Tumor suppressor p53 trimer + DNA fragment, Human.

p53 (bahasa Inggris: protein 53, p53) adalah faktor transkripsi yang mendapat julukan dalam bahasa Inggris sebagai "the guardian of the genome", atau "guardian angel gene", dan "master watchman" karena peran protein tersebut dalam menjaga sel dari mutasi genetik akibat kerusakan DNA.

p53 memiliki ekspresi yang beragam seperti berbagai fungsi seluler, regulasi, apoptosis, replikasi DNA, proliferasi, dll. Dalam kondisi normal, jumlah konsentrasi p53 dalam sitoplasma sangat sedikit dan hanya teraktivasi saat sel mengalami stress.[1]

Rendahnya asupan asam folat dan vitamin B6 dapat meningkatkan risiko mutasi genetik pada p53 dan menginduksi kanker usus besar.[2] Upregulasi p53 yang berlebihan, biasanya terjadi pada kasus kemoterapi kanker dengan penggunaan cisplatin, dapat meracuni ginjal, dan perlu diturunkan segera, misalnya dengan penggunaan pifithrin-α.[3]

Rujukan

sunting
  1. ^ (Inggris) "Watching the watcher: regulation of p53 by mitochondria". Graduate Center for Toxicology, University of Kentucky; Aaron K Holley dan Daret K St Clair. Diakses tanggal 2010-11-19.
  2. ^ (Inggris) "FOLATE AND VITAMIN B6 INTAKE AND RISK OF COLON CANCER IN RELATION TO P53 MUTATIONAL STATUS". Channing Laboratory, Department of Medicine, Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School, Ludwig Boltzmann-Institute for Applied Cancer Research, KFJ-Spital, Vienna, Austria and Applied Cancer Research - Institute for Translational Research Vienna (ACR–ITR VIEnna), Department of Pathology, Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School, Department of Medical Oncology, Dana-Farber Cancer Institute; Eva S. Schernhammer, MD, DrPH, Shuji Ogino, MD, PhD, dan Charles S. Fuchs, MD, MPH. Diakses tanggal 2010-12-12.
  3. ^ (Inggris) "Activation and involvement of p53 in cisplatin-induced nephrotoxicity" (PDF). Department of Cellular Biology and Anatomy, Medical College of Georgia and Veterans Affairs Medical Center, Department of Internal Medicine, University of Utah and Veterans Affairs Medical Center, Department of Internal Medicine, University of Arkansas for Medical Sciences; Qingqing Wei, Guie Dong, Tianxin Yang, Judit Megyesi, Peter M. Price, dan Zheng Dong. Diakses tanggal 2010-12-12.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Genetika

paling sering terjadi adalah hilangnya fungsi protein p53, sebuah penekan tumor, atau pada jalur p53, dan mutasi perolehan fungsi pada protein Ras, atau

Onkovirus

beragam cara dalam inaktivasi p53. Protein E1B adenovirus (55K) menghalangi p53 meregulasi gen dengan cara berikatan pada p53 yang berikatan dengan genom

Maman lanang

tertententu dari daur sel. Sebagai gen tumor suppressor, seperti protein p53 dan protein Retinoblastoma (pRb). Protein Rb mampu mengikat protein E2F (faktor

Karen Vousden

medis asal Inggris yang dikenal atas risetnya tentang protein penekan tumor p53, khususnya temuan peran regulasi penting Mdm2 yang menjadi target potensial

Kanker payudara

diagnosa juga dianggap belum cukup; DNA/ploiditas dengan penggunaan sitometri, p53, cathepsin D, siklin E, multiparameter assays tertentu, deteksi metastasis-mikro

BRCA1

MED1 MED17 MED21 MED24 MRE11A MSH2 MSH3 MSH6 Myc NBN NMI NPM1 NCOA2 NUFIP1 P53 PALB2 POLR2A PPP1CA Rad50 RAD51 RBBP4 GRCh38: Ensembl release 89: ENSG00000012048

HBx

perkembangan siklus sel sambil berikatan dan menghambat protein supresor tumor p53 melakukan perannya. Observasi eksperimen juga mengacu bahwa protein HBx meningkatkan

Penghambat siklooksigenase-2

tumor, p53. p53 adalah faktor transkripsi apoptosis yang biasanya ditemukan di sitosol. Ketika DNA sel rusak hingga tidak dapat diperbaiki, p53 diangkut