📑 Table of Contents
Mahkota Kerajaan Pajajaran Binokasih Sanghyang Pake

Binokasih Sanghyang Paké adalah mahkota yang berasal dari Kerajaan Sumedang Larang dan kini tersimpan sebagai koleksi Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Replika mahkota ini terdapat di Museum Sri Baduga, Bandung.[1][2]

Sejarah

sunting

Menurut sumber turun-temurun, mahkota ini dibuat atas prakarsa Sanghyang Bunisora Suradipati, raja Galuh (1057-1099). Mahkota ini digunakan oleh raja-raja Sunda selanjutnya dalam upacara pelantikan raja baru dan menjadi benda pusaka kerajaan hingga kerajaan Sunda runtuh.[2]
Pada waktu ibu kota kerajaan Sunda di Pakuan Pajajaran diserbu oleh pasukan Banten (1579), mahkota ini berhasil diselamatkan oleh para pembesar kerajaan Sunda yang berhasil meloloskan diri, yaitu: SayHawu, Térong Plot, dan Kondang Hapa. Mahkota ini dibawa ke Sumedang Larang dan diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun dengan harapan dapat menggantikan dan melanjutkan keberadaan dan kejayaan kerajaan Sunda. sejak itu mahkota ini menjadi benda pusaka para raja Sumedang Larang dan kemudian para bupati Sumedang. Sejak pemerintahan Bupati Pangeran Suria Kusumah Adinata atau Pangeran Sugih (1836-1882) mahkota tersebut dipakai untuk hiasan kepala pengantin keluarga bupati Sumedang.[2]

Mahkota Binokasih dan siger emas menjadi daya tarik pengunjung yang datang ke Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Mahkota yang mempunyai nama lengkap Makuta Binokasih Sanghyang Pake ini merupakan salah satu simbol dan peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda). Hingga kini, mahkota tersebut masuk dalam Pusaka Leluhur Sumedang dan menjadi peninggalan Prabu Geusan Ulun 1578 - 1601.

Mahkota ini disimpan di gedung pusaka kompleks Museum Prabu Geusan Ulun. Tersimpan di dalam lemari kaca segi delapan dengan pengamanan super ekstra. Ini dilakukan, karena mahkota tersebut merupakan mahkota asli raja Pajajaran akhir sebelum runtag atau runtuh.

Terbuat dari emas dengan hiasan batu permata menjadikan mahkota ini sangat spesial. Tidak heran jika pengunjung yang datang ke Museum Prabu Geusan Ulun lebih tertarik melihat koleksi mahakarya ini. Para pengunjung pun mau berlama-lama di gedung ini. Selain mahkota Binokasi, terdapat pula siger, ikat pinggang, serta aksesoris raha lainnya yang merupakan peninggalan asli Raja Pajajaran terakhir. Untuk menambah daya tarik, di gedung ini terdapat pula berbagai jenis senjata pusaka kerajaan, seperti tombak, kujang, dan keris.

Rujukan

sunting
  1. ^ Iskandar, Yoseph.1997.Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa).Bandung:Geger Sunten.
  2. ^ a b c Rosidi, Ajip.2000.Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya, Termasuk Budaya Cirebon dan Betawi.Bandung:Pustaka Jaya.

Referensi

sunting
  1. http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/stcontent.php?id=102&lang=id#sthash.uPhEB1sI.dpuf Diarsipkan 2015-01-22 di Wayback Machine. Menilik Warisan Galuh

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Johanes Pake Pani

Johanes Pake Pani atau Anis Pake Pani (lahir 3 Desember 1942) adalah seorang birokrat sekaligus politikus Indonesia. Ia menjadi Bupati Ende keempat setelah

Slank

bubar berarti itu salah loe! gw tulis surat ini pake darah, jangan sampe gw tulis surat berikutnya pake darah lo!" surat bernada ancaman dan bersumpah

Koridor 9 Transjakarta

@pt_transjakarta (16 Juli 2023). "#INFOTRANSJAKARTA | Makan pecel ayam pake sambel terasi. Mulai Minggu 16 Juli 2023, Halte Gatot Subroto LIPI mulai

Michelle Ziudith

Mencari Cinta (2015) Berpacu Mengejar Pempek Melodi (2015) Nasi Jinggo Spesial Pake Cinta (2015) Gulai Kambing Rasa Move On (2015) Kutunggu Kau di Pelelangan

Indra Frimawan

ngomong orang lain. Gue udah diajak ngomong tetep diem aja, orang dia ngomong pake bahasa Yunani, gua gak ngerti." Adapun contoh lain ketika tampil di Grand

Eza Gionino

sabu-sabu. 10 Tanda Dia Bukan untukku (2011) Pacar Extra Brondong (2012) Cinta Pake Kontes (2012) My Jony My Beibh (2012) Wanted: Pacar Kaya dan Ganteng (2013)

Dimas Anggara

Gara-Gara Bebek (2015) Berpacu Mengejar Pempek Melodi (2015) Nasi Jinggo Spesial Pake Cinta (2015) Mendadak Goyang Dumang (2015) Nyanyian Cinta Si Ratu Kambing

Basuki Tjahaja Purnama

saja dalam hati kecil bapak-ibu enggak bisa pilih saya, ya, kan? Dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu. Itu hak bapak-ibu. Ya. Jadi, kalo