Tari Sunda (Aksara Sunda Baku: ᮍᮤᮘᮤᮀ, bahasa Sunda: [Ngibing] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah tradisi tari yang merupakan bagian
serta Ningkukan. Jumlah para penari Ngibing tidak terbatas dan dapat diikuti oleh semua orang. Pada tari Ngibing para perempuan baik gadis maupun khebai
untuk menyaksikan pertunjukan tayub. Banyak penonton lelaki kaya berkenan ngibing dengan Lara Kasihan. Mereka tidak lagi berpikir berapa banyak uang yang
kendang membuat lagu-lagu dalem dapat dibawakan untuk mengiringi tarian atau ngibing sehingga kata cokek mengalami pergeseran makna pada tarian. Wilayah Perkembangan
menimang dengan tangan kosong ataupun dengan menimang selendang. Ngibing Ngabadaya Ngibing ngabadaya dilakukan malam hari adalah ketika tarawangsa ditabuh
ketoprak, dan ludruk; tari rakyat, seperti tayuban, doger, jaran, kepang, dan ngibing, ronggeng; adat kebiasaan, seperti pesta selamatan, dan khitanan; upacara
gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni