Dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Sebuah tesseract atau hiperkubus empat dimensi, grafik dari sebuah fungsi biner, sebuah simpul trefoil (sejenis simpul matematika), dan hierarki umum dari kumpulan angka.[a]

Objek matematika adalah konsep abstrak yang muncul dalam matematika.[1] Biasanya, objek matematika dapat berupa nilai yang dapat ditetapkan pada simbol, dan karenanya dapat terlibat dalam rumus. Objek matematika yang umum ditemui meliputi angka, ekspresi, bentuk, fungsi, dan himpunan. Objek matematika dapat sangat kompleks; misalnya, teorema, pembuktian, dan bahkan teori formal dianggap sebagai objek matematika dalam teori pembuktian.

Dalam filsafat matematika, konsep "objek matematika" menyentuh topik tentang keberadaan, identitas, dan hakikat realitas.[2] Dalam metafisika, objek sering dianggap sebagai entitas yang memiliki sifat dan dapat berdiri dalam berbagai hubungan satu sama lain.[3] Para filsuf memperdebatkan apakah objek matematika memiliki keberadaan independen di luar pemikiran manusia (realisme), atau apakah keberadaannya bergantung pada konstruksi mental atau bahasa (idealisme dan nominalisme). Objek dapat berkisar dari yang kontret: seperti objek fisik yang biasanya dipelajari dalam matematika terapan, hingga yang abstrak, yang dipelajari dalam matematika murni. Apa yang menjadi "objek" merupakan dasar bagi banyak bidang filsafat, dari ontologi (studi tentang keberadaan) hingga epistemologi (studi tentang pengetahuan). Dalam matematika, objek sering kali dilihat sebagai entitas yang ada secara independen dari dunia fisik, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang status ontologisnya.[4][5] Ada berbagai aliran pemikiran yang menawarkan perspektif berbeda tentang masalah ini, dan banyak matematikawan dan filsuf terkenal masing-masing memiliki pendapat berbeda tentang mana yang lebih benar.[6]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Lihat Bilangan kompleks (ℂ), Bilangan riil (ℝ), Bilangan rasional (ℚ), Bilangan bulat (ℤ) dan Bilangan asli (ℕ)

Referensi

sunting
  1. ^ Oxford English Dictionary, s.v. “Mathematical (adj.), sense 2,” September 2024. "Designating or relating to objects apprehended not by sense perception but by thought or abstraction."
  2. ^ Rettler, Bradley; Bailey, Andrew M. (2024), "Object", dalam Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Summer 2024), Metaphysics Research Lab, Stanford University, diakses tanggal 2024-08-28
  3. ^ Carroll, John W.; Markosian, Ned (2010). An introduction to metaphysics. Cambridge introductions to philosophy (Edisi 1. publ). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-82629-7.
  4. ^ Burgess, John, and Rosen, Gideon, 1997. A Subject with No Object: Strategies for Nominalistic Reconstrual of Mathematics. Oxford University Press. ISBN 0198236158
  5. ^ Falguera, José L.; Martínez-Vidal, Concha; Rosen, Gideon (2022), "Abstract Objects", dalam Zalta, Edward N. (ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Summer 2022), Metaphysics Research Lab, Stanford University, diakses tanggal 2024-08-28
  6. ^ Horsten, Leon (2023), "Philosophy of Mathematics", dalam Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Winter 2023), Metaphysics Research Lab, Stanford University, diakses tanggal 2024-08-29

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Azzouni, J., 1994. Metaphysical Myths, Mathematical Practice. Cambridge University Press.
  • Burgess, John, and Rosen, Gideon, 1997. A Subject with No Object. Oxford Univ. Press.
  • Davis, Philip and Reuben Hersh, 1999 [1981]. The Mathematical Experience. Mariner Books: 156–62.
  • Gold, Bonnie, and Simons, Roger A., 2011. Proof and Other Dilemmas: Mathematics and Philosophy. Mathematical Association of America.
  • Hersh, Reuben, 1997. What is Mathematics, Really? Oxford University Press.
  • Sfard, A., 2000, "Symbolizing mathematical reality into being, Or how mathematical discourse and mathematical objects create each other," in Cobb, P., et al., Symbolizing and communicating in mathematics classrooms: Perspectives on discourse, tools and instructional design. Lawrence Erlbaum.
  • Stewart Shapiro, 2000. Thinking about mathematics: The philosophy of mathematics. Oxford University Press.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gerhana bulan Maret 2026

Meeus, Jan (2002). "Occultations of deep-sky objects during a total lunar eclipse". More Mathematical Astronomy Morsels (PDF). hlm. 157–162. ISBN 0943396743

Simbol takhingga

Spectrum. Mathematical Association of America. hlm. 1–3. ISBN 978-0-88385-576-8. van Riel, Sjoerd (2017). "Viking Age Combs: Local Products or Objects of Trade

Keberadaan

2022-02-14. Azzouni, Jody (2015). "Nominalism, the Nonexistence of Mathematical Objects". Dalam Davis, Ernest; Davis, Philip J. (ed.). Mathematics, Substance

Bentuk

9781606200070. Answers for many questions related to shapes and sizes of common objects Diarsipkan 2011-09-25 di Wayback Machine. American artist Allan McCollum's

Perpustakaan Asyurbanipal

Routledge. ISBN 978-1-135-78750-9. Gerstenblith, Patty (2023). Cultural Objects and Reparative Justice: A Legal and Historical Analysis (dalam bahasa Inggris)

Papirus Matematika Rhind

Papirus Matematika Rhind (bahasa Inggris: Rhind Mathematical Papyruscode: en is deprecated disingkat RMP; juga diberi kode: Papyrus British Museum 10057

Bola (geometri)

Mathematics and Applications. 11: 335–355. New Scientist | Technology | Roundest objects in the world created. Wikisource memiliki teks artikel Ensiklopedia Britannica

Relasi (filsafat)

7 October 2023. Ehring, Douglas (25 August 2011). Tropes: Properties, Objects, and Mental Causation (dalam bahasa Inggris). OUP. ISBN 978-0-19-960853-9