Program Bahasa Inggris Let’s Talk! [1] merupakan proyek komunitas nirlaba yang dikembangkan Yayasan Bunda Siti Banun (YBSB),[2] sebuah organisasi filantropi yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Tujuan dari program ini adalah mendorong masyarakat untuk menciptakan individu yang kompetitif secara global di Indonesia, khususnya untuk menghadapi kerjasama Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) yang akan diberlakukan mulai tahun 2015. Di mana untuk menghadapi momen tersebut, dibutuhkan transformasi nasional, khususnya dari generasi muda. Generasi muda yang mampu menjelajahi dunia, memperoleh informasi, menghasilkan inovasi, ide-ide baru dan sekaligus mengomunikasikan ide-ide serta pendapat mereka dengan jelas, untuk selanjutnya diadopsi dan direplikasi oleh sekolah-sekolah di kota-kota dan daerah pedesaan Indonesia.

Inisiatif Program

sunting

Fokus utama program ini adalah upaya membantu siswa dan guru di wilayah pedesaan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan, komunikasi dan pertumbuhan pribadi. Di mana dengan dukungan metodologi percepatan belajar dan modul pembelajaran holistik seperti audio, visual, permainan dan elemen kinestetik, yang akan membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan dan mudah dimengerti.[3]

Pendekatan Program

sunting

Program ini menekankan pada tiga pendekatan. Yakni pendekatan untuk siswa, guru dan Master Trainer, yang ketiga-tiganya disesuaikan untuk meningkatkan belajar masing-masing target pendekatan.

Pendekatan Pada Siswa

sunting

Pendekatan pada siswa dilakukan di sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam jangka waktu 3 bulan. Dimulai dengan orientasi 5 hari pertama, untuk menstimulasi pola pikir pembelajar pada para siswa. Masa ini adalah komponen penting dari program ini, karena akan membantu para siswa menghilangkan stigma sulitnya belajar bahasa Inggris. Selanjutnya, pelajaran bahasa Inggris yang sebenarnya, yang terdiri dari 30 modul, dimulai.

Pendekatan Pada Guru

sunting

Kepada para guru, pendekatan dilakukan terhadap guru-guru mata pelajaran bahasa Inggris, di sekolah-sekolah lokal di seluruh Indonesia. Pendekatan ini juga berlangsung 3 bulan dan berfokus pada peningkatan cara pengajaran bahasa Inggris kepada para siswa. Pendekatan pada para guru juga dimulai dengan masa orientasi 5 hari pertama, untuk mempersiapkan transisi pengajaran ke metode baru, sesuai kurikulum yang telah disiapkan. Selanjutnya, para guru akan mengikuti proses pembelajaran yang terdiri dari 12 modul yang juga menggunakan metodologi percepatan pembelajaran. Hingga akhirnya mereka mampu mentransfer pengetahuan mereka kepada para siswa di kelasnya masing-masing.

Pendekatan Pada Knowledge Catalyst

sunting

Sebagai orang yang bertanggungjawab untuk melaksanakan pendekatan pada siswa dan guru, para Knowledge Catalyst dipercaya untuk menjalankan program secara mandiri, dan memastikan peserta memiliki kepercayaan diri untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Utuk itu semua calon Knowledge Catalyst secara pribadi dan profesional dilatih melalui pelatihan intensif selama 6 bulan. Mulai dari pelatihan materi maupun training praktis penyampaian modul yang akan mereka ajarkan pada siswa dan guru.

Inisiatif Mendatang

sunting

Sebagai langkah awal, Modul dan Metodologi Program Bahasa Inggris Let’s Talk! telah diuji coba di SMK Siti Banun, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, sejak awal Oktober 2014. Di mana atas program tersebut, Herfinta Farm and Plantation sebagai pendana awal program ini, mendapatkan predikat perusahaan baik di bidang pendidikan dari La Tofi School of CSR.[4] Program ini sendiri rencananya akan diperluas hingga ke sekolah-sekolah di seluruh Pulau Sumatra hingga 2016 dan ke seluruh Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Sehingga tujuan untuk membiasakan menggunakan bahasa Inggris dapat tercapai, dan dapat mendukung upaya transformasi nasional yang kini tengah digalakkan pemerintah Republik Indonesia.

Tim dan Mitra

sunting

Tim[5]

sunting
  • Irwandy Barahim (Project Director)
  • Mona Seelan (Project Catalyst)
  • Shafizal Shahidan (Catalyst Creator)
  • Mauludin Lubis (Project Liaison Executive)
  • Yuni Miranda (Project Management Executive)
  • Fatih Amalia Nasution (Social Media Executive)
  • Ferdiansyah (Designer)

Mitra[6]

sunting
  • Kinetic
  • Bank Muamalat
  • PT Durio Indigo
  • PT. Kariereksel Indonesia

Rujukan

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

FIA Driver Categorisation

FIA Drivers Categorisation Diarsipkan 2023-04-04 di Wayback Machine.. Lets Talk Motorsport. Diakses 19 Agustus 2021. Platinum problems for Hand in hunt

DesktopIP

web app catalog". Latest business news media headlines platform today | Lets talk Business (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-22.

UBTV

yang lebih baik. UBTV memiliki Program TV sebagai berikut: News Point Lets Talk Here I am Did U Know Music Generation Sportholic Mutiara Iman Daftar stasiun

Demi Moore

tanggal February 19, 2020. Itzkoff, Dave (September 12, 2019). "Demi Moore Lets Her Guard Down (Published 2019)". The New York Times. Diarsipkan dari versi

Andrey Andreev

didefinisikan berulang dengan isi berbeda Lucas Matney (28 Juni 2019). "Bumble now lets you call your matches without exchanging numbers". TechCrunch. Diakses tanggal

Brave (peramban web)

numerik: authors list (link) Fingas, Jon (24 April 2019). "Brave browser lets you see opt-in ads in exchange for rewards". Engadget (dalam bahasa American

God of War Ragnarök

November 2022. Guisao, Jason (30 Agustus 2022). "God of War Ragnarök's Combat Lets You 'Play With Your Food'". Game Informer. GameStop. Diakses tanggal 25 Oktober

WhatsApp

tanggal 19 November 2016. Diakses tanggal 27 Oktober 2023. "WhatsApp Now Lets You Delete Messages Sent by Mistake". Smatt Geeks Media (dalam bahasa American