Metrum adalah sebuah istilah dalam ilmu kesusastraan yang mendeskripsikan pola bahasa dalam sebuah baris puisi.

Metrum (bahasa Latin: metrum) adalah sebuah istilah dalam ilmu kesusastraan yang mendeskripsikan pola bahasa dalam sebuah baris puisi. Metrum juga bisa didefinisikan sebagai satuan irama yang ditentukan oleh jumlah dan tekanan suku kata dalam setiap baris puisi.[1] Kaidah metrum berbeda-beda antara bahasa dan tradisi.

Referensi

sunting
  1. ^ Kridalaksana, Harimurti (1982). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia. hlm. 107. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Metrum

Metrum: Metrum (musik) Metrum (puisi) Halaman disambiguasi ini berisi artikel dengan judul yang terkait dengan Metrum. Jika Anda mencapai halaman ini

Metrum (musik)

Dalam musik, metrum merujuk kepada pola-pola dan aksen yang berulang secara teratur seperti birama dan ketukan. Tidak seperti ritme, permulaan metrik tidak

Kajawen

jenis karya tulis sebagai berikut: Kakawin (Sastra Kawi) – Kitab sastra metrum kuno (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam

Persib Bandung

er-league-persib-bandung-juara "Evolusi Logo Persib dari Masa ke Masa". Metrum. 2018-12-02. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-15. Diakses tanggal 2022-01-15

Musik klasik

memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu gubahan musik. Hal ini membatasi

Kacapi

nada dengan frekuensi-frekuensi tinggi, khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum tetap seperti dalam kacapi suling atau Sekar Panambih. Untuk tujuan ini

Aksara Jawa

suku kata tergantung metrum yang digunakan. Pada besar digunakan untuk menandakan pergantian tembang (diikuti pula oleh metrum, irama, dan citra pelantunan)

Macapat

kesusastraan klasik Jawa dari masa Mataram Baru pada umumnya ditulis menggunakan metrum macapat. Sebuah tulisan dalam bentuk gancaran (prosa) pada umumnya tidak