Proyek Palapa Ring

Palapa Ring atau kadang disebut dengan istilah Tol Langit adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 38 provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.[1]

Latar belakang

sunting

Dalam rangka pemerataan akses telekomunikasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), membangun sarana infrastruktur telekomunikasi yang salah satunya adalah proyek Palapa Ring Broadband.[2]

Penyediaan jaringan serat optik bertujuan untuk pembangunan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan menyediakan akses broadband yang berkualitas secara merata di seluruh Indonesia. Dengan terciptanya akses komunikasi yang lebih baik dengan proyek ini, maka diharapkan akan tercipta pemerataan dan kemudahan akses telekomunikasi-informasi, membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan berbasis internet (e-commerce), meningkatkan efisiensi dan efektivitas system kerja, dan meningkatkan kompetensi untuk berkompetisi di pasar global.[2]

Serat optik

sunting

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias lebih rendah daripada core. Nantinya, bagian core ini akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi. Sebagai catatan, efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER atau Bit Error Rate. Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Palapa Ring

sunting

Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Pulau Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.

Sejarah

sunting

Terinspirasi oleh sejarah bangsa, pemerintah Indonesia menggunakan “Palapa Ring” sebagai nama proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung bagi telekomunikasi nasional. Cikal bakal dari Palapa Ring adalah ”Nusantara 21” yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998. Namun, krisis ekonomi yang melanda Indonesia membuat proyek tersebut tidak berjalan. Januari 2005, pada ajang Infrastructure Summit I, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi kembali mencuat ke permukaan.

Setelah Nusantara 21 tenggelam, muncul ide Cincin Serat Optik Nasional (CSO-N) yang diprakarsai oleh PT Tiara Titian Telekomunikasi (TT-Tel). Aplikasi tersebut merupakan jaringan kabel kasar bawah laut berbentuk cincin terintegrasi berisi frekuensi pita lebar yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian barat dengan perkiraan panjang sekitar 25.000 km. Setiap cincin akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.

Pemerintah kemudian memopulerkan gagasan tersebut dengan nama Palapa O2 Ring. Akan tetapi karena mirip dengan merek dagang salah satu ponsel, pemerintah mengubah nama proyek serat optik ini menjadi Palapa Ring.

Deskripsi

sunting

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut ataupun lewat daratan.

Berdasarkan tulisan Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, pada Desember 2007, “Perkembangan Teknologi Komunikasi”, manfaat Palapa Ring bagi pembangunan Indonesia adalah:

  • ketersediaan layanan komunikasi dari voice hingga broadband sampai seluruh kota/kabupaten
  • akan terjadi efisiensi investasi yang akan mendorong tarif telekomunikasi semakin murah
  • terjadi percepatan pembangunan dalam sektor komunikasi khususnya di Indonesia bagian timur, dan akan mendorong bertumbuhnya varian penyelenggara jasa telekomunikasi dan jasanya.
  • keberadaan aplikasi seperti distance learning, telemedicine, e-government, dan aplikasi lainnya, dapat diimplementasikan hingga mencapai kota/kabupaten.

Sebagai tambahan, harapan pemerintah adalah setelah pembangunan Palapa Ring selesai, kapasitas e-learning sebesar 155 mega meningkat hingga 300 giga.

Pembangunan Palapa Ring

sunting

Proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatanganan hasil konsorsium untuk pembangunan jaringan serat optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT) pada Jumat 5 Juli 2007 oleh tujuh operator telekomunikasi. Perusahaan operator telekomunikasi yang terlibat itu PT. Bakrie Telecom Tbk, PT. Excelcomindo Pratama Tbk, PT. Indosat Tbk, PT. Infokom Elektrindo, PT. Macca System Infocom, PT. Powertek Utama Internusa, dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Pembangunan serat optik di KIT adalah sepanjang 10.000 kilometer yang dimulai pada 2008 dan memakan biaya Rp 4 triliun.

Setelah itu, tender Palapa Ring skala nasional dibuka kembali oleh pemerintah pada Oktober 2007 yang sebelumnya di dahului oleh penyelesaian dokumen tender pada September. Setelah penandatanganan kontrak dengan para pemenang tender pada November 2007, pembangunan dilakukan pada pertengahan 2008 dan diprediksikan selesai 2013.

Investasi pembangunan Palapa Ring sepenuhnya berasal dari operator telekomunikasi anggota konsorsium, tidak ada dana yang berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Dalam proyek pembangunan Palapa Ring tersebut porsi investasi Telkom sebesar 40%, sedangkan anggota konsorsium lainnya sebesar 13,3%, kecuali satu anggota konsorsium sekitar 6,4%. Dengan penyertaan dana 40%, Telkom mendapatkan kuota kapasitas terbesar, yakni setara 40 Gbps dari total kapasitas Palapa Ring sekitar 85 Gbps.

Referensi

sunting
  1. ^ "Tol Langit Palapa Ring Diresmikan, Bye-bye Internet Lemot". cnbcindonesia.com. 15 October 2019.
  2. ^ a b "Laporan KPIP Semester I 2019" (PDF). kppip.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-10-19.
  • Mirabito, M.A.M. & Morgenstern, B.L.; New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact; Bab 5th, The Magic Light: FIber-Optic Systems. 5th Edition, UK: Focal Press, 2004

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Muhammad Farhan

kejelasan sumber pendanaan, dan menyoroti program Kabel Bawah Laut Palapa Ring di bawah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kemenkominfo

Rita Supermall Purwokerto

dimiliki oleh Rita Pasaraya (PT Rita Ritelindo), perusahaan peritel dan operator sejumlah pasar raya di wilayah bekas Keresidenan Banyumas dan Pekalongan

Sadako Yamamura

lain Rie Inō di Ring dan Ring 2, Hinako Saeki di Rasen, Yukie Nakama di Ring 0: Birthday, Ayane Miura di Ring: Kanzenban, Tae Kimura di Ring: The Final Chapter

Telepon

menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini yang nantinya akan memproses

Rita Supermall Tegal

didirikan pada tahun 2003 ini dimiliki oleh Rita Pasaraya (PT Rita Ritelindo), operator jaringan pasar raya asal Purwokerto. Mal ini merupakan salah satu mal tertua

Tanda sama dengan

dilaksanakan pada tahun 1957. Dalam Fortran, "=" berfungsi sebagai sebuah tugas operator: X = 2 set nilai dari X ke 2. Ini agak menyerupai gunakan "=" dalam definisi

Nexian

Best Favourite Music Concept Golden Ring Award 2010 sebagai The Best Qwerty Local Brand 2010 (NX-G801) Golden Ring Award 2010 sebagai The Best Entry Level

Daftar jalan tol di Indonesia

Oktober 2014[pranala nonaktif permanen] Selesai Dibangun, Tol Bogor Outer Ring Road Ruas Yasmin-Kayu Manis Siap Beroperasi - Bisnis Liputan6.com [Lengkap]