Beberapa langkah metode bagi-dua yang diterapkan terhadap kisaran awal [a1;b1]. Titik merah yang lebih besar adalah akar fungsi.

Dalam matematika, metode bagi-dua adalah algoritme pencarian akar yang membagi dua selang, lalu memilih bagian selang yang berisi akar seharusnya berada untuk diproses lebih lanjut. Metode ini sangat sederhana dan tangguh, tetapi juga sangat lambat. Metode ini juga memiliki sebutan metode setengah interval (interval halving method),[1] metode pencarian biner (binary search method),[2] atau metode dikotomi (dichotomy method).[3]

Metode

sunting

Metode ini berlaku ketika kita ingin memecahkan persamaan f(x) = 0 untuk variabel skalar x, di mana f merupakan fungsi kontinu.

Metode bagi-dua mensyaratkan dua titik awal a dan b sedemikian sehingga f(a) dan f(b) memiliki tanda berlainan. Ini dinamakan kurung dari sebuah akar. Menurut teorema nilai antara, fungsi f mestilah memiliki paling tidak satu akar dalam selang (a, b). Metode ini kemudian membagi selang menjadi dua dengan menghitung titik tengah c = (a + b) / 2 dari selang tersebut. Kecuali c sendiri merupakan akar persamaan, yang mungkin saja terjadi, tetapi cukup jarang, sekarang ada dua kemungkinan: f(a) dan f(c) memiliki tanda berlawanan dan mengapit akar, atau f(c) dan f(b) memiliki tanda berlawanan dan mengapit akar. Kita memilih bagian selang yang mengapit, dan menerapkan langkah bagi-dua serupa terhadapnya. Dengan cara ini selang yang mungkin mengandung nilai nol dari f dikurangi lebarnya sebesar 50% pada setiap langkah. Kita meneruskan langkah ini sampai kita memiliki selang yang dianggap cukup kecil.

Secara eksplisit: jika f(a) f(c) < 0, maka metode ini menetapkan b baru sama dengan c, dan bila f(b) f(c) < 0, maka metode ini menetapkan a baru sama dengan c. Dalam kedua kasus, f(a) dan f(b) baru memiliki tanda berlawanan, sehingga metode ini dapat diterapkan pada selang baru yang lebih kecil ini. Implementasi metode ini harus berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahwa titik tengah ternyata merupakan pemecahan.[4]

Rujukan

sunting
  1. ^ "Interval Halving (Bisection)". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-19. Diakses tanggal 2013-11-07.
  2. ^ Burden & Faires 1985, hlm. 28
  3. ^ "Dichotomy method - Encyclopedia of Mathematics". www.encyclopediaofmath.org. Diakses tanggal 2015-12-21.
  4. ^ Burden & Faires 1985, hlm. 28 for section

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Metode elemen hingga

Numerical Simulation. K. J. Bathe: Numerical methods in finite element analysis, Prentice-Hall (1976). Thomas J.R. Hughes: The Finite Element Method:

1 (angka)

 23–24. Wiyanto, Sugiyarto & Astuti 2006, hlm. 144. Chrisomalis, Stephen. "Numerical Adjectives, Greek and Latin Number Prefixes". The Phrontistery. Diarsipkan

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

Sumantyo, K. Ito, D. Delaune, T. Tanaka, T. Onishi, and H. Yoshimura, “Numerical analysis of ground plane size effects on patch array antenna characteristics

Beton bertulang

September 2011). "Energy based structural damage index based on nonlinear numerical simulation of structures subjected to oriented lateral cyclic loading"

Sofia Alisjahbana

Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Alisjahbana, S.W., Wangsadinata, W., “Numerical Dynamic Analysis of Orthotropic Plates under Localized Blast Loads”, ASEA-SEC2

Metode Newton

doi:10.3931/e-rara-13516. Gil, A.; Segura, J.; Temme, N. M. (2007). Numerical methods for special functions. Society for Industrial and Applied Mathematics

Gene H. Golub

computed by the LR method". Mathematics of Computation. 16 (80): 438. doi:10.1090/S0025-5718-1962-0163430-6. Golub, Gene H. (1965). "Numerical methods for solving

Titik ekuivalen

industrial endpoint detector Graphical method to solve acid-base problems, including titrations Graphic and numerical solver for acid-base problems -Software