Lukisan vas mengenai seorang mainad yang sedang menari.

Dalam mitologi Yunani, Mainad (Yunani: μαινάδες) adalah wanita pengikut Dionisos dan anggota paling penting dalam Thiasos, rombongan Dionisos. Nama mereka bermakna "orang-orang yang menceracau". Sering kali para mainad digambarkan sedang dalam keadaan sangat gembira dan hiruk pikuk akibat mabuk dan tarian. Mereka bisa menjadi seperti itu karena terinspirasi oleh Dionisos.[1] Dalam keadaan seperti ini, mereka akan kehilangan kesadaran diri. Mereka mulai berteriak-teriak, membunuh dan mencincang hewan (dan kadang-kadang manusia), dan memakan daging mentah. Perilaku seksual mereka juga tidak terkontrol. Pada saat-saat seperti ini, para mainad biasanya memakai kulit rusa dan membawa thirsos, tongkat panjang yang diikat oleh daun-daunan; Mereka akan memakai rangkaian daun di kepala mereka dan kadang-kadang memegang ular.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Wiles, David (2000). Greek Theatre Performance: An Introduction. Cambridge, England: Cambridge University Press.
  2. ^ Ernest L. Abel, Intoxication in Mythology: A Worldwide Dictionary of Gods, Rites, Intoxicants, and Place McFarland; Jefferson, NC and London 2006.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Maya Watono

baru, MainAd, di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Di bawah kepimpinan Maya, bisnis MainAd berkembang pesat. Pada tahun pertama nilai billing MainAd dengan

Mitologi Yunani

oleh Dionisos karena dia tidak menghormati sang dewa dan mengintai para Mainad, sekelompok perempuan yang menyembah Dionisos. Dalam cerita lainnya, berdasarkan

Likurgos

di kerajaannya, dia langsung memenjarakan para pengikut Dionisos, para Mainad. Dionisos sendiri kabur dan mencari perlindungan pada Thetis, nimfa laut

Orfeus

kali ini untuk selamanya. Orfeus meninggal dengan cara dibunuh oleh para Mainad karena tidak menghormati dewa Dionisos. Greek mythology by John Pinsent

Dionisos

1.3.2. "Orfeus juga menemukan Misteri Dionisos, dia dibunuh oleh para Mainad dan dikubur di Pieria." Burkert, Walter, Greek Religion, 1985 hal. 64, 132

Thirsos

para pengikutnya. Euripides menulis bahwa thirsos yang dibawa oleh para Mainad menghasilkan madu. Thirsos adalah alat yang suci dalam perayaan dan ritual

Labdakos

dia, seperti halnya sepupunya Pentheus, dikoyak-koyak tubuhnya ooleh para mainad (perempuan pengikut Dionisos) karena tidak menghormati sang dewa.. Likos

Villa dei Misteri

menonjol dalam identifikasi sebagai Bakkhus ini adalah gambaran mengenai Mainad, pengikut dewa wanita. Para pengabdi ini kerap ditampilkan menari dengan