Manglé
KategoriBudaya
FrekuensiBulanan (1957-1965)
Mingguan (1965-sekarang)
Terbitan pertama21 November 1957
PerusahaanPT. Mangle Panglipur
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Sunda
Situs webhttps://mangledigital.id
ISSN0852-8217

Manglé adalah salah satu majalah berbahasa Sunda yang terbit sekali sebulan, didirikan di Bogor, 21 November 1957. Pendiri majalah ini diantarannya adalah Oeton Moechtar, Rochamina Sudarmika, Wahyu Wibisana, Sukanda Kartasasmita, Saléh Danasasmita, Utay Muchtar, dan Alibasah Kartapranata. Yang pertama mengidekan kata manglé adalah Wahyu Wibisana, yang artinya bahasa Sunda ranggeuyan kembang atau untayan bunga.

Pada awalnya diterbitkan satu bulan sekali, namun pada tahun 1965 terbit satu minggu sekali. Dalam sejarah media bahasa Sunda, Manglé termasuk paling eksis. Pada dekade tahun 1960-an, oplah majalah ini sempat sampai 90.000 eksemplar. Sampai sekarang Manglé masih beredar.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Galuh

Mangle, almarhum Kang Pepe Syafe'i R. A. diminta bercerita saat bersantai di perkebunan Sineumbra di Bandung selatan. Saat itu administratur Mangle adalah

Jawa Barat

dengan media massa cetak yang menggunakan bahasa sunda, seperti majalah Manglé dan majalah Bina Da'wah yang diterbitkan oleh Dewan Da'wah Jawa Barat. Keberagaman

Daftar majalah di Indonesia

Inggris Liga Italia Damar Jati Jaya Baya Panjebar Semangat Djaka Lodang Manglé Newsweek The Economist Time Forbes Fortune The New Yorker Harvard Business

Hermawan Aksan

lain-lain. Cerita-cerita pendeknya dalam bahasa Sunda dimuat di majalah Mangle, Cupumanik, Galura, dan Kujang. Hermawan Aksan pernah bekerja sebagai editor

Delman

Angkutan pedesaan Artikel Delman pada rubrik Sungkeman, Majalah Bahasa Sunda Mangle edisi 1039 tahun 1986 Snoek, Kees. Manhafte heren en rijke erfdochters:

Menak Sunda

Status URL (link) Dwipradja, D. (1987). Polemik undak usuk Basa Sunda. Bandung: Mangle Panglipur. OCLC 651083295. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Sukanda Kartasasmita

politikus, dia juga dikenal pendiri majalah berbahasa Sunda yang bernama Manglé. Lahir di Cirebon pada tanggal 13 Januari 1935, Sukanda menyelesaikan pendidikan

Pesantren Keresek

60-an, cerita tentang jin ini menjadi cerita bersambung di majalah Sunda Mangle, dan banyak mendapat perhatian pembaca. Konon, cerita tentang jin keresek