📑 Table of Contents

Alih keluar (bahasa Inggris: offshoring) adalah peprpindahan proses bisnis dari sebuah negara ke negara lain—biasanya proses operasi seperti manufaktur atau proses penopang seperti akuntansi. Istilah ini umumnya mengacu pada bisnis perusahaan swasta, tetapi pemerintah kadang-kadang juga melakukan alih keluar.[1] Alih keluar belakangan ini dikaitkan dengan alih daya jasa teknis dan administratif yang membantu operasi domestik dan global dari luar negara markas ("alih daya keluar") dengan model pengiriman interal (penarikan) atau eksternal (alih daya).[2]

Istilah ini digunakan dalam beberapa kesempatan yang berbeda namun sangat berhubungan satu sama lain. Istilah ini secara luas berarti penggantian jasa dari dalam perusahaan dengan jasa dari sumber asing manapun. Dalam beberapa kasus, hanya jasa impor dari perusahaan anak atau pemasok terkait yang termasuk dalam lingkup istilah ini. Barang menengah seperti komputer yang setengah selesai tidak masuk lingkup istilah ini.[3]

Alih keluar dapat dipandang dalam konteks produksi atau jasa. Setelah bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun 2001, Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara tujuan alih keluar produksi utama. Bidang industri lain yang dialihkan keluar adalah industri perangkat lunak sebagai bagian dari pengembangan perangkat lunak global dan perkembangan sistem informasi global. Karena kemajuan telekomunikasi meningkatkan kesempatan perdagangan jasa, India menjadi negara terbesar yang menjadi tujuan alih keluar telekomunikasi.[butuh rujukan] Beberapa negara juga mulai dijadikan tujuan alih keluar.

Alasan ekonomi alih keluar adalah untuk mengurangi biaya (disebut arbitrase kerja) dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Lapangan pekerjaan bertambah di negara tujuan yang menyediakan barang atau jasa (umumnya negara berbiaya kerja rendah), tetapi berkurang di negara berbiaya kerja tinggi. Peningkatan biaya jaring pengaman pengangguran ditangani oleh pemerintah (pembayar pajak) di negara berbiaya tinggi atau perusahaan yang melakukan alih keluar. Eropa mengalami lebih sedikit alih keluar dibandingkan Amerika Serikat karena kebijakan yang membebankan lebih banyak biaya kepada perusahaan dan hambatan budaya.[4]

Lihat pula

sunting

Menurut sektor:

Bahan bacaan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "The Offshoring of American Government", Cornell Law Review, Nov. 2008, available: http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1143044
  2. ^ a b "SSRN-A Dynamic Perspective on Next-Generation Offshoring: The Global Sourcing of Science and Engineering Talent". Academy of Management Perspectives. 22 (3). Social Science Electronic Publishing: 35–54. October 20, 2008. doi:10.5465/amp.2008.34587994. Diakses tanggal 8 April 2014.
  3. ^ See "Appendix II: Definitions of Offshoring" in General Accounting Office: "International Trade: Current Government Data Provide Limited Insight into Offshoring of Services", September 2004. Imported intermediate goods are included in offshoring in "Swenson, D: "International Outsourcing", in The New Palgrave Dictionary of Economics, 2008.
  4. ^ "Staying put. European jobs are not coming back because few of them went in the first place". The Economist. January 2013. Diakses tanggal 8 April 2014.
  5. ^ "Accelerating the Globalization of America: The Role for Information Technology - Catherine L. Mann, Jacob Funk Kirkegaard, Peter G. Peterson Institute for International Economics". Bookstore.iie.com. 2010-03-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-11-29. Diakses tanggal 2010-05-22.
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "http"

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alih daya

memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Istilah offshoring artinya pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu negara ke negara lain

Maklon

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa mulai memindahkan pusat produksinya (offshoring) ke negara-negara Asia seperti Taiwan, Tiongkok, dan Korea Selatan untuk

Globalisasi

(PDB). Industrialisasi, transportasi maju, perusahaan multinasional, offshoring, dan outsourcing sama-sama memberi dampak besar terhadap perdagangan global

Tenaga kerja manual

tenaga kerja dengan biaya yang terbilang sangat rendah. Misalnya, melalui offshoring, mempekerjakan pekerja asing atau meniadakannya (melalui mekanisasi dan

BRIC

Kobayashi-Hillary, 'Building a Future with BRICs: The Next Decade for Offshoring' (Nov 2007). ISBN 978-3-540-46453-2. James D. Sidaway (2012) 'Geographies

The World is Flat

disubkontrakkan dan dilakukan dengan cara yang paling efisien dan hemat biaya. Offshoring: Relokasi internal proses manufaktur atau lainnya ke negara asing untuk

Komunikasi serat optik

tetapi, tren utama dalam industri ini telah konsolidasi perusahaan dan offshoring manufaktur untuk mengurangi biaya. Perusahaan seperti Verizon dan AT&T

Garis besar globalisasi

Certificate Optional Practical Training Tenaga kerja global Hak tenaga kerja Offshoring Pekerajaan berbahaya Kebijakan visa menurut negara (kategori) Lingkungan