Kurva penjenuhan Michaelis–Menten pada suatu reaksi enzim yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi substrat dan laju reaksi.

Dalam biokimia, kinetika Michaelis–Menten adalah salah satu model kinetika enzim yang diketahui paling baik. Model ini dinamai dari biokimiawan Jerman Leonor Michaelis dan fisikawan Kanada Maud Menten. Model ini mengambil bentuk persamaan yang menggambarkan laju reaksi enzimatik, dengan menghubungkan laju reaksi (laju pembentukan produk, ) terhadap , konsentrasi substrat S. Rumus kinetika ini dituliskan sebagai

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Michaelis–Menten. Di sini, mewakili laju maksimum yang diterima sistem, pada konsentrasi substrat jenuh. Konstanta Michaelis adalah konsentrasi substrat pada saat laju reaksi setengah .[1] Reaksi biokimia yang melibatkan satu substrat sering diasumsikan mengikuti kinetika Michaelis–Menten, anpa memperhatikan asumsi dasar model tersebut.

Model

sunting
Perubahan konsentrasi terhadap waktu pada enzim E, substrat S, kompleks ES dan produk P

Pada tahun 1903, kimiawan fisik Victor Henri menemukan bahwa reaksi enzim diprakarsai oleh ikatan (lebih umum lagi, interaksi yang mengikat) antara enzim dan substrat.[2] Karyanya diambil oleh biokimiawan Jerman Leonor Michaelis dan fisikawan Kanada Maud Menten, yang menyelidiki kinetika dari mekanisme reaksi enzimatik, invertase, yang mengkatalisis hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.[3] Pada tahun 1913, mereka mengusulknan model matematis dari reaksi tersebut.[4] Model ini melibatkan enzim, E, berikatan pada substrat, S, untuk membentuk suatu kompleks, ES, yang kemudian melepaskan produk, P, membentuk kembali enzim seperti semula. Hal ini dapat digambarkan secara skematis

di mana (laju arah maju), (laju balik), dan (laju katalitik) menyatakan konstanta laju,[5] panah ganda antara S (substrat) dan ES (kompleks enzim-substrat) mewakili fakta bahwa pengikatan enzim-substrat merupakan proses reversibel (bolak-balik), dan panah tunggal maju mewakili pembentukan P (produk).

Di bawah asumsi tertentu – seperti konsentrasi enzim yang jauh lebih kecil dari konsentrasi substrat – laju pembentukan produk didapat dari persamaan

Aplikasi

sunting

Nilai parameter sangat bervariasi antar enzim:[6]

Enzim (M) (s−1) (M−1s−1)
Kimotripsin 1.5 × 10−2 0.14 9.3
Pepsin 3.0 × 10−4 0.50 1.7 × 103
Tirosil-tRNA sintetase 9.0 × 10−4 7.6 8.4 × 103
Ribonuklease 7.9 × 10−3 7.9 × 102 1.0 × 105
Karbonat anhidrase 2.6 × 10−2 4.0 × 105 1.5 × 107
Fumarase 5.0 × 10−6 8.0 × 102 1.6 × 108

Konstanta (efisiensi katalitik) adalah ukuran seberapa efisien sebuah enzim mengubah substrat menjadi produk. Enzim dengan difusi terbatas, seperti fumarase, bekerja pada batas atas teoretis 108 – 1010 M−1s−1, dibatasi oleh difusi substrat ke dalam situs aktif.[7]

Kinetika Michaelis–Menten juga telah diterapkan pada berbagai bidang di luar reaksi biokimia,[5] termasuk pembersihan debu alveolar,[8] pengkayaan spesies,[9] pembersihan alkohol darah,[10] hubungan fotosintesis-iradiansi, dan infeksi faga bakteri.[11]

Penurunan persamaan

sunting

Menerapkan hukum aksi massa, yang menyatakan bahwa laju reaksi sebanding dengan produk dari konsentrasi reaktan (yaitu [E] [S]), memberikan sebuah sistem dari empat persamaan diferensial biasa non-linear yang menentukan laju perubahan reaktan dengan waktu [12]

Dalam mekanisme ini, enzim E adalah katalis, yang hanya memudahkan reaksi, sehingga total konsentrasi, bebas plus gabungan, bernilai konstan. Hukum kekekalan ini juga dapat diamati dengan menambahkan persamaan pertama dan ketiga di atas.[12][13]

Peran pelepasan ikatan substrat

sunting

Persamaan Michaelis-Menten telah digunakan untuk memprediksi laju pembentukan produk dalam reaksi enzimatik selama lebih dari satu abad. Secara khusus, persamaan ini menyatakan bahwa laju reaksi enzimatik akan meningkat saat konsentrasi substrat meningkat, dan peningkatan kompleks enzim-substrat yang tidak mengikat akan menurunkan laju reaksi. Sementara prediksi pertama sudah mapan, yang kedua lebih sulit dipahami. Analisis matematis efek enzim-substrat yang tidak mengikat pada reaksi enzimatik pada tingkat molekul tunggal telah menunjukkan bahwa pengikatan enzim dari substrat dapat mengurangi laju pembentukan produk dalam beberapa kondisi, tetapi mungkin juga memiliki efek sebaliknya. Seiring meningkatnya konsentrasi substrat, titik kritis dapat dicapai bila kenaikan laju yang tidak mengikat menghasilkan peningkatan, dan bukannya penurunan, dari laju reaksi. Hasilnya menunjukkan bahwa reaksi enzimatik dapat berperilaku dengan cara yang melanggar persamaan Michaelis-Menten klasik, dan bahwa peran yang tidak mengikat dalam katalisis enzimatik masih harus ditentukan secara eksperimental.[14]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Substrate Concentration (Introduction to Enzymes)". www.worthington-biochem.com.
  2. ^ Henri, Victor (1903). Lois Générales de l’Action des Diastases. Paris: Hermann. Google books (US only)
  3. ^ "Victor Henri". Whonamedit?. Diakses tanggal 24 May 2011.
  4. ^ Michaelis, L.; Menten, M.L. (1913). "Die Kinetik der Invertinwirkung". Biochem Z. 49: 333–369 Pemeliharaan CS1: Postscript (link) (recent translation, and an older partial translation)
  5. ^ a b Chen, W.W.; Neipel, M.; Sorger, P.K. (2010). "Classic and contemporary approaches to modeling biochemical reactions". Genes Dev. 24 (17): 1861–1875. doi:10.1101/gad.1945410. PMC 2932968. PMID 20810646.
  6. ^ Mathews, C.K.; van Holde, K.E.; Ahern, K.G. (10 Dec 1999). Biochemistry (Edisi 3). Prentice Hall. ISBN 978-0-8053-3066-3.
  7. ^ Stroppolo, M.E.; Falconi, M.; Caccuri, A.M.; Desideri, A. (Sep 2001). "Superefficient enzymes". Cell Mol Life Sci. 58 (10): 1451–60. doi:10.1007/PL00000788. PMID 11693526.
  8. ^ Yu, R.C.; Rappaport, S.M. (1997). "A lung retention model based on Michaelis–Menten-like kinetics". Environ Health Perspect. 105 (5): 496–503. doi:10.1289/ehp.97105496. PMC 1469867. PMID 9222134.
  9. ^ Keating, K.A.; Quinn, J.F. (1998). "Estimating species richness: the Michaelis–Menten model revisited". Oikos. 81 (2): 411–416. doi:10.2307/3547060. JSTOR 3547060.
  10. ^ Jones, A.W. (2010). "Evidence-based survey of the elimination rates of ethanol from blood with applications in forensic casework". Forensic Sci Int. 200 (1–3): 1–20. doi:10.1016/j.forsciint.2010.02.021. PMID 20304569.
  11. ^ Abedon, S.T. (2009). "Kinetics of phage-mediated biocontrol of bacteria". Foodborne Pathog Dis. 6 (7): 807–15. doi:10.1089/fpd.2008.0242. PMID 19459758.
  12. ^ a b Murray, J.D. (2002). Mathematical Biology: I. An Introduction (Edisi 3). Springer. ISBN 978-0-387-95223-9.
  13. ^ Keener, J.; Sneyd, J. (2008). Mathematical Physiology: I: Cellular Physiology (Edisi 2). Springer. ISBN 978-0-387-75846-6.
  14. ^ Reuveni, Shlomi; Urbakh, Michael; Klafter, Joseph (2014). "Role of Substrate Unbinding in Michaelis-Menten Enzymatic Reactions". Proceedings of the National Academy of Sciences. 111 (12): 4391–4396. Bibcode:2014PNAS..111.4391R. doi:10.1073/pnas.1318122111. PMC 3970482. PMID 24616494.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Astragalus michaelis

Astragalus michaelis adalah spesies tumbuhan yang tergolong ke dalam famili Fabaceae. Spesies ini juga merupakan bagian dari ordo Fabales. Spesies Astragalus

Allium michaelis

|klad:||angiospermae |- style="vertical-align:top;" |klad:||monokotil]] Allium michaelis adalah spesies tumbuhan yang tergolong ke dalam famili Amaryllidaceae

Georg Michaelis

Georg Michaelis (8 September 1857 – 24 Juli 1936) adalah Kanselir Jerman yang menjabat selama beberapa bulan pada 1917. Ia adalah Kanselir pertama yang

Axinyssa michaelis

Axinyssa michaelis adalah spesies spons yang tergolong dalam kelas Demospongiae. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Axinyssa dan famili Halichondriidae

Enzim

kemudian dikenal dengan nama Kinetika Henri-Michaelis-Menten (kadang-kadang juga hanya disebut kinetika Michaelis-Menten). Hasil kerja mereka kemudian dikembangkan

Perang Iran–Israel (2025)

Jeremy Diamond, Hamdi Alkhshali, Nectar Gan, Adam Pourahmadi, Tamar Michaelis, Andrew (2024-04-13). "Iran launches unprecedented strikes on Israel in

Wilhelm II dari Jerman

ditanya siapa yang akan mereka terima, Ludendorff merekomendasikan Georg Michaelis, seorang yang nyaris tidak dikenal Wilihelm. Meskipun demikian, ia menerima

Martin Luther

Spekulatif atau teologi kritis Wolffian Johann Salomo Semler Johann David Michaelis Johann Christoph Döderlein Sekolah Tübingen Lama Gottlob Christian Storr