Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu contoh hewan yang melaksanakan oofagi.

Oofagi atau ovofagi (secara harfiah "memakan telur") adalah perilaku hewan dimana embrio memakan telur-telur yang dihasilkan oleh ovarium saat masih di dalam uterus induk.[1] Kata oofagi dihasilakn dari kata Yunani Kuno ᾠόν (ōion, "telur") dan φᾱγεῖν (phāgein, "memakan"). Sebagai kontras, adelfofagi adalah kanibalisme embrio bersel banyak.[1]

Oofagi diperkirakan terjadi pada semua hiu dalam ordo Lamniformes dan telah tercatat terjadi pada hiu tikus mata-besar (Alopias superciliosus), hiu tikus pelagik (A. pelagicus), hiu mako sirip-pendek (Isurus oxyrinchus) dan hiu porbeagle (Lamna nasus) di antara beberapa lainnya.[1] Oofagi juga ditemukan di hiu perawat kuning-kecokelatan (Nebrius ferrugineus), dan dalam famili Pseudotriakidae.

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Christina L. Conrath. "Elasmobranch Fisheries Management Techniques Chapter 7" (PDF). Diakses tanggal 3 August 2006.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hiu tikus

dan pada saat itu mereka mulai memakan telur induknya yang tidak dibuahi (Oofagi). Hiu tikus lama menjadi dewasa, jantan mencapai kematangan seksual antara

Hiu perawat kuning-kecokelatan

Spesies ini mewakili satu-satunya hiu karpet yang embrionya mempraktikkan oofagi, memakan telur yang dihasilkan induknya saat masih di dalam uterus. Simpfendorfer

Hiu goblin

tumbuh selama masa gestasi dengan memakan telur yang tidak berkembang (oofagi). Ukuran saat lahir kemungkinan mendekati 82 cm (32 in), panjang spesimen

Hiu mako sirip-pendek

uterus selama 15-18 bulan selama masa gestasi, proses tersebut dinamakan oofag. 4 hingga 18 hiu muda terlahir di akhir musim dingin dan awal musim semi

Teleostei

darah induk melalui struktur mirip plasenta yang berkembang di dalam rahim. Oofagi dipraktikkan oleh beberapa spesies, seperti Nomorhamphus ebrardtii; induk

Hierarki dominasi

pekerja, yang ditemukan pada lebah dan semut. Pemolisian dapat melibatkan oofagi dan imobilisasi pekerja yang bertelur. Pada beberapa spesies semut seperti

Cara reproduksi

lainnya, baik jaringan kulit maupun jaringan kelenjar, ataupun dengan cara oofagi (memakan sel telur yang belum dibuahi) atau adelfofagi (memakan embrio lainnya)