📑 Table of Contents
Miosen
23.03 ± 0.3 – 5.333 ± 0.08 Ma
Kronologi
Sistem/
Periode
Seri/
Kala
Masa/
Usia
Penanggalan mutlak (Ma)
Kuarter Pleistosen Gelasium younger
Neogen Pliosen Piacenzium 2.58 3.600
Zankleum 3.600 5.333
Miosen Messinium 5.333 7.246
Tortonium 7.246 11.63
Serravalium 11.63 13.82
Langhium 13.82 15.97
Burdigalium 15.97 20.44
Aquitanium 20.44 23.03
Paleogen Oligosen Chattium older
Subdivisi Periode Neogen
menurut ICS, pada Januari 2017.[1]
Etimologi
Nama resmiFormal
Informasi penggunaan
Benda angkasaBumi
Penggunaan regionalGlobal (ICS)
Skala waktuICS Time Scale
Rentang waktu
Satuan kronologisKala
Satuan stratigrafikSeri
Jangka waktu resmiFormal
Ambang batas jangka waktu
Bawah
Versi GSSP
Lemme-Carrosio Section, Carrosio, Italia
Peta44°39′32″N 8°50′11″E / 44.6589°N 8.8364°E / 44.6589; 8.8364
Ratifikasi GSSP
1996[2]
Atas
Dasar peristiwa magnetik Thvera (C3n.4n), yang hanya 96 ka (5 siklus presesi) lebih muda dari GSSP
Versi GSSP
Heraclea Minoa section, Heraclea Minoa, Cattolica Eraclea, Sisilia, Italia
Peta37°23′30″N 13°16′50″E / 37.3917°N 13.2806°E / 37.3917; 13.2806
Ratifikasi GSSP
2000[3]
Suatu diorama dari kala Miosen di Royal Ontario Museum, Toronto

Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun yang lalu. Seperti halnya periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan batuan yang membedakan awal dan akhir kala ini dapat teridentifikasi, tetapi waktu tepat awal dan akhirnya tidak dapat terlalu dipastikan. Miosen dinamai oleh Sir Charles Lyell dan berasal dari kata bahasa Yunani μείων (meioon, "kurang") dan καινός (kainos, "baru") dan kurang lebih merujuk pada "kurang baru" karena hanya memiliki 18% (kurang dari Pliosen) invertebrata laut modern. Miosen mengikuti Oligosen dan diikuti oleh Pliosen dan merupakan kala pertama pada periode Neogen.

Bacaan lanjutan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "ICS Timescale Chart" (PDF). www.stratigraphy.org.
  2. ^ Steininger, Fritz F.; M. P. Aubry; W. A. Berggren; M. Biolzi; A. M. Borsetti; Julie E. Cartlidge; F. Cati; R. Corfield; R. Gelati; S. Iaccarino; C. Napoleone; F. Ottner; F. Rögl; R. Roetzel; S. Spezzaferri; F. Tateo; G. Villa; D. Zevenboom (1997). "The Global Stratotype Section and Point (GSSP) for the base of the Neogene" (PDF). Episodes. 20 (1): 23–28. doi:10.18814/epiiugs/1997/v20i1/005.
  3. ^ Van Couvering, John; Castradori, Davide; Cita, Maria; Hilgen, Frederik; Rio, Domenico (September 2000). "The base of the Zanclean Stage and of the Pliocene Series" (PDF). Episodes. 23 (3): 179–187. doi:10.18814/epiiugs/2000/v23i3/005.

Pranala luar

sunting

Skala waktu geologi: eon dan era
(dalam juta tahun)

PaleoproterozoikumMesoproterozoikum

HadeanArkeanProterozoikumFanerozoikumPrakambriumera (geologi)eon

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Megalodon

Miocenica del Monte Titano (Repubblica di San Marino)" [Fossil tooth from Miocene Molasse from Monte Titano (Republic of San Marino)]. Atti della Società

Rusa

Springer. ISBN 978-1-4613-8271-3. Gentry, A. W.; Rössner, G. (1994). "The Miocene differentiation of Old World Pecora (Mammalia)". Historical Biology. 7

Kabupaten Tuban

Sebagian besar jenis batuan yang ada di kabupaten ini adalah Miocene Sedimentary Facies, Miocene Limenston Facies, Pleistocene Limenstone Facies, Alluvium

Neogen

Jean-Alexis; Pedreira-Segade, Ulysse; Lécuyer, Christophe (1 September 2017). "Miocene (Burdigalian) seawater and air temperatures estimated from the geochemistry

Ikan tapah

Tropical Asian Catfishes, with Description of † Wallago maemohensis from the Miocene of Thailand". Bulletin of the Peabody Museum of Natural History (dalam

Burung walet

yang lebih modern burung Procypseloides (Akhir Eocene/Awal Oligocene–Awal Miocene). Jenis prasejarah kadang dihubungkan dengan burung walet, seperti Primapus

Kucing

W. J.; Antunes, A.; Teeling, E.; O'Brien, Stephen J. (2006). "The Late Miocene Radiation of Modern Felidae: A Genetic Assessment". Science. 311 (5757):

Sotong

H. M. (1978). "The preservation of the shells of Sepia in the middle Miocene of Malta". Proceedings of the Geologists' Association. 89 (3): 227–237