Matius 7
Injil Matius 6:32-7:27 pada Codex Sinaiticus, yang dibuat sekitar tahun 330-360 M.
KitabInjil Matius
KategoriInjil
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
1
pasal 6
pasal 8

Matius 7 (disingkat Mat 7) adalah pasal ketujuh Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen yang dipercayai ditulis berdasarkan kesaksian rasul Matius, salah seorang dari dua belas murid utama Yesus Kristus.[1][2]

Teks

sunting
Codex Sinaiticus (~330-360 M), Matius 7:27-8:28

Struktur

sunting

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 12

sunting
[Yesus berkata:] "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."[5]

Dikenal sebagai "Aturan Emas" atau "Etika timbal balik"

Ayat 15

sunting
[Yesus berkata:] "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas."[6]

Nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu yang secara lahiriah tampaknya saleh, tetapi di dalam hati adalah "serigala yang buas" (Matius 7:15), kadang-kadang dapat dikenal dari "buah" mereka. Buah guru palsu itu adalah sifat-sifat buruk yang nyata dalam kehidupan para pengikut mereka (lihat 1 Yohanes 4:5–6), seperti yang tertulis di bawah ini:

  • 1) Mereka akan mengaku diri mereka sebagai orang Kristen, tetapi mereka lebih setia kepada tokoh-tokoh mereka daripada Firman Allah (ayat Mat 7:21). Mereka menyembah makhluk ciptaan dan bukan Penciptanya (bandingkan Roma 1:25).
  • 2) Mereka lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri daripada kemuliaan dan kehormatan Allah. Ajaran mereka akan berpusat pada diri mereka dan bukan kepada Allah (Mat 7:21–23; 2Tim 4:3).
  • 3) Mereka akan menerima ajaran dan tradisi manusia, bahkan yang bertentangan dengan Firman Allah (Mat 7:24–27; 1Yoh 4:6).
  • 4) Mereka akan mencari dan menanggapi pengalaman religius dan penyataan adikodrati sebagai kekuasaan yang mengesahkan kebenaran (Mat 7:22–23), dan bukan memantapkan dirinya di dalam seluruh ajaran Firman Allah.
  • 5) Mereka tidak mau menerima ajaran yang sehat, tetapi akan mencari guru-guru yang menawarkan keselamatan dengan "jalan lebar" yang tidak benar itu (Mat 7:13–14,23; 2Tim 4:3).[7]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Hill, David. The Gospel of Matthew. Grand Rapids: Eerdmans, 1981
  2. ^ Schweizer, Eduard. The Good News According to Matthew. Atlanta: John Knox Press, 1975
  3. ^ Matius 5:1
  4. ^ Matius 7:24–27
  5. ^ Matius 7:12
  6. ^ Matius 7:15
  7. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Injil Matius

Injil Matius adalah kitab pertama dalam Perjanjian Baru dan salah satu dari tiga Injil sinoptik. Injil ini menceritakan kisah tentang siapa yang diyakini

Matius 3:7

Matius 3:7 adalah ayat ketujuh dari pasal ketiga dari Injil Matius dalam Perjanjian Baru. Ayat tersebut muncul dalam bagian yang memperkenalkan Yohanes

Matius 7:15

Matius 7:15 adalah ayah kelima belas dari pasal ketujuh dari Injil Matius dalam Perjanjian Baru dan merupakan bagian dari Kotbah di Bukit. Ayat tersebut

Matius 7:12

Matius 7:12 (disingkat Mat 7:12; bahasa Inggris: Matthew 7:12code: en is deprecated ) adalah ayat keduabelas dari pasal ketujuh Injil Matius, yaitu kitab

Varian tekstual dalam Injil Matius

Varian tekstual dalam Injil Matius dan kitab-kitab Perjanjian Baru muncul ketika seorang penyalin membuat sebuah perubahan yang disengaja atau tidak disengaja

Matius 8

(Lukas 7:1–10; Yohanes 4:46–53) Matius 8:14–17 = Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Markus 1:29–34; Lukas 4:38–41) Matius 8:18–22

Matius 4:7

Matius 4:7 adalah ayat ketujuh dari pasal keempat dari Injil Matius dalam Perjanjian Baru. Setan mengantar Yesus ke puncak Bait Yerusalem dan berkata

Khotbah di Bukit

Yesus dan tercatat di dalam Injil Matius (pasal 5, 6, dan 7). Khotbah di Bukit merupakan salah satu dari Lima Amanat Matius dan merupakan bagian yang paling