Algoritma pencarian string (bahasa Inggris: string matching algorithm) atau sering disebut juga pencocokan string adalah algoritme untuk melakukan pencarian semua kemunculan string pendek yang disebut pattern di string yang lebih panjang yang disebut teks.[1]

Algoritma-algoritma pencocokkan string dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian menurut arah pencariannya.

  • Dan kategori terakhir, dari arah yang ditentukan secara spesifik oleh algoritma tersebut, arah ini menghasilkan hasil terbaik secara teoretis, algoritma yang termasuk kategori ini adalah:
    1. Algoritme Colussi
    2. Algoritme Crochemore-Perrin

salah satunya algoritma SUSAN

Algoritma brute force dalam pencarian string

sunting

Algoritma brute force (bahasa Inggris: brute-force search) merupakan algoritma pencocokan string yang ditulis tanpa memikirkan peningkatan performa. Algoritma ini sangat jarang dipakai dalam praktik, tetapi berguna dalam studi pembanding dan studi-studi lainnya.

Cara kerja

sunting

Secara sistematis, langkah-langkah yang dilakukan algoritma brute force pada saat mencocokkan string adalah:

  1. Algoritma brute force mulai mencocokkan pattern pada awal teks.
  2. Dari kiri ke kanan, algoritma ini akan mencocokkan karakter per karakter pattern dengan karakter di teks yang bersesuaian, sampai salah satu kondisi berikut dipenuhi:
    1. Karakter di pattern dan di teks yang dibandingkan tidak cocok (mismatch).
    2. Semua karakter di pattern cocok. Kemudian algoritma akan memberitahukan penemuan di posisi ini.
  3. Algoritma kemudian terus menggeser pattern sebesar satu ke kanan, dan mengulangi langkah ke-2 sampai pattern berada di ujung teks.

Berikut adalah Algoritma brute force yang sedang bekerja mencari string:

Algoritme brute force yang sedang bekerja mencari string.

Pseudocode

sunting

Pseudocode algoritma brute force ini:

procedure BruteForceSearch(
       	input m, n: integer,
       	input P: array[0..n-1] of char,
       	input T: array[0..m-1] of char,
       	output ketemu: array[0..m-1] of boolean
       )

Deklarasi:
       i, j: integer 

Algoritma:
        for (i:=0 to  m-n) do
               j:=0
               while (j < n and T[i+j] = P[j]) do
                        j:=j+1
               endwhile
               if(j >= n) then
		         ketemu[i]:=true;
               endif 
        endfor

Referensi

sunting
  1. ^ (Inggris)Lecroq, Thierry Charras, Christian. 2001. Handbook of Exact String Matching Algorithm. ISBN 0-9543006-4-5

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konferensi SWAT dan WADS

WADS, SWAT. Navarro, Gonzalo; Raffinot, Mathieu (2002), Flexible Pattern Matching in Strings, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-81307-5. Bagian

Elixir (bahasa pemrograman)

remote debugging and more Lazy and async collections with streams Pattern matching to promote assertive code Unicode support and UTF-8 strings Sintaksis

Algoritma Knuth-Morris-Pratt

Exact String Matching Algorithm. ISBN 0-9543006-4-5 (Inggris) Knuth, Donald E. Morris, James H. Pratt, Vaughan R. 1977. Fast Pattern Matching in Strings

Ekspresi reguler

Diakses tanggal 2013-10-11. "PostgreSQL 9.3.1 Documentation: 9.7. Pattern Matching". Diakses tanggal 2013-10-12. Wall, Larry and the Perl 5 development

Graphmaster

kemudian menghasilkan keluaran tamplate sebagai responnya. Graphmaster Matching (Pencocokan Graphmaster) adalah pencocokan yang bersifat backtrack yaitu

Pemrograman neurolinguistik

(misalnya predikat sensorik dan kata kunci) dan perilaku non-verbal (misalnya matching-mirroring perilaku non-verbal, atau menanggapi gerakan mata) dari klien

Biwara

(1997). "Sibling recognition in the beaver: A field test for phenotype matching". Animal Behaviour. 54 (3): 493–502. Bibcode:1997AnBeh..54..493S. doi:10

Graph database

analytics library consisted of network topological analysis tools, graph matching and search tools, and graph path and flow tools. It has been applied to