Pelontar api di Irak, 2008.

Pelontar api (dari bahasa Inggris: flamethrower) adalah alat yang dirancang untuk menembakkan aliran api. Pelontar api dapat menggunakan bahan bakar cair maupun gas. Pelontar api modern pertama kali digunakan dalam perang sebagai senjata pada peperangan parit Perang Dunia I. Pelontar api juga digunakan oleh sipil, misalnya pada agrikultur dan industri film.

Namun, tabung pelontar api tidak akan langsung meledak bila ditembak, apalagi bila hanya terkena peluru biasa. Ledakan yang terjadi pada tiap operator pelontar api ketika tabungnya ditembak di film-film ataupun permainan video, sebetulnya adalah sesuatu yang dilebih-lebihkan. Komponen tabung pada pelontar api militer pada umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu tabung propelan dan tabung cairan mudah terbakar. Tabung propelan berisi gas bertekanan tinggi, sedangkan seperti namanya, tabung cairan mudah terbakar berisi cairan mudah terbakar. Pelontar api bekerja dengan cara menggunakan propelan untuk mendorong bahan bakar keluar tabung ke komponen "pistol" yang dipegang operator. Komponen "pistol" memiliki sistem pemicu yang membakar cairan yang mudah terbakar begitu tersembur keluar dari tabung.

Bila tabung propelan yang tertembak, gas bertekanan tinggi yang berada didalamnya akan bocor dan mendorong operator pelontar api ke depan, tetapi tidak akan meledak karena tidak memakai gas yang mudah terbakar. Hal yang serupa akan terjadi pada tabung aerosol bila ditusuk. Lalu bila terkena cairan yang mudah terbakar yang dipakai oleh pelontar api, juga tidak akan langsung meledak bila ditembak peluru biasa. Itulah mengapa pelontar api masih memerlukan sistem pemicu yang spesifik agar bisa membakar cairannya, contohnya pelontar api M1A1 yang menggunakan api hidrogen untuk menyalakan napalm. Risiko pelontar api meledak baru ada bila peluru yang menembus adalah amunisi tracer atau peluru incendiary.

Daftar pustaka

sunting
  • McNab, Chris (2015). The Flamethrower. London: Bloomsbury Publishing. hlm. 16–18. ISBN 978-1472809049.
  • Needham, Joseph (1986). Science and Civilization in China. Vol. Volume 5, Part 7. Taipei: Caves Books, Ltd.
  • Wictor, Thomas (2010). Flamethrower Troops of World War I. Atglen, Pennsylvania: Schiffer Publishing Ltd (USA). ISBN 978-0764335266.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gunung berapi

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau

Kereta api Parahyangan

Kereta api Parahyangan merupakan layanan kereta api penumpang kelas campuran (lihatlah di bawah) yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk

Kereta api Anggrek

Kereta api Anggrek adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan compartment suite yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia dengan relasi

Kereta api Sancaka

Kereta api Sancaka merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani

Kereta api Harina

Kereta api Harina adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan

Pengeboman SMP Negeri 3 Sungai Raya

Mental Diduga Picu Siswa Lempar Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya". Detik. Diakses tanggal 05 Februari 2026. "Tas siswa pelempar molotov di Kalbar tertulis

Bom molotov

memberikan efek terbakar karena sebelum dilemparkan sumbu dibakar terlebih dahulu. Saat botol pecah setelah dilempar, api merambat dan menyebar karena penguapan

Gunung Bromo

Tengger dieja "Brama", juga disebut Kaldera Tengger, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.614 meter