajaran, seperti pendidikan yang berpusat pada guru dan berpusat pada peserta didik, serta

Ilmu pendidikan

perkembangan peserta didik. Sosiologi pendidikan — analisis hubungan antara pendidikan dan struktur sosial. Kebijakan pendidikan — perumusan dan evaluasi

Hamartoni Ahadis

Singapura (2020), serta berbagai seminar mengenai kebijakan fiskal, pendidikan progresif, dan manajemen wilayah pesisir yang berkelanjutan. Di ranah sosial