Sebuah komputer Colossus Mark II.

Dalam sejarah kriptografi, Colossus adalah komputer elektronik digital pertama yang dapat diprogram (namun tidak sepenuhnya). Pada Perang Dunia II, Colossus digunakan untuk membantu memecahkan kode dari mesin Nazi Lorenz SZ 40/42, yang diberi nama kode "Tunny" oleh pihak Britania Raya. Colossus dirancang oleh Tommy Flowers di Stasiun Penelitian Kantor Pos Britania, Dollis Hill.

Colossus didahului beberapa komputer, banyak yang merupakan unit pertama dalam kategorinya. Z3 dari Konrad Zuse adalah komputer pertama yang dikontrol oleh program secara penuh dan dapat berfungsi, dan didasarkan pada pancaran elektromekanis, serta mesin-mesin Bell Labs (yang kurang maju) dari akhir tahun 1930-an (George Stibitz, et al). Berbagai komputer analog dapat diprogram ulang, beberapa di antaranya yang dibuat lebih awal dari tahun 1930-an (misalnya Vannevar Bush). Mesin analitikal Babagge yang mendahului semuanya (pada tahun 1880-an), adalah mesin digital dan dapat diprogram ulang, tetapi hanya dibangun setengahnya dan tidak berfungsi pada masanya. Colossus adalah yang pertama yang menggabungkan semua bagian dari digital, dapat diprogram ulang (setengnya), dan elektronik.

Rekonstruksi

sunting

Pada Mei 2004, pembangunan ulang sebuah replika Colossus Mark II diselesaikan sebuah tim yang dipimpin Tony Sale. Replika tersebut kini dipertunjukkan di Museum Bletchley Park di Milton Keynes, Buckinghamshire.

Lihat pula

sunting

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Harvey G. Cragon, From Fish to Colossus: How the German Lorenz Cipher was Broken at Bletchley Park (Cragon Books, Dallas, 2003; ISBN 0-9743045-0-6)
  • Tony Sale, The Colossus Computer 1943-1996: How It Helped to Break the German Lorenz Cipher in WWII (M.&M. Baldwin, Kidderminster, 2004; ISBN 0-947712-36-4)
  • Simon Singh, The Code Book (Anchor Books (Random House, Inc.), 1999l; ISBN 0-385-49532-3). Hal. 243–244

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kriptografi

protokol kriptografis. Kriptanalisis cipher kunci-simetris biasanya melibatkan mencari serangan melawan cipher blok atau cipher aliran yang lebih efisien daripada

Mesin Enigma

Jiménez–Seral 2018. Władysław Kozaczuk, Enigma: How the German Machine Cipher was Broken, and how it was Read by the Allies in World War Two, edited and

Identity V

hunter. Survivor bertugas untuk menyelesaikan 5 cipher dengan cara decoding dan setelah kelima cipher tersebut selesai di-decode, maka survivor bisa keluar

Perang Dunia II

Jepang dan Ultra dari Britania Raya, berasal dari metodologi dari Polish Cipher Bureau, yang berhasil mengungkap Enigma sejak tujuh tahun sebelum perang