H adalah huruf ke-8 dalam alfabet Latin. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini disebut ha. Huruf ini biasanya melambangkan konsonan desis celah suara nirsuara.

Sejarah

sunting
Hieroglif Mesir
"pagar" 
Proto-Semitik
ḥet 
Fenisia
het 
Yunani Kuno
eta 
Yunani Modern
eta 
Etruria
Latin Modern
H
N24

Huruf Semit ח (ḥêṯ) kemungkinan besar melambangkan Konsonan desis hulu-kerongkongan nirsuara (/ħ/). Bentuk huruf ini mungkin berarti pagar. Alfabet Yunani H awal berbunyi /h/, tetapi lama-kelamaan menjadi huruf vokal eta (Η, η) yang berbunyi /ɛː/ (dalam bahasa Yunani modern, fonem ini bergabung dengan /i/.)

Bahasa Etruska dan bahasa Latin pernah memiliki fonem /h/, namum hampir semua rumpun bahasa Roman kehilangan bunyi itu. Kemudian bahasa Romania meminjam fonem /h/ dari bahasa-bahasa Slavia di dekatnya, dan bahasa Spanyol mengembangkan bunyi /h/ sekunder dari /f/ sebelum kehilangan bunyi itu lagi, sementara beberapa dialek bahasa Spanyol memakai /h/ sebagai alofon /s/ di beberapa wilayah yang memakai bahasa tersebut.

Penggunaan

sunting

Dalam Alfabet Fonetik Internasional. Huruf kecilnya [h] dan huruf besarnya [ʜ], melambangkan konsonan desis katup napas tak bersuara.

H juga digunakan dalam ilmu pasti. Dalam kimia, H adalah simbol kimia untuk Hidrogen. H adalah simbol konstanta Hubble (huruf besar) dan ketinggian/kedalaman (huruf kecil) dalam fisika.

H juga merupakan singkatan dari unit induktansi dalam sistem Satuan Internasional: henry.

Plat nomor

sunting

H adalah kode daerah dari Karesidenan Semarang (kecuali:Kabupaten Grobogan). Berikut adalah kode wilayahnya:

H Kota/Kabupaten Kode
Kota Semarang H - **A/*F/**G/*H/*P/*Q/*R/*S/*W/*X/*Y/*Z
Kota Salatiga H - **B/*K/*O/*T
Kabupaten Semarang H - **C/*I/*L/*V
Kabupaten Kendal H - **D/*M/*U
Kabupaten Demak H - **E/*J/*N
Catatan: - (angka plat nomor); * (satu angka pembeda); ** (dua angka pembeda)

Kode komputasi

sunting
Representasi alternatif huruf H
Alfabet fonetik NATO Kode Morse
Hotel ····
⠓
Bendera isyarat Semafor Braille
Titik kode Huruf besar
H
Huruf kecil
h
Unicode U+0048 U+0068
ASCII Desimal 72 104
Biner 01001000 01101000
EBCDIC 200 136

Referensi

sunting

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Suara (fonetik)

bunyi bersuara dan p nirsuara. Contoh pasangan lainnya adalah z (bersuara) dan s (nirsuara), atau g (bersuara) dan k (nirsuara). Dalam komunikasi tertulis

S

rumpun bahasa Semit pernah melambangkan konsonan desis pascarongga-gigi nirsuara /ʃ/ (seperti dalam kata syarat). Bentuk asalnya mungkin menggambarkan gigi

T

Dalam banyak bahasa, huruf ini melambangkan Konsonan letup rongga-gigi nirsuara. Dalam Alfabet Fonetik Internasional, konsonan tersebut dilambangkan sebagai

F

Huruf ini sering digunakan untuk menandai bunyi konsonan geser bibir-gigi nirsuara. Asal-usul huruf F bermula dari huruf Semit vâv yang melambangkan bunyi

P

nirsuara. Satu dwihuruf dalam bahasa Inggris dan Prancis yang melibatkan huruf P ialah "ph" yang menandakan bunyi konsonan desis bibir-gigi nirsuara /f/

Konsonan gesek pasca rongga-gigi nirsuara

Konsonan desis gesek pasca rongga-gigi nirsuara, gesek pasca rongga-gigi nirsuara atau gesekan desis pasca rongga-gigi dengan lidah berbentuk kubah merupakan

X

adalah lambang IPA dan X-SAMPA bagi konsonan desis langit-langit belakang nirsuara, seperti dwihuruf "kh" pada kata "khusus" dalam bahasa Indonesia. Pada

Fi

konsonan geser bibir-gigi nirsuara. Pada bahasa Yunani Kuno huruf itu melambangkan [pʰ], bunyi aspirasi konsonan letup dwibibir nirsuara. Dalam sistem angka