Novel visual (ビジュアルノベル, bijuaru noberu) atau yang terkadang disebut Sound Novel adalah sebuah jenis permainan interaksi fiksi[1][2] yang dapat dimainkan di komputer pribadi dan sebagian dirilis di game konsol seperti PSP.

Permainan ini berbasis fiksi interaktif yang menampilkan cerita novel dalam bentuk gambar-gambar statis (yang digambar dengan gaya anime), dan dilengkapi dengan kotak percakapan untuk menyampaikan narasi dan ucapan setiap karakter, dan terkadang setiap karakter memiliki efek suara sehingga setiap karakter yang ada dalam novel visual seolah hidup dan dapat berbicara.

Saat ini masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui tentang novel visual, dan mereka menyebutnya sebagai inovasi baru dalam dunia perkomikan (meskipun di Jepang sudah 10 tahun lebih game seperti ini hadir). Banyak sekali masyarakat Jepang yang berkumpul dan membentuk grup kecil untuk membuat Visual Novel, dan mencapai keuntungan yang cukup besar dari penjualan mereka di Comiket.

Penjelasan

sunting

Novel visual termasuk salah satu jenis permainan petualangan, yang difokuskan di bagian penceritaan, sehingga pemain sering kali hanya membaca narasi di komputer pribadi yang menampilkan gambar beserta teks dan suara. Sering kali pemain diharuskan untuk memilih di antara pilihan-pilihan yang ada untuk melanjutkan ke jalan cerita selanjutnya, dan setiap pilihan yang diambil dapat memengaruhi jalan cerita dari Visual Novel yang sedang dimainkan. Istilah lain untuk novel visual adalah novel game atau sound novel (novel bersuara).

Permainan

sunting

Novel visual dibedakan dari jenis permainan lainnya dengan gameplay yang sangat minim. Interaksi pemain biasanya sebagaian besar terbatas untuk mengklik untuk melanjutkan teks, grafik dan suara. Novel visual terbaru menawarkan pilihan untuk "bermain" atau "fast-forward" sehingga hal tersebut dapat tidak terjadi tetapi tetap memberikan pemilihan narasi.

Kebanyakan novel visual memiliki beberapa alur cerita dan banyak ujung (akhir cerita). Mekanik gameplay dalam kasus ini biasanya terdiri dari beberapa titik pengambilan keputusan pilihan ganda intermiten, di mana pemain memilih sebuah arah cerita. Gaya gameplay telah dibandingkan dengan Pilih Sendiri Petualanganmu. Namun, sebagian besar berusaha untuk tingkat yang lebih tinggi dari plot dan kedalaman karakter dari seri tersebut dari buku anak-anak interaktif.

Novel visual tidak hanya mengenai fiksi interaktif, melainkan juga memasukkan konten-konten lain. Symphonic Rain, sebagai contoh, membuat pemainnya harus memainkan instrumen musik dan mendapatkan nilai tertentu untuk melanjutkan permainan.

Beberapa novel visual yang pendek tidak memiliki titik pengambilan keputusan. Sebagian besar jenis novel visual ini merupakan karya penggemar. Beberapa novel visual karya penggemar menjadi populer. Novel visual yang dibuat oleh penggemar dapat menggunakan game engine gratis, contohnya NScripter, KiriKiri dan Ren'Py, sehingga mudah untuk dibuat.

Banyak novel visual menggunakan pengisi suara untuk memberikan suara untuk tokoh. Namun, protagonis (karakter utama) umumnya biarkan tidak bersuara, walaupun semua karakter lain bersuara. Hal ini bertujuan untuk membantu pemain untuk mengidentifikasi protagonis dan menghindari perekaman banyak dialog (karena protagonis umumnya memiliki banyak kalimat yang disebabkan oleh beberapa alur dan akhir cerita).

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Cavallaro, Dani (2010). Anime and the visual novel: narrative structure, design and play at the crossroads of animation and computer games. McFarland & Company. hlm. 8. ISBN 0-7864-4427-4. Diakses tanggal 2012-02-05.
  2. ^ Lebowitz, Josiah; Klug, Chris (2011). "Japanese Visual Novel Games". Interactive storytelling for video games: a player-centered approach to creating memorable characters and storie. Burlington, MA: Focal Press. hlm. 192–4. ISBN 0-240-81717-6. Diakses tanggal 2012-11-10. Visual novels (or sound novels, as they're sometimes called) are a popular game genre in Japan.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Komik

Steven (2018-07-02). "Rodolphe Töpffer and The First Sequential Visual Narrative". PRINT Magazine (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-27

Metanarasi

framework: Narrative structure and meta-narrative. Routledge. 2013-06-17. hlm. 20–28. ISBN 978-0-203-15537-0. Building the framework: Narrative structure and

Sinners (film 2025)

S.M. (April 20, 2025). "Ben Stiller Pushes Back on Sinners Box Office Narrative in Viral Tweet". Men's Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

Odisseia

Arethusa 44(3):255–77. Bakker, E. J. 2013. The Meaning of Meat and the Structure of the Odyssey. Cambridge: Cambridge University Press. Barnouw, J. 2004

Pembingkaian

Cambridge University Press, pp. 75–89. Johnson-Cartee, K. (2005). News narrative and news framing: Constructing political reality. Lanham, MD: Rowman &

Korea di bawah pemerintahan Jepang

JSTOR 2057150. Isabella Lucy Bird (1898), Korea and Her Neighbours: A Narrative of Travel, with an Account of the Recent Vicissitudes and Present Position

Vagina

Read "The Vagina Monologues": A Biomythographical Unravelling of the Narrative. University of New Brunswick. ISBN 978-0-494-46655-1. Knox D, Schacht

Gerakan Perang Salib

Natasha R. (2017) [2007]. Women, Crusading and the Holy Land in Historical Narrative. Warfare in History. The Boydell Press. ISBN 978-1-78327-270-9. Hornby