📑 Table of Contents

Language Server Protocol (Disingkat: LSP), merupakan protokol JSON-RPC untuk digunakan diantara penyunting kode sumber atau pada lingkungan pengembangan terpadu dan peladen yang memberikan "alat kepintaran bahasa":[1] fitur spesifik bahasa pemrograman seperti penyelesaian kode, penyorotan sintaksis, dan penanda peringatan dan galat, dan juga refaktorisasi rutin. Tujuan protokol untuk memperbolehkan dukungan bahasa pemrograman untuk diimplementasikan dan didistrubusikan secara independen untuk kegunaan penyunting atau IDE. Pada awal 2020, LSP berkembang menjadi "norma" untuk penyedia alat kepintaran bahasa pemrograman.[1]

Sejarah

sunting

Sebelumnya LSP dikembangkan untuk Microsoft Visual Studio Code dan sekarang telah menjadi standar terbuka. Pada 27 Juni, 2016, Microsoft mengumumkan sebuah kolaborasi dengan Red Hat dan Codenvy untuk menstandarkan spesifikasi protokol-nya.[2] Spesifikasinya di hos dan dikembangan di GitHub.

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b Gunasinghe, Nadeeshaan (2021). Language Server Protocol and Implementation: Supporting Language-Smart Editing and Programming Tools. Apress. hlm. 239. ISBN 1484277910. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Red Hat, Microsoft and Codenvy Push DevOps with New Language Protocol" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-15.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Laman web

Language (HTML), yaitu bahasa markah yang digunakan untuk merancang suatu laman web, sedangkan aksesnya biasa menggunakan Hypertext Transfer Protocol

Penyunting kode sumber

Windows) Visual Studio Code Vi/Vim "Microsoft-backed Language Server Protocol strives for language, tools interoperability". InfoWorld (dalam bahasa American

Graph database

Diarsipkan 2013-12-21 di Wayback Machine. - a graph database server that provides a REST or binary protocol API (RexPro). Supports Titan, Neo4j, OrientDB, Dex,

WhatsApp

WhatsApp dienkripsi dengan Signal Protocol [en]. Panggilan WhatsApp dienkripsi dengan SRTP, dan semua komunikasi klien-server "dilapisi di dalam sebuah saluran

Porta (jaringan komputer)

mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Porta dapat

Waring Wera Wanua

hiperteks" yang dibaca menggunakan "peramban" menggunakan arsitektur klien–server. Waktu itu, HTML dan HTTP sudah dikembangkan selama dua bulan dan peladen

Serangan dunia maya di Indonesia

serangan malware kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah Protocol-Scandal Moxa, yakni sebanyak 70 juta lebih anomali trafik. Menurut Badan

UNESCO

(1 November 2010). "UNESCO Erases Israeli Protests from Rachel's Tomb Protocol". Arutz Sheva. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 November 2010. Diakses