Sebuah Monstrans "solar" tradisional.

Monstrans adalah wadah yang digunakan oleh Gereja Katolik Roma, Gereja Katolik Sedevacantis, Gereja Katolik Lama, Gereja Moravia, Gereja Husite, Gereja Anglikan, dan Gereja Lutheran untuk memajang Hosti Ekaristi yang sudah dikonsekrasi dalam upacara Adorasi Ekaristi atau Pemberkatan Sakramen Maha Kudus. Diciptakan pada abad pertengahan untuk memajang relikui-relikui di depan umum, monstrans kini biasanya dikhususkan sebagai wadah Hosti. Kata monstrans berasal dari kata Latin monstrare, artinya "memperlihatkan" atau "mempertunjukkan". Dalam Bahasa Latin monstrans disebut ostensorium (dari kata ostendere, "memperlihatkan"). Dalam Gereja Anglikan, monstrans disebut monstre atau monstral.

Monstrans dalam konteks liturgi

sunting

Dalam tradisi Katolik, pada saat konsekrasi unsur-unsur (disebut "persembahan" untuk tujuan liturgi) ditransformasi (secara harfiah ditransubstansi) menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Menurut doktrin Gereja Katolik, unsur-unsur tersebut tidak hanya ditransformasi secara rohani, melainkan juga (secara substansi) ditransformasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Unsur-unsur tersebut mempertahankan tampilannya atau "aksiden" dari roti dan anggur, tetapi adalah Tubuh dan Darah Kristus. Inilah yang dimaksud dengan Kehadiran Sejati; kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Karena adanya keyakinan ini, unsur-unsur yang telah dikonsekrasi diberi puja-bakti yang ditujukan umat Kristiani kepada Kristus.

Karena umat Katolik percaya bahwa Kristus hadir secara substantif dalam Ekaristi, sakramen Ekaristi yang tersimpan menjadi titik pusat devosi religius. Dalam Adorasi Ekaristi, selebran memajang sakramen di dalam monstrans, lazimnya di letakkan di atas altar. Jika tidak dipajang, sakramen tersebut dikunci dalam tabernakel.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ekaristi dalam Gereja Katolik

menampilkan hosti yang telah dikonsekrasi di atas altar dalam sebuah Monstrans. Ritus-ritus yang melibatkan penakhtaan Sakramen Mahakudus adalah Pemberkatan

Klara dari Assisi

pasukan musuh berupaya menyerang biara juga. Klara kemudian mengambil monstrans (alat untuk memperlihatkan Sakramen Mahakudus dalam sakramen) dan mengangkatnya

Hyasintus

keduanya. Karena alasan ini, ia biasanya digambarkan sedang memegang sebuah monstrans (meskipun baru digunakan beberapa abad kemudian) dan sebuah patung Maria

Pohon Isai

seniman mosaiknya, disusul sebuah rancangan karya Salviati. Monstrans Augsburg: Sebuah monstrans akhir abad ke-17 dari Augsburg memasukkan sebuah versi rancangan

Gereja Santo Yohanes Maria Vianney, Cilangkap

dengan besi yang dibuat dalam bentuk lingkaran dan menyerupai bentuk monstrans. Pemilihan ornamen anak domba dilakukan agar lebih dapat diterima oleh

Perjamuan Kudus

dikonsekrasi, terutama yang disimpan dalam tabernakel atau ditakhtakan dalam monstrans (terkait dengan Adorasi Sakramen Mahakudus). Sementara istilah "Sakramen

Gereja Santa Perawan Maria Lourdes, Promasan

Promasan. Belanda memberikan bantuan berupa lima buah patung serta sibori monstrans dan beberapa pakaian misa untuk melengkapi fasilitas peribadatan di gereja

Jan Sarkander

pasukan itu dalam sebuah perarakan dengan Sakramen Mahakudus di sebuah monstrans, Pasukan Polandia itu melihat kedatangannya, dan sebagai Katolik yang