Lukas 21
Sebagian Injil Lukas pada Papirus 45, yang ditulis sekitar tahun 250 M.
KitabInjil Lukas
KategoriInjil
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
3

Lukas 21 (disingkat Luk 21) adalah pasal kedua puluh satu Injil Lukas pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Disusun oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2]

Teks

sunting

Struktur

sunting

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 20

sunting
[Yesus berkata:] "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat." (TB)[3]
  • "Dikepung oleh tentara-tentara": Yesus menunjuk kepada kejadian-kejadian pada tahun 70 M (lihat Lukas 21:6). Peristiwa itu menggenapi nubuat Yesus yang menyatakan bahwa hukuman ilahi akan "ditanggung angkatan ini" (Matius 23:36; bandingkan Lukas 23:27–30) sebab mereka menolak Mesias dan tidak mau berpaling dari dosa-dosa mereka. Yesus memperingatkan para pengikut-Nya untuk lari dari kota pada waktu mereka pertama-tama melihat tentara itu (Lukas 21:21).[4]

Ayat 21

sunting
[Yesus berkata:] "Pada waktu itu [Yerusalem dikepung] orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota." (TB)[5]

Sesuai perintah untuk "melarikan diri" maka ketika Cestius Gallus datang menyerang Yerusalem, dan tanpa diduga mendirikan pengepungan, Yosefus menyatakan, bahwa banyak bangsawan Yahudi keluar meninggalkan kota itu, seperti pergi dari kapal yang karam; dan ketika Vespasian kemudian mendekati kota itu, sejumlah besar orang melarikan diri ke pegunungan. Diketahui dari Eusebius, dan Epifanius, bahwa pada waktu itu, semua yang percaya kepada Kristus sudah meninggalkan Yerusalem, dan pindah ke Pella, dan tempat-tempat lain di seberang sungai Yordan; dan karenanya selamat dari kehancuran negeri mereka, sehingga tidak tercatat siapapun yang binasa di Yerusalem.[6]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
  3. ^ Lukas 21:20 - Sabda.org
  4. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  5. ^ Lukas 21:21 - Sabda.org
  6. ^ R.A. Torrey. Treasury of Scripture Knowledge. Hendrickson Publishers. 1983

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Injil Lukas

Injil Lukas adalah kitab ketiga dari empat Injil kanonik Perjanjian Baru. Kitab ini menceritakan asal-usul, kelahiran, pelayanan, kematian, kebangkitan

Lukas 2

bagian Alkitab lain): Lukas 2:1–7 = Kelahiran Yesus (Matius 1:18–25) Lukas 2:8–20 = Gembala-gembala Lukas 2:21 = Yesus disunat Lukas 2:22–40 = Yesus diserahkan

Lukas–Kisah Para Rasul

Lukas–Kisah Para Rasul adalah narasi gabungan yang dibentuk oleh Injil menurut Lukas dan Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru. Karya dua jilid ini menghubungkan

Persembahan seorang janda miskin

adalah suatu pelajaran yang dicatat dalam Injil Sinoptik (Markus 12:41–44, Lukas 21:1–4), pada waktu Yesus mengajar di Bait Allah di Yerusalem. Injil Markus

Bait Allah akan diruntuhkan

dalam seluruh tiga Injil Sinoptik: Matius 22:23–34, Markus 13:1–2 dan Lukas 21:5–6. Tempat kejadian adalah di sekitar Bait Suci di Yerusalem, ketika Yesus

Kisah Para Rasul

ditulis oleh Lukas, dan merupakan lanjutan dari Injil Lukas. Meskipun dapat dianggap suatu kesatuan, pemisahan dengan kitab Injil Lukas sudah ada pada

Lukas 3

Lukas 3 (disingkat Luk 3) adalah pasal ketiga Injil Lukas pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, menurut catatan Lukas, seorang Kristen yang merupakan

Kenaikan Yesus Kristus

2:9-11, 1 Timotius 3:16; 1 Petrus 3:21-22) juga merujuk kepada peristiwa kenaikan, dan sebagaimana dalam Injil Lukas, Injil Yohanes dan Kisah Para Rasul