Korona matahari terlihat dengan sinar ultraungu

Sinar atau radiasi ultraungu atau purnaungu (bahasa Inggris: ultraviolet, sering disingkat UV) adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, tetapi lebih panjang dari sinar-X yang kecil.[1][2]

Radiasi UV dapat dibagi menjadi hampir UV (panjang gelombang: 380–200 nm) dan UV vakum (200–10 nm). Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight"; UVB (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave).[3]

Istilah ultraviolet berarti "melebihi ungu" (dari bahasa Latin ultra, "melebihi"), sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar tampak.[3] Beberapa hewan, termasuk burung, reptil, dan serangga seperti lebah dapat melihat hingga mencapai "hampir UV". Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia.

Sinar ultraviolet bisa dihasilkan oleh atom-atom dan molekul dalam loncatan listrik. Matahari merupakan sumber utama dari sinar ultraviolet.[4] Sinar UV dari Matahari dapat mengionisasi partikel-partikel di atmosfer yang berada pada ketinggian sekitar 80 km yang disebut lapisan ionosfer.

Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar UV sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat meningkatkan sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, sehingga akan mengancam makhluk hidup.[5][4] Sinar UV dapat dimanfaatkan dalam bidang industri terutama dalam proses sterilisasi.

Referensi

sunting
  1. ^ "Ultraviolet Waves | Science Mission Directorate". science.nasa.gov. Diakses tanggal 2020-11-05.
  2. ^ "Ultraviolet (UV) Radiation". www.cancer.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-05.
  3. ^ a b Faridah, Nur (2018). Mengenal Lebih Dekat Cahaya dan Warna (PDF). Yogyakarta: Leutikaprio. hlm. 3. ISBN 9786023716272. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b September 2017, Jim Lucas-Live Science Contributor 15. "What Is Ultraviolet Light?". livescience.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-21. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  5. ^ Siburian, Saidal (2020). Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca. Jakarta Selatan: Kreasi Cendikia Pustaka. hlm. 69. ISBN 9786239484057. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Baskara Putra

Herald Reynaldo, Baskara Putra, Rubina Winnie, dan Enrico Octaviano". Medium. 26 Desember 2018. Diakses tanggal 14 Mei 2019. Adzani, Fadli (23 Maret

Hong Kong

2019. Diakses tanggal 25 Agustus 2010. Second paragraph reads, "The first wave of refugees came to Hong Kong in the 1930s to escape from the Chinese Civil

Gelombang sedang

database of MW and LW stations The Medium Wave Circle Diarsipkan 2023-07-11 di Wayback Machine.- A UK-based club for Medium Wave DX'ers and enthusiasts. MWLIST

Spektrum frekuensi radio

Navigation, time signal, Radio AM (long wave), RFID Middle Frequency (MF): 300 – 3.000 KHz: 100 – 1.000 m: Radio AM (medium wave): (Banyak digunakan dalam radio

Geometry Dash

Selain itu, ada lima variasi dari tingkat kesulitan demon, yaitu easy demon, medium demon, hard demon, insane demon, dan extreme demon. Level custom yang telah

Indeks bias

bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium. Umumnya

Gelombang kejut

suara lokal pada suatu medium. Sama dengan gelombang biasa, gelombang ini membawa energi dan dapat menyebar melalui suatu medium (zat padat, cair, gas

Media di Jakarta

Medium Wave (MW) Logo Frekuensi Nama Asal Pemegang lisensi Format 549 KHz Radio Inyong Kota Depok, Jawa Barat – Dangdut 630 KHz Radio Samhan Jakarta PT