📑 Table of Contents
Misogi pada malam hari di bawah air terjun di Kuil Agung Tsubaki

Misogi () adalah ritual penyucian seluruh tubuh yang dilakukan oleh pemeluk kepercayaan Shinto Jepang. Misogi berkaitan dengan ritual Shinto lain yang disebut Harae – keduanya sering disebut bersama-sama sebagai Misogiharae (禊祓).[1]

Di Kyoto, orang-orang membasuh badan mereka dengan aliran air terjun Otowa no Taki (Suara-Sayap) di Kuil Kiyomizu, walaupun sebagian besar hanya meminum airnya alih-alih diguyur langsung oleh air terjun.[2] Setiap tahun, banyak peziarah yang mengunjungi air terjun, danau, dan sungai suci, secara pribadi maupun bersama rombongan, untuk melakukan misogi. Gunung Ontake, Pegunungan Kii, dan Gunung Yoshino adalah contoh tempat kuno terkenal untuk melakukan misogi di Jepang. Kuil Agung Tsubaki di Amerika mengadakan misogi setiap pagi di aliran air terjun Konryu Myojin no Taki.[3]

Sebelum melakukan misogi, para anggota melalui semacam penyucian awal terlebih dahulu. Umumnya mereka melantunkan doa-doa, berpuasa, atau melakukan ibadah fisik lainnya. Wanita yang ikut misogi mengenakan kimono (jubah), sementara yang laki-laki mengenakan fundoshi (cawat). Baik pria maupun wanita memakai ikat kepala. Jika sudah siap, dilakukanlah furitama (降り魂) atau "menggetarkan arwah" dengan melekatkan tangan di perut dan menggoyangkannya ke atas dan ke bawah. Tujuan dilakukannya hal ini adalah untuk menyelaraskan raga dengan arwah di dalam. Setelahnya dilakukan semacam "pemanasan" atau kalistenik (tori-fune 鳥船, mendayung "perahu burung"). Kedua praktik di atas biasanya disertai dengan lantunan doa atau mantra. Kemudian, sang pemimpin akan mulai membaca doa atau mantra untuk mengeluarkan arwah. Para peserta lalu "berbicara" dengan mereka, dalam keadaan "menyatu" dengan kami.

Latihan di atas dilakukan agar peserta bisa meningkatkan metabolisme, dan beberapa kelompok menyertainya dengan latihan pernapasan dalam. Terkadang peserta ditaburi garam suci dan diberi sake untuk diludahkan di air terjun sebanyak tiga kali kumur. Kadang juga, peserta diberi garam untuk ditabur di air terjun saat mereka melakukan misogi. Di beberapa kelompok, sang pemimpin akan menghitung hingga sembilan dan mengibas-ngibaskan udara sambil berteriak "yei!" untuk mengusir semua yang tidak suci. Para peserta kemudian memasuki air terjun sembari terus mengucapkan harai tamae kiyome tamae rokkon shōjō (祓い給え清め給え六根清浄). Kalimat ini meminta para kami untuk menyucikan seluruh aspek manusia, yaitu enam unsur pembentuk, lima indera, dan pikiran. Detail praktik ritual ini berbeda dari satu kelompok ke kelompok lain.[4]

Misogi juga digunakan di dalam seni bela diri, terutama aikido, untuk menyiagakan pikiran dan mengembangkan Dantian, atau pusat energi. Pendiri aikido, Morihei Ueshiba, secara reguler menggunakan metode meditasi ini untuk menyempurnakan latihannya. Sumur Sen Shin tei Misogi di Markas Ki Society di Jepang juga merupakan tempat terkenal untuk melakukan misogi dengan air dingin sebelum matahari terbit.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Nishioka Kazuhiko (March 31, 2007). "Misogi". Encyclopedia of Shinto. Kokugakuin University. Diakses tanggal February 11, 2014.
  2. ^ Kiyomizu-dera
  3. ^ "Misogi Shuho". Tsubaki Grand Shrine of America. Diakses tanggal February 11, 2014.
  4. ^ Kami no Michi: The Life and Thought of a Shinto Priest. Appendix C: Misogi and Spiritual Exercises Diarsipkan 2012-02-19 di Wayback Machine.. Guji Yukitaka Yamamoto. California State University. Retrieved 2011-11-14.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Fisher, Mary Pat. Living Religions, 5th ed. Prentice Hall.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mitologi Jepang

ketakutan. Izanagi menjalani misogi (mandi) karena tidak suka dengan kekotoran (kegare) yang terbawa dari Yomi. Ketika melakukan misogi, Izanagi melahirkan pula

Shinto

(penyakit), dan shishi (daging). Upacara penyucian yang dikenal sebagai misogi menggunakan air tawar, air asin, atau garam untuk menghilangkan kegare.

Aoi Matsuri

keterampilan memanah dari atas punggung kuda yang sedang berlari. Saiō-dai Misogi Shinji Wanita yang berperan sebagai Saiō-dai (bintang utama dalam prosesi)

Harae

melakukan harae adalah misogi, ritual di mana pesertanya berdiri di bawah air terjun yang dingin sambil melantunkan liturgi. Misogi ( 禊 ) dilaksanakan pada

Mencuci tangan

adalah ritual lavabo untuk agama Kristen, wudhu untuk agama Islam, dan Misogi di kuil Shinto. Di beberapa rumah makan di Indonesia seperti rumah makan

Pulau Okinoshima

menapakkan kaki di Okinoshima, yakni setiap pengunjung harus melakukan misogi. Misogi adalah meepaskan semua pakaian dan mandi dengan air laut yang bertujuan

Busou Shoujo Machiavellianism

kali. Memiliki seorang anak yang bernama Doumo Misogi Tamaba (眠目 ミソギcode: ja is deprecated , Tamaba Misogi) Pengisi suara: Nozomi Nishida (Jepang); Kelley

Kegare

Kondisi tersebut dapat ditebus melalui upacara pemurnian yang disebut misogi dan harae. Kegare dapat memberikan dampak tak hanya pada orang yang terdampak